Mana Partai yang Ramah, Santun dan Relijius? PKS

Ramadhan kali ini benar-benar membuktikan mana partai keren dan mana partai juara korupsi.

Mana partai yang rajin menyapa masyarakat dengan takjil on the roadnya dan mana partai yang grudak gruduk anarkis.

Mana partai yang ramah, santun, relijius dan mana partai yang brangasan.

Harapannya, semoga masyarakat sekarang lebih cerdas dalam memilih ketika pemilu. Memilih bukan karen tawaran duit recehan dan seabrekk janji-janji.

Lima menit di bilik pemilu akan menentukan nasib negeri ini lima tahun mendatang.

Yuuk PILIH PKS, partai keren sekali

 

Partai mana yg selama Ramadhan ini paling sibuk melayani masyarakat?

Cobalah jawab yang jujur. Partai mana yang selama Ramadhan ini paling sibuk melayani masyarakat? PKS

Ketika masyarakat repot mencari bukaan di jalan, PKS hadir menyapa dan melayani masyarakat dengan Takjil On The Road nya (TOR).

Hal itu dilakukan para pimpinan, kader dan simpatisan PKS setiap hari selama bulan Ramadhan. Semua turun ke jalan mengenyampingkan rasa lelah, lapar dan haus demi menyapa dan melayani masyarakat.

Dalam rangka membersamai para pemudik, mulai kemaren PKS juga membuka posko mudik di sepanjang jalan yang dilalui oleh masyarakat yang melakukan perjalanan ritual mudik.

Posko ini bukanlah posko-poskoan yang sepi peminat, sepi pelayanan dan sepi penjaga, atau posko yang dibuat hanya sekedar simbol dan pamer logo ormas atau partai. Posko mudik PKS ini adalah posko yang sangat hidup, benar-benar bersemangat melayani dan masyarakat sangat antusias mendatanginya.

Di posko ini disediakan tempat sholat, tersedia takjil dan makanan sahur, alat terapi capek dan pijit, air panas berserta teh, kopi dan makanan ringan dan lain-lain.

Makanya tidak heran jika posko mudik PKS selalu ramai disambangi para pemudik yang kelelahan dan penat setelah mengukur jalanan selama berjam-jam.

Oh ya, semua bentuk pelayanan itu memerlukan duit yang tidak sedikit lho. Darimana dana nya? Tenaaang dananya bukan dari negara, tapi dari kantong para kader sendiri. Makanya ada sebutan, PKS partai kantong sendiri.

Sebagai simpatisan, saya semakin kagum dan respek dengan PKS. PKS selalu punya ide dan energi untuk berbuat yang terbaik untuk masyarakat. Mereka punya motto #aytktm apapun yang terjadi kami tetap melayani. Keren dech PKS.

Saya tidak tahu, gerombolan yg ingin membubarkan PKS kepikiran tidak tuh membuat acara seperti ini. Sepertinya jauh panggang dari api.

Sukses utk PKS
Jayalah PKS
Jayalah Islam
Jayalah negeriku

Total 265 Penghargaan yang Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan

JAKARTA, (PR).- Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) mendapat penghargaan atas pengabdiannya selama sepuluh tahun menjadi gubernur. Kali ini, Adi Paripurna Bhakti melengkapi koleksi prestasinya yang ke-265.

Adi Paripurna Bhakti hanya diberikan kepada dua orang Gubernur di Indonesia. Selain Aher, Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin juga mendapat penghargaan yang sama dari majalah Sindo Weekly tersebut.

Aher menerima langsung penghargaan tertinggi ini dari CEO MNC Group Hary Tanoesoedibjo dalam ajang Government Award 2018 di Hotel Pullman, Jl. MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis 5 April 2018 malam.

“Ini lebih kepada purna tugas. Karena saya sudah akan mengakhiri masa jabatan yang kedua. Saya menjalani jabatan Gubernur dua periode. Alhamdulillah berjalan dengan bagus. Ada sebuah prestasi yang bisa kita torehkan,” tutur Aher.

Episode untuk membangun sebuah kawasan atau daerah sangat panjang. Kata Aher, perlu ada episode-episode berikutnya untuk menghadirkan Jawa Barat yang lebih bahagia dan sejahtera.

“Tentu tugas Gubernur setelah saya. Sampai pada titik yang lebih sempurna untuk menghadirkan sebuah kawasan yang menjadi bagian tak terpisahkan dari NKRI yang lebih sejahtera, lebih bahagia,” papar Aher.

Adi Paripurna Bhakti merupakan penghargaan khusus Sindo Government Award 2018. Dalam Siaran Pers yang diterima Tim Peliput Humas Jabar, Aher adalah salah satu diantara kepala daerah yang harus menyelesaikan pengabdiannya karena dibatasi undang-undang. Mengutip hasil survei Kementerian Dalam Negeri RI, sesungguhnya Aher merupakan pemimpin daerah yang masih diinginkan masyarakat untuk kembali menjadi kepala daerah.

Penghargaan ini diberikan kepada kepada Aher, sebagai salah satu kepala daerah yang berprestasi gemilang. Dalam ajang ini pula Pemprov Jawa Barat mendapat penghargaan untuk Kategori Investasi.

Menurut Aher, Government Award bisa menjadi ajang yang bisa memotivasi kepala daerah untuk berprestasi. Provinsi Jawa Barat sudah lima kali berturut-turut mendapat piala Sindo Weekly Government Award.

“Kali ini temanya adalah investasi. Provinsi dengan investasi paling besar. Memang begitu adanya. Bahkan lima tahun berturut-turut sampai tahun ini, kami di Jawa Barat investasinya paling tinggi. Ketika investasi modal asing dan modal negeri digabung tertinggi,” ucap Aher.

Sumber: http://www.pikiran-rakyat.com/nasional/2018/04/06/total-265-penghargaan-yang-gubernur-jawa-barat-ahmad-heryawan-422435

PKS Heran Terorisme Selalu Muncul di Tahun Politik

Aksi serangan kelompok teroris tengah gencar belakangan ini. Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera Hidayat Nurwahid mengatakan isu terorisme sangat mengganggu di tahun politik. 

“Ya mengganggu, sangat mengganggu,” kata Hidayat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 15 Mei 2018.

“Akan menghadirkan stigma, menghadirkan labelisasi. Akan menghadirkan salah paham di tingkat publik. Akan menghadirkan opini menyesatkan,” ujar Hidayat.

Menurut Wakil Ketua MPR ini, ada kajian yang menyebutkan isu terorisme selalu muncul di tahun politik. Seperti menjelang pemilihan umum atau pemilihan kepala daerah.

“Dan tahun 2013 lalu malah sudah ada kajian, menjelang tahun politik pilkada, pemilu, terorisme muncul lagi. Itu tahun 2013 loh. Dan sekarang 2018, 2019 ada pemilu. Saya berharap ini bukan pengulangan,” kata Hidayat.

Sebelumnya, serangan bom bunuh diri mengguncang Surabaya dan Sidoarjo pada Minggu dan Senin, 13-14 Mei 2018. Pada Minggu, bom bunuh diri menerjang tiga gereja berbeda di Surabaya. Malamnya, bom meledak di Rusunawa Wonocolo, Taman Sidoarjo. Senin pagi, giliran Mapolrestabes Surabaya diserang bom bunuh diri. (ase)

Sumber: https://www.viva.co.id/berita/politik/1036404-pks-heran-terorisme-selalu-muncul-di-tahun-politik

Kenapa Perekonomian Dikuasai Bangsa Lain?

Apa yang menyebabkan perekonomian kita dikuasai oleh bangsa lain?

Karena bangsa kita sejak puluhan tahun yang lalu tidak mau atau kurang tertarik untuk membangun perkonomian. Karena membangun usaha itu sangat identik dengan jatuh bangun sebuah usaha. Dalam bayangan kita, membangun usaha itu identik dengan capek sepanjang waktu. Padahal tidak seperti itu. Membangun usaha itu capek di 2-3 tahun pertama, selanjutnya kita sudah bisa menikmati kesuksesan kecil kita, sebelum menjelma menjadi sukses besar.

Apalagi Kita ini sudah lama dininabobokan dengan anggapan bahwa  menjadi priyayi lebih terhormat dibanding menjadi pengusaha. Maka tidak heran anak keturunan bangsa kita lebih tertarik untuk melamar pekerjaan dibanding membangun peluang pekerjaan. Kita lebih bangga ketik bekerja di sebuah perusahaan besar dengan seabrek fasilitas, ketimbang membangun dari awal sebuah usaha kecil. 

Lingkungan kita bahkan sangat tidak mendukung jika anak-anaknya menekun usaha. Kadang-kadang muncul ledekan, buat apa sekolah tinggi-tinggi kalau akhirnya malah membuka usaha kecil-kecilan. Kita juga terkadung nyaman dg anggapan bahwa menjadi karyawan itu lebih nyaman dibanding menjadi pemilik usaha.

Alhamdulillah, ada pribumi bangsa ini yg saat ini menjadi pengusaha besar. Sebut saja misalnya: keluarga kalla, keluarga bakrie, keluarga ct dan lain-lain. Walaupun jumlahnya masih sangat sedikit dibandingkan jumlah penduduk pribumi Indonesia.

Ketidaksiapan kita mengelola ekonomi menyebabkan perekonomian kita dikuasai oleh bangsa yang siap.

Tidak usah jauh-jauh, coba saja kita lihat, siapa pemilik toko di pasar-pasar dan pusat keramaian yang terdekat dari tempat tinggal kita. Pasti kita dengan mudah bisa menjawabnya.

Ada anggapan bahwa mereka maju karena mereka berbuat curang, menipu dan lain-lain tentu saja tidak sepenuhnya benar. Yang curang jelas pasti ada, sebagaimana kita juga ada yg curang dalam menjalankan usaha. Yang jujur juga banyak sebagaimana kita juga banyak pengusaha yang jujur.

Jadi, kondisi perekonomian kita hari ini sebaiknya disikapi dengan bijak dan sadari diri. Mulai hari ini sebaiknya mulai berfikir, mau melakukan apa ke depan. Jika kita sudah lelah berwirausaha yang selalu gagal, minimal anak-anak kita didekatkan pada upaya-upaya agar mereka kelak menjadi seorang wirausahawan yang sukses.

Jadilah wirausaha yang mandiri dengan modal dan kemampuan yg kita miliki. Janganlah selalu mengharap stimulus dan bantuan dari program pemerintah. Jika ada bantuan pemerintah kita terima, dan itu bersifat tambahan bukan pokok.

Yuuk berwirausaha

Dwifungsi ABRI

Dahulu pada zaman orde baru, kita sangat anti dengan dwifungsi ABRI.

Dwifungsi ABRI secara sederhana dalam prakteknya adalah pimpinan tentara bisa menjadi pemimpin atau pejabat publik, baik presiden, gubernur maupun bupati termasuk mendapatkan jatah anggota DPR RI.

Sehingga tidak heran, jabatan gubernur dan bupati yang berasal dari tentara sudah biasa. Seiring dengan perkembangan zaman, masyarakat menginginkan perubahan. Masyarakat ketika itu menginginkan kepemimpinan sipil.

Tetapi, saat ini ternyata kepemimpin sipil tdk membawa perubahan yang signifikan. Tetap saja korupsi merajalela, perekonomian tidak kunjung membaik, pembangunan biasa saja, KKN yang dulu ingin diberantas, kini semakin merajalela.

Kepemimpinan sipil juga sering menjadi ajang keributan antar kelompok masyarakat dan ketidakteraturan tidak kunjung selesai. Berbeda dengan pemimpin militer yang terbiasa ditempa dengan pola pelatihan kepemimpinan yang keras melahirkan kepemimpinan yang terkenal berwibawa, mampu mengambil keputusan yang sulit dan berdisiplin tinggi.

Tentu saja tidak semua pemimpin sipil memiliki tipikal buruk. Tidak sedikit pemimpin sipil yang memiliki seabrek berprestasi, lihat saja kang Aher, pak Irwan Prayitno dan lain-lain.

Yang menarik untuk dicermati, faktanya sampai hari ini masyarakat masih merindukan pensiunan jenderal menjadi presiden, apalagi dengan melihat pengalaman pahit 4 tahun terakhir. Lihat saja bursa capres dan cawapres tidak jauh-jauh dari pensiunan jenderal.

Sukses dengan Cara Gratisan?

Ada nggak sih, orang yang sukses tapi bermodal serba gratisan? Mungkin ada. Tetapi pada umumnya, kesuksesan apalagi sukses besar itu tidak bisa gratisan.

Ikut pelatihan wirausaha gratisan
Ikut pelatihan bikin web gratisan
Ikut pelatihan optimasi seo gratisan
Ikut pelatihan akuntansi gratisan
Ikut pelatihan manajemen gratisan

Sukses besar itu harus ditebus dengan harga dan pengorbanan yang tidak murah apalagi gratisan. Bentuk pengorbanan itu bisa dalam bentuk duit, waktu, tenaga, pikiran, perasaan dan lain-lain.

Jadi, sukses besar bermodalkan serba gratisan itu sepertinya ngimpi di siang bolong. Yuuk siapkan pengorbanan terbaik kita untuk sukses kita di masa yang akan datang.

Opini & Motivasi