Mencari Kebahagiaan

Seorang pemuda duduk dengan tatapan kosong di samping telaga. Dia sedang galau dan tidak bahagia.

“Sedang apa kau di sini, anak muda?” tanya seorang kakek yang tinggal di sekitar situ.

Mencari kebahagiaan
Kebahagiaan

Anak muda itu menoleh sambil berkata. “Aku lelah, Pak Tua. Aku sudah berusaha mencari kebahagiaan, tapi tak kunjung ku dapatkan.” Keluh si anak muda dengan wajah muram.

“Di depan sana ada sebuah taman. Coba ke sana dan tangkap seekor kupu-kupu. Setelah itu aku jawab pertanyaanmu,” jawab si kakek.

Meski ragu, anak muda itu pergi juga ke arah yang ditunjuk.

Tiba di sana, dia takjub melihat taman indah dan kupu-kupu yang beterbangan.

Si pemudah mengendap-endap menuju sasarannya. Hap…! Sasaran itu luput. Dikejarnya kupu-kupu ke arah lain. Hap…! Lagi-lagi gagal. Dia berlari tak beraturan, menerjang rumput, tanaman bunga, semak. Tapi, tak satu pun kupu-kupu berhasil ditangkapnya.

Si kakek berkata, “Begitukah caramu mengejar kebahagiaan? Sibuk berlari kesana kemari, menabrak tak tentu arah, bahkan menerobos tanpa peduli apa yang kamu rusak?”

“Nak, mencari kebahagiaan layaknya menangkap kupu-kupu. Tidak perlu kau tangkap fisiknya, biarkan kecantikannya memenuhi alam semesta ini. Tangkaplah keindahan warna dan geraknya di pikiranmu dan simpan baik-baik di dalam hatimu.”

“Kebahagiaan bukanlah benda yang dapat digenggam dan disimpan. Ia tidak kemana-mana, tapi ada dimana-mana. Peliharalah baik-baik, munculkan setiap saat dengan rasa syukur maka tanpa kau sadari kebahagiaan itu akan sering datang sendiri.”

Kakek itu mengangkat tanggannya. Tak lama, seekor kupu-kupu hinggap di ujung jari dan mengepakkan sayapnya, memancarkan keindahan ciptaan Tuhan. Warnanya begitu indah, seindah kebahagiaan bagi mereka yang mampu menyelaminya.

Kebahagiaan sesungguhnya tidak jauh, dia ada di setiap hati yang selalu bersyukut. Tidak perlu mencari biarkan dia “datang” sendiri.

 

Buah Tin, Kaya Manfaat

Pernahkan Anda mendengar buah Tin? Buah tanpa biji ini sangat familiar bagi umat Muslim karena namanya termaktub dalam Al-Quran dan disebutkan dalam hadits Rasulullah Muhammad SAW.

Buah tin kaya manfaat
Pohon tin
Buah tin, kaya manfaat
Pohon tin

Buah Tin ini disebutkan dalam Al-Qur’an surat At-Tin. “Demi buah tin dan buah zaitun, demi gunung thursina,” (At-Tin:1-2).

Buah ini juga disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Darda. Ia meriwayatkan sabda Nabi bahwa : “Sekiranya kukatakan ada buah-buahan yang turun dari surga maka itulah buah tin. Karena buah-buahan surga itu tanpa biji. Makanlah ia, karena ia dapat menghentikan wasir dan bermanfaat menyembuhkan encok”. (Dituturkan oleh Ibnu Qayyim dalam Zaadul Ma’aad).

Jika buah ini disebutkan dalam dua sumber hukum utama umat Muslim, maka diyakini kebenarannya bahwa buah ini memiliki banyak keutamaan dan manfaat. Sumber asal dan manfaat yang besar menjadikan buah ini juga disebut sebagai buah dari surga.

Dikutip dari California Fig-s Advisory, Nutritional, buah tin memiliki kandungan nutrisi yang tinggi dan lengkap, baik itu nutrisi dalam bentuk vitamin ataupun mineral. Kandungan-kandungan inilah yang menjadi alasan para ahli mempisisikan buah tin sebagai buah super nutrition.

Berikut kandungan buah tin:

  • Energi 250 kcal 1040 Kj
  • Karbihidrat 63.87 g
  • Gula 47.92 g
  • Dietary fiber (serat) 9.8 g
  • Lemak 0.93 g
  • Protein 3.30 g
  • Thiamine (Vit.B1) 0.085 mg 7%
  • Niacin (Vit.B3) 0.619 mg 4%
  • Riboflavin (Vit.B2) 0.082 mg 5%
  • Pantothenic acid (B5) 0.434 mg 9%
  • Vitamin B6 0.106 mg 8%
  • Magnesium 68 mg 18%
  • Folat (Vit.B9) 9 mg 2%
  • Vitamin C 1.2 mg 2%
  • Zinc 0.55 mg 6%
  • Kalsium 162 mg 16%
  • Iron 2.03 mg 16%
  • Fosfor 67 mg 10%
  • Potassium 680 mg 14%

Buah ini sudah banyak di Indonesia. Namun, masih sangat jarang masyarakat mengkonsumsinya. Bisa jadi karena harganya masih tergolong mahal. Buah ini juga kerap menjadi oleh-oleh bagi mereka yang melaksanakan ibadah Haji atau Umrah.

Beberapa manfaat buah tin yang perlu diketahui:

  1. Anti bakteri, virus dan jamur. Buah tin mampu membunuh bakteri pengganggu kesehatan. Kandungan buahnya dapat membunuh mikroorganisme yang bisa menyebabkan virus dan jamur.
  2. Diet. Buah ini cocok untuk orang-orang yang sedang melakukan program penurunan berat badan. Menambahkan manfaat apel dan buah tin, dapat menjadi cemilan enak saat diet.
  3. Pembentukan sel darah merah. Buah ini memicu pembentukan sel darah merah (hemoglobin) sehingga sangat danjurkan untuk dikonsumsi bagi penderita anemia. Selain itu, peningkatan darah merah juga mengoptimalkan daya ingat serta mengurangi kelelahan.
  4. Menjaga sistem pencernaan. Buah ini dapat mengatasi sembelit atau susah buang air besar.
  5. Menutunkan resiko penyakit jantung
  6. Mengandung kalsium tinggi
  7. Mengibati asam urat
  8. Membantu pengobatan asma, membantu pernafasan bagi penderita asma, menjaga tekanan darah tetap stabil, sehingga menghindari resiko darah tinggi.
  9. Mengurangi resiko kanker prostat
  10. Pengganti susu
  11. Membantu tidur lebih nyenyak
  12. Dapat mengurangi kadar kolesterol dalam darah
  13. Penangkal tumor
  14. Mengontrol gula darah
  15. Mengobati luka
  16. Merawat kulit wajah
  17. Obat usus dan lambung
  18. Menjaga kesuburan

Sumber: http://jabar.tribunnews.com, http://wwwkabarislami.ga

Bagi Anda yang ingin berwakaf untuk pembanguna gedung SDIT Wirausaha Indonesia

Kisah Inspiratif dari Teman UGM

Setiap berkendara dari perempatan Kamdanen, ke timur ke arah Jalan Kaliurang, aku selalu melintasi rumah almarhum Prof. Damardjati Supadjar. Setiap kali pula, aku teringat sebuah percakapan dengan beliau, yang begiku sangat inspiratif.

Guru / dosen sedang mengajar
Guru / dosen sedang mengajar

Tahun 90 an awal, Pak Damar beberapa kali mengisi acara di Masjid Ash-Shiddiiqy, Demangan, sebuah masjid kecil yang aku turut mengurusnya. Ceramah beliau selalu sangat filosofis, sarat dengan ilmu kelas tinggi yang disajikan dengan cara amat sederhana. Ngelmu tuwo, kata beberapa jamaah senior di masjid itu.

Pada suatu kesempatan, saat turut mengantar Pak Damar pulang usai ceramah, aku bertanya pada beliau, “Pak, jadi dosen enak ya?”

“Bagi saya enak”, jawab beliau. “Tapi kalau diniati untuk kaya raya, ya jadi dosen itu tidak enak”.

“Tapi jadi dosen itu kan harus selalu menambah ilmu Pak,” kataku agak kurang nyambung.

“Tentu saja. Tapi itu kan otomatis berjalan, tak perlu dipaksakan.”

“Jadi tidak berat ya Pak?”

“Sama sekali tidak. Yang berat itu malah hal lain.”

“Apa itu Pak?”

“Mengendalikan ego,” jawab beliau.

Aku membuka telinga…

“Seorang dosen, juga seorang guru atau ustadz atau kyai, mudah terjerumus pada ‘ujub”. Pak Damar mulai menjelaskan. “Dengan pengetahuan yang dimiliki, dengan peluang untuk berbicara di depan orang lain yang bersedia atau dipaksa mendengarkan, semua pendidik pada dasarnya punya peluang menjadi tinggi hati. Ciri pendidik yang tinggi hati adalah gemar memamerkan pengetahuan, agar nampak pandai di hadapan anak-didiknya.”

“Tapi kan itu lumrah Pak.”

“Tidak lumrah. Pendidik yang tinggi hati, sesungguhnya akan gagal mendidik. Dia hanya akan menghasilkan pengagum, bukan orang terdidik. Pendidik yang baik adalah yang mampu menekan ego di hadapan anak-anak didiknya.”

“Menekan ego seperti apa Pak, maksudnya?” Aku tak paham betul apa maksud Pak Damar.

“Menekan ego untuk nampak pintar. Tugas  guru dan dosen bukanlah keminter di hadapan murid-muridnya, melainkan untuk memberi inspirasi”.

“Menunjukkan kepintaran di hadapan murid kan juga menginspirasi Pak?” tanyaku tetap kurang paham.

“Iya, inspirasi untuk kagum pada sang guru, bukan inspirasi untuk mencari ilmu sejati”.

Tetap tak paham, namun aku lanjut bertanya. “Soal menekan ego itu Pak, seberapa banyak pendidik yang bisa melakukannya?”

“Hanya mereka yang bisa menghayati makna “Tidak ada Ilah selain Alloh” yang bisa menekan ego.”

Aku tak yakin apakah aku betul-betul paham yang dimaksudkan oleh Pak Damar. Namun kata-kata itu selalu terngiang di benakku: “Seorang pendidik harus menekan ego untuk nampak pintar”.

Wakaf Tunai Pembangunan Gedung SDIT Wirausaha Indonesia

Kasih Sayang Ibu kepada Anaknya

Seorang anak marah dengan ibunya dan meninggalkan rumah. Saat berjalan ia baru menyadari bahwa ia sama sekali tidak membawa uang. Ia melewati sebuah kedai bakmi. Ia ingin sekali memesan semangkok bakmi karen lapar.

Ibu dan anak
Ibu dan anak

Pemilik bakmi melihat anak itu berdiri cukup lama di depan kedainya, lalu bertanya,

“Nak, apakah engkau ingin memesan bakmi?”

“Ya, tetapi aku tidak membawa uang”, jawab anak itu dengan malu-malu.

“Tidak apa-apa, aku akan memberimu gratis semangkuk bakmi”, jawab di pemilik kedai.

Anak itu segera makan. Kemudian air matanya mulai berlinang. “Ada apa nak?” Tanya di pemilik kedai. “Tidak apa-apa, aku hanya terharu karena seorang yang baru kukenal memberi aku semangkuk bakmi tetapi ibuku sendiri membuatkau marah hingga aku pergi meninggalkan rumah, karena sepertinya ibuku sudah tidak peduli lagi padaku. Kau seorang yang baru kukenal tetapi begitu peduli padaku”.

Pemilik kedai itu berkata, “Nak, mengapa kau berfikir begitu? Renungkan hal ini, aku hanya memberimu semangkuk bakmi dan kau begitu terharu… Ibumu telah memasak bakmi, nasi, merawatmu dan lain-lain sampai kamu dewasa, harusnya kamu berterima kasih kepadanya”.

Anak itu kaget mendengar hal tersebut. “Mengapa aku tidak berfikir tentang hal itu?”

Untuk semangkuk bakmi dari orang yang baru kukenal aku begitu berterima kasih, tetapi terhadap ibuku yang memasak untukku selama bertahun-tahun, aku bahkan tidak peduli.

Anak itu segera menghabiskan bakminya lalu ia menguatkan dirinya untuk segera pulang. Begitu sampai di ambang pintu rumah, ia melihat ibunya dengan wajah letih dan cemas. Ketika melihat anaknya, kalimat pertama yang keluar dari mulutnya adalah, “Nak, kau sudah pulang, cepat masuk, ibu telah menyiapkan makan malam”.

Mendengar hal itu, si anak tidak dapat menahan tangisnya dan ia menangis di hadapan ibunya.

Hikmah cerita…

Kadang kita akan sangat berterima kasih kepada orang lain untuk suatu pertolongan kecil yang diberikannya pada kita. Namun, kepada orang yang sangat dekat dengan kita (keluarga) khususnya orang tua kita, kita sering melupakannya begitu saja…

Mengapa Aku Menjadi Orang yang Sangat Miskin?

Ada seorang yang miskin bertanya pada sang guru bijak, “Mengapa aku menjadi orang yang sangat miskin dan selalu mengalami kesulitan hidup?”

Berdoa Agar Hutang Lunas
Berdoa

Sang guru menjawab, “Karena engkau tidak pernah berusaha untuk memberi kepada orang lain”.

“Tapi saya tidak punya apapun untuk diberikan kepada orang lain?”

“Sebenarnya engkau masih punya banyak untuk engkau berikan pada orang lain.”

“Apakah itu, guru bijak?”

Sadang guru menjawab:

  1. Dengan mulut yang engkau punya, engkau bisa berikan senyuman dan pujian
  2. Dengan mata yang engkau punya, engkau bisa memberikan tatapan yang lembut
  3. Dengan telinga yang engkau punya, engkau bisa memberikan perhatian
  4. Dengan wajah yang engkau punya, engkau bisa memberikan kerahaman
  5. Dengan tangan yang engkau punya, engkau bisa memberikan bantuan dan pertolongan pada orang lain yang membutuhkan dan masih banyak lagi.

Jadi sesungguhnya kamu bukanlah miskin, hanya saja engkau tidak pernah mau memberi pada orang lain.

Itulah yang menyebabkan orang lain juga tidak pernah mau memberikan apapun pada dirimu. Engkau akan terus seperti ini jika engkau tidak mau memberi dan berbagi pada orang lain dan siapapun.

Pulanglah dan berbagilah pada orang lain dari apa yang masih engkau punya, agar orang lain juga mau berbagi denganmu”.

Memberi tidak ditentukan oleh seberapa besar atau kecil, tapi berdasarkan kebutuhan. Kebencian tidak ditentukan oleh seberapa dalam atau dangkalnya, tapi berdasarkan seberapa terlukanya orang tersebut.

Oleh karena itu, kita mesti berhati-hati terhadap apa yang kita ucapkan, apa yang kita perbuat sehari-hari, jangan pernah meremehkan perbuatan baik yang kecil, namun jangan melakukan perbuatan buruk sekecil apapun.

Muhammad ‘Imaduddin Badi’uzzaman, Anakku yang ke-5

Hari Rabu tanggal, 23 Desember 2015 bertepatan dengan tanggal, 11 Rabiul Awal 1437 Hijriyah anakku yang ke-5 lahir ke dunia fana ini. Muhammad ‘Imaduddin Badi’uzzaman kami beri nama.

Badi bersama Abinya
Badi bersama Abinya
Keluarga Bahagiaku, 26 Desember 2015
Keluarga Bahagiaku, 26 Desember 2015

Arti nama: ‘Imaduddin = tiang agama, Badi’uzzaman = masa keindahan.

Semoga anak ini menjadi pemimpin kaum muslimin, penghafal Al-Qur’an dan penerang kubur kedua orang tuanya. Amin yaa Robbal ‘Aalamiin.

Wakaf Tunai Pembangunan Gedung SDIT Wirausaha Indonesia

SDIT Wirausaha Indonesia saat ini sedang membutuhkan dana untuk membiayai pembangunan gedung sekolah. Informasi lengkap silakan menghubungi : Ais Zakiyudin 0812 8958 4947.

Wakaf Tunai Pembangunan Gedung SDIT Wirausaha Indonesia
Gedung Sekolah Tahun 2013
Wakaf Tunai Pembangunan Gedung SDIT Wirausaha Indonesia
Gedung Sekolah Tahun 2015

Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Wirausaha Indonesia merupakan sebuah sekolah dasar yang berupaya melahirkan peserta didiknya menjadi pengusaha dan penghafal Al-Qur’an.

Di sekolah ini, anak yatim tidak dipungut biaya. Anak dengan orang tua kurang mampu hanya membayar sesuai kemampuan. Sekolah ini terbuka bagi siapa saja yang menginginkan pendidikan berkualitas.

Bagi Anda para aghniya yang berniat untuk mewakafkan hartanya, silakan menghubungi pimpinan yayasan : Ais Zakiyudin 0812 8958 4947 Pin BB 523F8AE2.

Bagi bapak/ibu yang ingin survey ke sekolah, silakan datang ke : Jl. Nakula Raya No.1-4 Perumahan Grand Cikarang City Blok C9 Rt 70/26 Karang Raharja, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi 17530.

Yayasan Sekolah Wirausaha Indonesia

 

 

 

Buku: Sistem Informasi Manajemen

Bagi Anda yang ingin memahami desain sistem informasi perusahaan, buku Sistem Informasi Manajemen ini sangat tepat dipelajari. Hubungi Ais Zakiyudin 0812 8958 4947.

Cover buku sistem informasi manajemen
Cover depan buku SIM
Cover buku sistem informasi manajemen
Cover belakang buku SIM

SINOPSIS BUKU:

Organisasi bisnis dewasa ini dihadapkan pada tantangan yang semakin menarik dan menantang. Para manajer ditantang untuk mengelola organisasi secara lebih efektif, efisien dan sesuai dengan tuntutan zaman.

Para pengelola organisasi modern tidak saja dituntut untuk memiliki ilmu manajemen yang memadai saja, tetapi juga dihadapkan pada kebutuhan mengenai sistem yang dapat mendukung tercapainya pengelolaan organisasi secara lebih baik.

Penggunaan berbagai alat penunjang pengelolaan manajemen amat penting dikuasai oleh para pemimpin organisasi. Peralihan paradigma manajemen dari manajemen ‘manual’ menuju manajemen berbasis komputer menjadi kebutuhan yang tidak bisa lagi ditawar.

Kecepatan dan ketepatan pengelolaan informasi menjadi isu yang sangat krusial yang harus dimaknai sebagai keharusan dan bukan pilihan walaupun tentu saja masih dalam batas-batas mendayagunakannya sesuai dengan azas kemanfaatannya.

Untuk pemesanan buku ini, silakan menghubungi : Ais Zakiyudin 0812 8958 4947 Pin BB 523F8AE2.

Wakaf Tunai Pembangunan Gedung SDIT Wirausaha Indonesia

Yayasan Sekolah Wirausaha Indonesia

Buku: Akuntansi Tingkat Dasar

Bagi Anda yang sedang belajar menyusun Laporan Keuangan, silakan mempelajari caranya di buku Akuntansi Tingkat Dasar. Hubungi Ais Zakiyudin 0812 8958 4947.

Cover depan buku Akuntansi Tingkat Dasar
Cover depan buku Akuntansi Tingkat Dasar
Cover buku akuntansi tingkat dasar
Cover belakang buku akuntansi tingkat dasar

SINOPSIS BUKU :

Dalam kehidupan sehari-hari baik secara sadar atau pun tidak, sesungguhnya kita telah menggunakan jasa akuntansi.

Akuntansi menghasilkan informasi yang berguna baik bagi pihak-pihak yang menyelenggarakannya maupun pihak-pihak luar. Kegunaan tersebut terutama berkaitan dengan proses pengambilan keputusan dan pertanggung jawaban.

Akuntansi merupakan sebuah media yang berfungsi sebagai sarana komunikasi. Oleh karenanya, sering disebut sebagai “Bahasa Bisnis” (business language).

Pemesanan buku, silakan menghubungi : Ais Zakiyudin 0812 8958 4947 Pin BB 523F8AE2.

Wakaf Tunai Pembangunan Gedung SDIT Wirausaha Indonesia

Yayasan Sekolah Wirausaha Indonesia

 

Buku: Teori dan Praktek Manajemen

Bagi Anda seorang pelaku usaha, mahasiswa atau pembelajar manajemen, baca buku Teori dan Praktek Manajemen. Hubungi: Ais Zakiyudin 0812 8958 4947.

Cover depan buku Teori dan Praktek Manajemen
Cover depan buku Teori dan Praktek Manajemen
Cover belakang buku Teori dan Praktek Manajemen
Cover belakang buku Teori dan Praktek Manajemen

SINOPSIS BUKU:

Organisasi merupakan sekumpulan orang yang bekerja bersama untuk mencapai tujuan bersama. Dalam sebuah organisasi, memungkinkan orang-orang dapat melaksanakan pekerjaannya jauh lebih besar daripada hanya dilakukan dengan sendirian.

Sedangkan, manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan.

Pemesanan buku Teori dan Praktek Manajemen, hubungi : Ais Zakiyudin 0812 8958 4947 Pin BB 523F8AE2.

Wakaf Tunai Pembangunan Gedung SDIT Wrausaha Indonesia

Yayasan Sekolah Wirausaha Indonesia