Kisah Ular dan Gergaji

Seekor ular memasuki gudang tempat kerja seorang tukang kayu di sore hari. Kebiasaan si tukang kayu adalah membiarkan sebagian peralatan kerjanya berserakan dan tidak merapikannya. Nah, ketika ular itu masuk ke sana, secara kebetulan ia merayap di atas gergaji.

gergaji

Tajamnya mata gergaji menyebabkan perut ular itu terluka. Ular beranggapan gergaji itu menyerangnya. Ia pun membalas dengan mematuk gergaji itu berkali-kali. Serangan yang bertubi-tibu menyebabkan luka parah di bagian mulutnya.

Marah dan putus asa, ular berusaha mengerahkan kemampuan terakhirnya untuk mengalahkan musuhnya. Ia pun lalu membelit kuat gergaji itu. Belitan yang menyebabkan tubuhnya terluka amat parah. Dan akhirnya ia pun binasa.

Di pagi hari si tukang kayu menemukan bangkai ular di sebelah gergaji kesayangannya.

———-

Kadangkala di saat marah, kita ingin melukai orang lain. Setelah semua berlalu, kita baru menyadari bahwa yang terlukai sebenarnya adalah diri kita sendiri.

Banyaknya perkataan yang terucap dan tindakan yang dilakukan saat amarah menguasai, sebanyak itu pula kita melukai diri sendiri.

“Orang yang tak berpengalaman mendapat kebodohan, tetapi orang yang bijak bermahkotakan pengetahuan”.

Tidak ada musuh yang tak dapat ditaklukkan oleh cinta.

Tak ada penyakit yang tak dapat disembuhkan oleh kasih sayang.

Tak ada permusuhan yang tak dapat dimaafkan oleh ketulusan.

Tak ada kesulitan yang tak dapat dipecahkan oleh ketekunan.

Tak ada batu keras yang tak dapat dipecahkan oleh kesabaran.

Semua itu haruslah berasal dari hati kita.

Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa meredam amarah padahal dia mampu melampiaskannya (karena mampu/berkuasa), maka Allah memanggilnya di hadapan para makhluk di hari kiamat, Dia menyuruhnya memilih daripada bidadari apa yang dia kehendaki” (HR. Abu DAud)

Semoga bermanfaat…

Klasifikasi Perencanaan

Klasifikasi Perencanaan

Menurut Stoner dan Wankel (HB.Siswanto, 2010:48), perencanaan dapat diklasifikasiken menjadi dua jenis, yaitu rencana strategis (strategic plans) dan rencana operasional (operational plan).

Tujuan1

 Rencana Strategis

Rencana strategis merupakan proses peencanaan jangka panjang yang formal untuk menentukan dan mencapai tujuan organisasi. Rencana strategis, adalah rencana yang dirancang untuk mencapai tujuan organisasi secara keseluruhan, yaitu untuk mengimplementasikan misi organisasi di mana dengan misi itulah satu-satunya alasan eksistensi organisasi tersebut. Di antara bentuk perencanaan strategis adalah pemilihan tujuan organisasi, penentuan kebijakan dan program yang diperlukan untuk mencapai sasaran dan tujuan tertentu serta menetapkan metode yang diperlukan untuk menjamin agar kebijakan dan program strategis itu dilaksanakan.

Setiap organisasi selalu mempunyai rencana strategis walaupun kadang-kadang mungkin tidak secara eksplisit dirumuskan oleh organisasi. Rencana strategis amat diperlukan pada setiap organisasi. Akan tetapi, perencanaan strategis memiliki dua sisi yaitu kelebihan dan kekurangan. Beberapa kelebihan menggunakan rencana strategis adalah :

  • Manajer dapat menentukan tujuan secara jelas dan bagaimana metode pencapaiannya kepada jajaran di bawahnya.
  • Membantu manajer mengantisipasi masalah sebelum muncul dan memecahkannya ketika terjadi sebelum menjadi lebih buruk.
  • Membantu manajer mengenal peluang yang memiliki resiko besar dan peluang yang memiliki resiko lebih kecil dan manajer memilih peluang yang ada.
  • Mengurangi kemungkinan kesalahan dan kejutan yang tidak menyenangkan. Hal ini dikarenakan sasaran/tujuan dan strategi dilakukan dengan pemilihan dan penelitian yang seksama.
  • Memungkinkan manajer membuat keputusan yang tahan menghadapi ujian waktu dan lingkungan.

Sedangkan kelemahan menggunakan rencana strategis, adalah sebagai berikut :

  • Seringkali perencanaan menciptakan birokrasi di organisasi.
  • Seringkali perencanaan strategis cenderung membatasi organisasi pilihan yang paling rasional bebas resiko, oleh karenanya manajer akan menghindari peluang menarik dengan tingkat kepastian tinggi.

Rencana Operasional

Rencana operasional merupakan rencana yang menggambarkan tentang bagaimana rencana strategis diimplementasikan. Rencana operasional ini terbagi menjadi : rencana tetap dan rencana sekali pakai.

Rencana Tetap

Rencana tetap atau standing plan adalah merupakan serangkaian prosedur yang digunakan untuk menangani kondisi yang terjadi berulang-ulang (repetitive) dan dapat diperkirakan. Rencana tetap ini merupakan langkah bagi manajer untuk menghemat sumber daya yang digunakan dalam perencanaan dan pengambilan keputusan karena situasi yang sama ditangani dengan cara yang konsisten yang pernah dilakukan sebelumnya.

Bentuk-bentuk rencana tetap antara lain :

  • Kebijakan (policy). Adalah merupakan suatu pedoman umum dalam pengambilan keputusan. Kebijakan menentukan apakah keputusan dapat diambil atau tidak. Kebijakan biasanya ditetapkan secara formal. Pihak yang memiliki kewenangan untuk membuat kebijakan biasanya manajer puncak (top manager). Beberapa alasan mengapa manajer puncak membuat kebijakan adalah :
  1. Kebijakan tersebut diharapkan akan meningkatkan efektivitas organiasasi dalam berbagai situasi yang terencana.
  2. Adanya keinginan untuk menghilangkan pertentangan yang terjadi pada hierarki yang lebih rendah dalam suatu organisasi.
  • Prosedur standar (standard procedure). Penerapan kebijakan dilakukan melalui sejumlah aturan yang lebih detil yang disebut prosedur standar atau aturan standar. Prosedur ini memungkinkan adanya seperangkat petunjuk rinci untuk melaksanakan urutan tindakan yang sering terjadi.
  • Peraturan (rules/regulatitions). Merupakan suatu ketentuan yang berlaku yang menyatakan suatu kegiatan tertentu harus atau tidak boleh dilakukan. Aturan ini digunakan untuk mengelaborasi rencana-rencana lain yang biasanya merupakan hasil kebijaksanaan yang diikuti dalam setiap kejadian. Biasanya anggota organisasi tidak memiliki pilihan lain selain harus mengikuti aturan yang sudah ditetapkan.

Rencana Sekali Pakai

Rencana sekali pakai atau single use plan adalah serangkaian kegiatan terperinci yang mungkin saja tidak berulang dalam bentuk yang sama di waktu yang akan datang.

Contohnya adalah rencana perusahaan untuk membangun pabrik baru karena adanya tuntutan kapasitas produksi tentunya memerlukan rencana sekali pakai khusus bagi proyek tersebut. Sekalipun perusahaan pernah melakukan pembangunan pabrik baru pada waktu yang lalu, hal ini tidak dapat menggunakan rencana pembangunan pabrik yang lama. Hal ini dikarenakan adanya perbedaan-perbedaan teknis pada waktu yang lalu dan kini. Bentuk-bentuk rencana sekali pakai adalah : program, proyek dan anggaran.

  • Program (programs). Suatu program mengenai serangkaian kegiatan yang relative lebih luas. Suatu program menjelaskan mengenai :
  1. Langkah-langkah penting yang diperlukan untuk mencapai sasaran/tujuan.
  2. Unit atau personil yang yang diberikan tanggung jawab untuk setiap langkah tersebut.
  3. Urutan kegiatan yang sistematis pada setiap langkah.

Program ini mungkin saja merupaka jenis tipe rencana yang paling rumit untuk dimengerti dan diimplementasikan. Hal ini dikarenakan program terdiri atas suatu gabungan antara tujuan, strategi, kebijaksanaan, aturan dan penugasan pekerjaan.

  • Proyek (project). Merupakan rencana sekali pakai yang lingkupnya lebih sempit dan merupakan bagian yang terpisah dari program. Setiap proyek memiliki ruang lingkup kegiatan yang terbatas, termasuk arah penugasan dan waktu penyelesaian. Penanggung jawab dari proyek adalah personil yang ditunjuk dan diberikan sumber daya-sumber daya yang diperlukan untuk menyelesaikan proyek teresebut dan batas waktu yang mengikat.

Perencanaan dalam lingkup proyek ini adalah tipe perencanaan yang fleksibel untuk menyelesaikan suatu masalah pada berbagai situasi.

  • Anggaran (budget). Anggaran adalah suatu pernyataan yang memuat mengenai sumber daya keuangan (financial source) yang disediakan untuk suatu kegiatan dan waktu tertentu. Seringkali manajer memperlakukan penyusunan anggaran sebagai proses bagaimana dibuat untuk memilih berbagai sumber daya yang tersedia dalam serangkaian kegiatan. Dengan demikian, penyusunan anggaran merupakan proses penting bagaimana kegiatan-kegiatan dipilih dan dikoordinasikan.