Modal Dengkul

Bisnis itu hanya modal dengkul, bahkan jika kamu tidak punya dengkul, pinjam dengkul orang lain.

Sering kali kita mendengar jika modal merupakan syarat utama yang harus dimiliki jika ingin memulai sebuah bisnis, untuk itulah mereka akan bersusah payah mencari investor, pinjaman bank, atau dari siapapun yang dipercaya untuk memberikan pinjaman modal. Padahal semakin bisnisnya berkembang mereka tentu akan membutuhkan modal tambahan.

Bob Sadino menjadi salah satu contoh, jika untuk memulai usaha dia tak membutuhkan modal milyaran seperti yang kerap dilakukan kebanyakan orang yang memiliki beragam ide brilian. Om Bob memulai usahanya dengan modal seadanya. Hal pertama yang harus dimiliki seseorang untuk memulai sebuah bisnis, bukanlah modal melainkan keberanian untuk memulai.

Sumber: https://www.hipwee.com/narasi/ingin-jadi-entrepreneur-baca-dulu-yuk-motivasi-sukses-bob-sadino-ini/

Orang Pintar vs Orang Goblok

Buat kamu yang masih berstatus sebagai mahasiswa ataupun freshgraduate sebaiknya baca dulu beberapa motivasi bisnis dari pengusaha Bob Sadino ini, agar kamu lebih yakin jika kesuksesan bukan hanya milik mereka yang memiliki sederet gelar akademik, ataupun mereka yang bekerja pada sebuah perusahaan ternama. Karena sejatinya seorang entrepreneur juga bisa sukses seperti mereka.

Orang pintar kebanyakan ide dan akhirnya tidak ada satu pun yang jadi kenyataan. Orang goblok hanya punya satu ide dan itu jadi kenyataan

Begitulah faktanya, orang pintar biasanya cenderung berpikir lebih dari sekali jika ingin melakukan sesuatu. Seoalah-olah mereka tahu akan berbagai hal, untuk itulah segala sesuatu di pikirkannya secara matang, baik bibit bebet bobotnya bahkan mereka mampu menganalisa sebuah permasalahan hingga kemungkinan buruknya sekalipun. Terlalu banyak berpikir menjadikannya tidak segera melangkah.

Lain halnya dengan orang bodoh, karena tidak memiliki pengetahuan yang cukup, dia asal saja terus bergerak melangkah, tanpa beban takut gagal atau rugi mereka terus saja bergerak. Jika usaha yang dijalankannya ternyata gagal, dia hanya perlu bangkit. Sedang jika rugi, dia hanya perlu memutar otak untuk menutup kerugiannya.

Sumber: https://www.hipwee.com/narasi/ingin-jadi-entrepreneur-baca-dulu-yuk-motivasi-sukses-bob-sadino-ini/

Jack Ma: “Kalau Masih Miskin Sampai Umur 35, Itu Salahmu Sendiri!”

Sebelum memutuskan memulai Alibaba, Jack Ma mengumpulkan 24 orang teman di rumahnya untuk meminta pendapat mereka. Dari 24 orang tersebut, 23 orang menyuruhnya berhenti.

Penolakan keras ini juga ditunjukkan oleh keluarga Jack Ma. Hal itu menjadi kejadian yang wajar, sebab pada tahun 1995 internet baru mulai berkembang di Cina. Belum ada yang bisa memprediksi bagaimana masa depan perusahaan yang menggantungkan diri sepenuhnya pada jaringan internet.

Dari 24 orang teman yang datang ke rumah Jack Ma, hanya satu orang yang mendukungnya. Teman yang bekerja sebagai bankir itu mengatakan: “Kalau kamu memang ingin melakukannya, coba saja. Kalau memang nanti semua tidak berjalan seperti yang kamu inginkan, kamu tinggal kembali ke hal yang kamu lakukan sebelumnya”

Menurut Ma, ada beberapa cara yang bisa membuat orang mencapai sesuatu sebelum umur 35:

  1. Lihat kesempatan jangka panjang
  2. Jangan merendahkan setiap kesempatan
  3. Cepat bergerak dalam merespon sesuatu
  4. Perbanyak pengetahuan
  5. Seseorang bisa tetap miskin jika tidak bisa mengalahkan rasa takut
  6. Kamu akan tetap miskin kalau kamu tidak punya semangat juang
  7. Dengan memiliki ambisi, kamu bisa memaksimalkan potensi yang kamu miliki
  8. Ambisi membuat kamu punya kekuatan untuk mengalahkan semua rintangan dan membuat keajaiban
  9. Milikilah ambisi supaya kamu terus ingin belajar dan tidak cepat puas
  10. Berjuanglah, karena tidak akan ada yang mengasihanimu
  11. Saat keluargamu tidak mampu membayar biaya pengobatan, tidak akan ada yang kasihan padamu
  12. Kalau kamu dikalahkan oeh pesaingmu, tidak akan ada yang kasihan padamu
  13. Jika sampai umur 35 kamu masih belum menghasilkan apa-apa, tidak akan ada orang yang kasihan padamu

Sumber: https://www.hipwee.com/sukses/jack-ma-kalau-masih-miskin-sampai-umur-35-itu-salahmu-sendiri/?ref=artikel_rekomendasi

Entrpereneurs Day ke-2 SWI Islamic School

Menumbuhkan jiwa wirausaha sekaligus membangun keceriaan diantara siswa dan orang tua adalah salah satu tujuan dari acara ENTREPRENEURS DAY SDIT Wirausaha Indonesia yang dilaksanakan pada hari Rabu tanggal, 14 Maret 2018.

Even tiga bulanan ini diisi dengan berbagai acara yang dikemas secara menarik oleh panitia acara yang melibatkan para guru dan orang tua murid khususnya yang tergabung dalam wadah permusyawaratan orang tua murid atau POM. Beberapa mata acara dilaksanakan di tempat berbeda dalam lingkungan sekolah. Untuk acara lomba tumpeng dan penjualan diadakan di pelataran sekolah, sedangkan penampilan siswa dilaksanakan di aula sekolah.

Beberapa acara tersebut, adalah: penjualan barang dagang oleh kelas I – III, penampilan sisw kelas IV – VI, aneka lomba siswa, lomba menghias tumpeng orang tua dan lomba hafalan Al-Quran orang tua.

Acara hari ini sangat meriah, hampir seluruh orang tua datang untuk menyaksikan acara demi acara. Keceriaan siswa yang dengan tekun menawarkan barang dagangannya, keceriaan siswa dalam mengisi acara demi acara dan keceriaan para orang tua dalam mengikuti beberapa lomba menjadi bukti kegembiraan, kekompakan dan kebahagiaan komunitas SWI.

Omzet penjualan siswa kelas I Rp. 304.000, kelas II Rp. 294.000 dan kelas III Rp. 178.000. Ada pun pemenang juara lomba tumpeng adalah: juara 1 orang tua siswa kelas III, juara 2 orang tua siswa kelas II dan juara 3 orang tua siswa kelas I. Sedangkan pemenang lomba hafalan Al-Qur’an: juara 1 Abi Hawra, juara 2 umi Hawra dan juara 3 umi Shofi.

Semoga acara ini semakin menjadikan segenap stakeholder sekolah semakin guyub dan rukun. Selamat dan sukses untuk segenap keluarga besar SWI Islamic School.

Proses Hidup Manusia

Perjalanan hidup manusia sesungguhnya merupakan rangkaian suatu proses menuju proses yang lain. Apakah proses itu bernama kesusahan, kesenangan, ataupun pencapaian. Itu semua adalah bentuk proses.

Setiap manusia akan menjalani semua proses itu. Hanya saja, ada manusia yang mengeluh dengan semua proses yang dialami baik susah maupun senang. Diberikan kesenangan ia tidak bersyukur, diberikan kesusahan ia mengeluh.

Ada juga manusia yang enjoy dan menikmati semua proses yang hinggap dalam hidupnya. Termasuk ketika kesusahan menyapa salah satu episode dalam hidupnya, dia akan berkata, alhamdulillah. Ia pandai menari dikala badai datang menerjang. Selelu bersyukur apapun kondisi yang menimpanya.

Tugas manusia dalam menjalani hidup ini pada hakikatnya hanya dua: ikhtiar dan berdoa. Itu saja. Itu adalah pengejawantahan makna ibadah.

1500 Kader PKS Perempuan ikuti Penggemblengan Fisik

PKS emang keren. Betapa tidak, bukan hanya kader laki-laki nya saja yang diwajibkan untuk melaksanakan upaya penggemblengan fisik. Para kader perempuan pun tidak luput dari upaya membangun kekokohan fisik dan psikis. Pelatihan yang bertajuk LATANSA (Pelatihan Perempuan Siaga Dasar) oleh PKS Kabupaten Bekasi ini dalam rangka pembinaan jazadiyah para kader akhwat.

Pelatihan yang dilaksanakan pada hari Ahad, 11 Maret 2018 ini berlokasi di BUPERTA Cibubur dan tidak tanggung-tanggung, acara ini diikuti oleh leih dari 1.500 kader PKS perempuan dari seluruh wilayah Kabupaten Bekasi.

“PKS tidak mengabaikan pembinaan jasadiyah atau fisik para kadernya, termasuk kader-kader perempuan. Karena perempuan adalah pencetak generasi umat, pencetak para mujahid -mujahidah baru yang akan melanjutkan perjuangan kita. Dan salah satunya adalah latansa ini. Kegiatan ini wajib diikuti oleh seluruh kader perempuan secara bertahap.” papar Ketua DPD PKS Kab. Bekasi, ust Muhammad Nuh dengan bersemangat.

Selamat dan sukses untuk PKS yang sukses membangun kaderisasi partainya.

Suka Duka Membangun Sekolah2

Dalam setiap rapat sekolah yang dihadiri oleh para orang tua siswa, pertanyaan pertama yang mereka sampaikan adalah, kapan gedung mulai dibangun? Kami selalu menjawab, insya Alloh gedung ini akan dibangun, bapak/ibu berdoa saja. Pun termasuk ketika kepala sekolah menanyakan ke saya, kapan gedung akan dibangun? Berdoa saja, itu jawaban singkat atau jawaban sakti saya demi meredam pertanyaan lanjutan.

Murid Angkatan Pertama 2012/2013

Saya sendiri pun jika ditanya akan bingung, kapan akan membangun gedung sekolah? Lah untuk membangun gedung sekolah yang sekarang  ini membutuhkan biaya sekitar 1,5 – 2 miliar, duit darimana? Untuk biaya operasional sekolah saja sering kelabakan, untuk membayar gaji guru aja kadang telat beberapa hari.

Saya tidak tahu, duit darimana untuk membangun gedung sekolah yang memerlukan biaya ber em-em. Saya hanya punya keyakinan, bahwa pasti Alloh subhanahu wa ta’ala akan membangunkan gedung sekolah ini, entah dengan cara bagaimana dan seperti apa, terserah Alloh sajalah.

Suatu ketika saya ditanya oleh bapak mertua, Is berapa dana yang dibutuhkan untuk membangun gedung sekolah kamu? Saya  jawab, sekitar 1,5 miliar Ba. Aba balik bertanya, duit darimana sebanyak itu? Saya jawab dengan spontan, dari Alloh Ba. Aba terlihat manggut-manggut. Habis, saya mau jawab apa? Selain menyandarkan semua kepada Alloh SWT.

Akan tetapi, keyakinan saya ini tentu tidak bisa dipahami oleh semua pihak di sekolah ini, termasuk pengurus yayasan dan para orang tua murid. Ada pengurus yayasan yang kemudian sangat pasif, ada juga  orang tua yang berbondong-bondong mengeluarkan anak-anaknya dari sekolah ini dan mendaftarkan anaknya ke sekolah lain yang gedungnya sudah bagus.

Apa alasan orang tua memindahkan anak2nya? Banyak alasan dikemukakan. Ada yang cerita anaknya sakit-sakitan setelah sekolah di sekolah ini, ada yang beralasan sekolah tidak menyediakan antar jemput siswa, ada yang beralasan kurikulumnya tidak sesuai dan masih banyak alasan yang sesungguhnya ujung-ujungnya jika ditelisik lebih jauh adalah karena gedung sekolah ini belum terbangun.

Pada tahun pelajaran 2013/2014 kami memiliki siswa di dua kelas, yaitu kelas 1 dan kelas 2 dengan total jumlah  49 siswa.  Puncak keluarnya siswa besar-besaran adalah di tahun 2014. Di tahun itulah puncak ketidaksabaran para orang tua murid dengan kondisi sekolah ini. Maka tidak heran, pada tahun pelajaran berikutnya 2014/2015 total siswa untuk tiga kelas, yaitu 1, 2 dan 3 hanya berjumlah 47 siswa. Penurunan dan pemerimaan jumlah siswa yang sangat drastis. Siswa lama tinggal 40 siswa, sedangkan penerimaan siswa baru hanya 7 siswa.

Yang lebih menyayat hati adalah diantara siswa yang keluar itu ada anak dari sahabat-sahabat saya. Saya baru memahami, ternyata sahabat-sahabat saya juga tidak percaya dengan saya sebagai pengelola sekolah ini. Itulah realita hidup, kadang tidak semuanya menyenangkan. Tetapi justru sesuatu yang tidak menyenangkan itu akan membawa kita pada kondisi totalitas kepasrahan hanya kepada Alloh, bukan kepada yang lain.

Hal inilah yang dimaksud dengan mental yang tahan banting, tidak boleh cengeng, tidak boleh memble menghadapi kenyataan pahit, bahwa banyak orang termasuk sahabat yang tidak mempercayai kita sebagai pelaku usaha.

Suka Duka Membangun Sekolah1

Membangun lembaga bukanlah perkara yang mudah, khususnya lembaga pendidikan resmi dan formal. Membangun lembaga pendidikan memerlukan nafas panjang, wajib memiliki mental pejuang, tidak mudah menyerah dan memiliki visi yang jauh ke depan.

Kenapa?

Bagi orang-orang yang memiliki sumber daya yang cukup tentu bukanlah masalah membangun sekolah. Misalnya mereka yang berlatar belakang pengusaha sukses atau mereka yang sudah sejak lahir sudah kaya raya.

Akan tetapi, bagi orang-orang seperti saya yang bukan siapa-siapa tentu berfikir seribu kali untuk mau membangun usaha pendidikan yang nilainya tidak cukup 2 miliar ini. Jika usaha itu hanya memerlukan modal dua sampai tiga juta, tentu banyak yang berfikir bisa melakukannya.

Tetapi, bagaimana jika ingin membangun usaha dengan modal sekitar 3 miliar? Sangat banyak diantara manusia yang tidak sanggup menterjemahkan nya dalam visi dan misi hidupnya.

Caranya bagaimana?

Bagi orang yang duitnya tinggal menghitung, membangun sekolah dengan cara: membeli tanah sekian ratus meter atau sekian hektar kemudian membangun gedung sekolah di atas tanah tersebut. Langkah ini memerlukan modal awal sekitar 2-10 miliar tergantung luas lahan yang diakuisisi dan besar gedung yang dibangun. Akan tetapi langkah ini sungguh efektif untuk segera mendapatkan siswa. Karena gedung sudah ada, tinggal menerima siswa baru atau pindahan. Semakin luas dan bagus gedung sekolah, maka semakin besar pula animo masyarakat untuk menyekolahkan anak-anaknya di sekolah tersebut.

Sedangkan bagi orang yang bermodal cekak seperti saya, caranya adalah dibalik: mencari siswa dulu, baru membeli lahan dan membangun gedung sekolah. Cara ini tentu saja tidak mudah, Karena bagaimana mungkin para orang tua akan percaya dengan sekolah yang lahan dan gedungnya belum ada penampakan?

Apakah bisa? Alhamdulillah saya dan mungkin orang lain dengan kondisi yang sama sudah membuktikannya. Hanya saja dikarenakan cara yang tidak lazim ini, maka diperlukan mental yang tahan banting, tidak mudah goyah dan visi ke depan yang jelas dan terarah.

Dalam perjalanan sekolah, sangat sering orang tua murid yang menanyakan kapan gedung dibangun. Mereka sangat khawatir gedung sekolah tempat anaknya bersekolah tidak dibangun. Masyarakat sekitar juga tidak sedikit yang mencibir,  kalau tidak punya duit mbok ya jangan bikin sekolah, alah pak Ais nggak mungkin bisa membangun sekolah ini. Anggapan mereka sangat wajar. Jangankan orang lain, pengurus yayasan saja ada yang tidak yakin dengan keberlangsungan sekolah ini, dengan ide untuk membubarkan sekolah ini.

 

Tips Membangun Kepemimpinan yang Baik

Kepemimpinan dapat Anda pelajari, setahap demi setahap, maka Tingkat Ketrampilan Anda dalam memimpin makin baik.  Pengaruh Anda makin kuat dan orang secara sukarela akan mengikuti tujuan Anda membawa perusahaan sukses dalam tumbuh kembangnya.  Sebelum menjadi pemimpin yang baik, mungkin Anda mempunyai banyak pertimbangan seperti Politik, Bisnis, Religius dan lainnya.  Berikut beberapa tips yang dapat dengan cepat diadaptasi sebagai pengembangan ketrampilan Anda dalam memimpin.

Organisasi

1.  Percaya Diri.

Anda tidak akan menjadi pemimpin yang baik jika tidak mempunyai percaya diri.  Kesiapan Anda memimpin atau sekedar berbicara dalam forum akan hilang pada saat tidak adanya percaya diri.  Kembangkan ketrampilan Anda dalam berbicara atau mengemukakan pendapat di muka umum, maka secara langsung ini akan membangun rasa percaya diri yang cukup tinggi.  Percaya diri akan terbangun pada saat Anda menguasai bahan yang akan disampaikan, dan semua dapat dipersiapkan sebelumnya.  Lakukan persiapan yang matang dan kembangkan percaya diri Anda.

2.  Perilaku dan Pola Pikir Positif.

Pemimpin tidak melihat hasil buruk sebagai bencana dan kegagalan, namun selalu mencari sisi positif yang dapat menjadi pembelajaran berikutnya.  Permasalahan bukan akhir tujuan, sehingga Anda akan membuat perbedaan setelahnya.  Pikiran positif selalu melihat situasi dengan realistis dan siap menghadapi perubahan yang terjadi.

3.  Kecerdasan Emosi.

Perilaku Positif, komunikasi yang baik, sikap empati adalah ciri dari kecerdasan emosional.  Anda selalu melihat dari perspektif orang lain, sehingga akan terbangun hubungan saling mengerti.  Anda mendengarkan dan memperhatikan orang lain berbicara, bukan sekedar menunggu waktu untuk berbicara.

4.  Visi yang Jelas.

Kemampuan Anda menjelaskan visi yang akan diraih kepada setiap anggota tim.  Ketika tim mendapatkan gambaran yang jelas tentang visi dan misi organisasi, maka jelas kepemimpinan Anda telah terbentuk dengan baik.  Analogi dan cerita yang mudah dicerna menjadi salah satu cara Anda dalam menyampaikan visi.

5.  Motivasi Tim.

Pemimpin adalah orang yang berpengaruh dan mampu mengangkat moral tim, sehingga tim akan termotivasi mencapai tujuan organisasi.  Kemampuan Anda membuat tim menerima visi merupakan kejelasan ketrampilan Anda  dalam kepemimpinan.

6.  Contoh yang Baik (Role Model)

Pemimpin yang baik selalu menjadi contoh, mereka melakukan apa yang dikatakannya.  Bisa dipercaya dan penuh integritas adalah ciri pemimpin.  Keterlibatan Anda setiap hari sangat diperlukan dan kesigapan Anda melihat apa yang terjadi dalam organisasi selalu tampak.

7.  Pengelolaan Kinerja yang Efektif.

Pemimpin dapat mengelola performa timnya dengan efektif sesuai ekspektasi yang jelas dan konsisten. Setiap anggota tim mampu dengan mudah mencapai kinerja maksimal ketika mereka tahu apa yang diinginkan.  Anda pun siap dengan perubahan kinerja jika ada isu yang terjadi di lapangan.

8.  Memberikan Dukungan dan Stimulasi.

Pastinya jika Anda tidak mendukung usaha dan kerja keras tim mencapai tujuan, jelas ini bukanlah ciri seorang pemimpin.  Motivasi kerja tim akan terbangun manakala tugas dan kewajiban dapat terpenuhi setiap hari.  Tantangan dan Ketertarikan Kerja adalah acuan untuk berprestasi.

Menjadi pemimpin yang baik adalah tujuan Anda dalam mengembangkan Kepemimpinan.  Menjadi pemimpin yang baik dapat dipelajari dan diterapkan.  Hanya perlu komitmen dan konsistensi Anda dalam memimpin yang harus disiapkan.

Sumber: http://ikhtisar.com/kepemimpinan-yang-baik/