Senang Belajar Jarimatika

Orangtua siswa SDIT Wirausaha Indonesia (SWI) pagi ini berkumpul di aula sekolah untuk mengikuti pelatihan Jarimatika SDIT Wirausana Indonesia yang beralamat di Perum. Grand Cikarang City Jl. Nakula Raya Blok C9 No.1-4 Kec. Cikarang Utara, Bekasi pada Sabtu (10/8/19) pagi.

Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan selain menyamakan konsep Jarimatika, juga dalam rangka mempererat tali silaturahmi khususnya antar orangtua siswa SWI dan pihak sekolah.

Suasana Belajar Jarimatika

Menurut bunda Hanna, salah seorang peserta pelatihan, hal ini sangatlah bermanfaat dan sangat berharap akan sering diadakan acara-acara yang seperti ini. “Seneng banget bisa bersilaturami dengan orang tua siswa lainnya dan mendapatkan ilmu”, tutur bunda Fathan .

Kegiatan pagi tadi berlangsung dengan baik dan bu Riko salah seorang pimpinan dan pemateri dari Fajar Utama Jawa Barat sangat bersemangat melihat antusias dari para peserta yang sudah hadir setengah jam sebelum acara dimulai.

Sumber: www.swi.sch.id

Qurban di Lingkungan SDIT Wirausaha Indonesia

Masjid Baitul Jannah adalah masjid yang beralamat di Perum. Grand Cikarang City Blok C9 tepat berada di depan SDIT Wirausaha Indonesia. Sebagaimana agenda tahunan yang biasa dilakukan, pada hari Ahad, 11/8/2019 (10 Dzulhijjah 1440H) pagi dilaksanakan pemotongan hewan qurban selepas pelaksanaan shalat Iedul Adha.

Ibu-ibu Menyiapkan Konsumsi

“Tahun ini panitia qurban menerima 4 ekor sapi dan 11 ekor kambing domba” ujar pak Erwin sebagai ketua panitia qurban. Ada pun distribusi hewan qurban adalah masyarakat yang membutuhkan di lingkungan sekitar.

Dalam Al-Qu’ran surat Al-Kautsar ayat 2, yang artinya : “Maka laksanakanlah shalat karena Tuhan-mu, dan berqurbanlah (sebagai ibadah mendekatkan diri kepada Allah)”. Dengan berqurban kita dilatih untuk peka dan peduli kepada sesama, terutama di lingkungan tempat kita berada.

Panitia dan warga masyarakat begitu bersemangat melaksanakan kewajibannya dari mulai persiapan sholat Idul Adha sampai pada pendistribusian daging kurban.

Dan yang tak kalah pentingnya ibu-ibu Blok C juga sangat rajin saling bahu membahu menyiapkan konsumsi untuk bapak-bapak yang terlihat lelah dan berkeringat. Sumber: www.swi.sch.id

Sekolah Wirausaha Indonesia Gelar Workshop Jurnalistik

Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Wirausaha Indonesia atau biasa disebut SWI, Jl Nakula Raya No. 1-4, Perumahan Grand Cikarang City Blok C9, Karang Raharja, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi menggelar workshop penulisan jurnalistik bagi para guru-guru.

Workshop jurnalistik oleh tim media Forum Komunikasi Musholla Masjid (Forkammi) digelar pada Sabtu (10/8) di ruang kelas satu dengan peserta sejumlah 17 peserta.

Kegiatan ini bertujuan untuk menambah wawasan dan cara menulis untuk mengisi website sekolah www.swi.sch.id yang sudah dimiliki oleh Sekolah Wirausaha Indonesia tersebut

“Semoga kegiatan ini mampu memberikan pengetahuan cara menulis kepada guru-guru sehingga bisa menginformasikan terkait kegiatan sekolah,” sambutan Kepala Sekolah, Nur Komariah.

Workshop berlangsung mulai pukul 09.30 sampai pukul 12.30. Guru-guru sangat interaktif,saling bertanya juga mencatat materi.

Harapannya dengan adanya kegiatan workshop jurnalistik kilat, tulisan berita terarah dan menjadikan berita baik dan benar. (swi.sch.id)

Penerapan Sistem Absensi Finger Print

Untuk membangun disiplin para guru dan karyawan, mulai hari Jumat tanggal, 9 Agustus 2019 Yayasan Sekolah Wirausaha Indonesia menerapkan sistem absensi dengan finger print atau sidik jari. Sebelumnya, sistem absensi menggunakan kartu absen. Akan tetapi, dikarenakan beberapa kekurangan sistem ini, akhirnya manajemen memutuskan untuk menggunakan sistem finger print.

Sistem absensi finger print

Salah satu kebaikan dari sistem finger print adalah akurasi dalam pelaksanaan absensi itu sendiri dan efektifitasnya dalam hal sistem paleporan dan penilaian. Sistem absensi ini akan segera diintegrasikan dengan sistem keuangan sekolah yang sudah berjalan tiga tahun terakhir.

Diharapkan, dengan sistem absensi finger print ini akan membuat semangat para karyawan semakin baik dan bertanggung jawab. Sedangkan bagi yayasan, akan terciptanya sistem kerja yang lebih efektif dan efisien.

Memulai Usaha, Kapan Dimulai?

Ketika sedang istirahat di sela-sela super training MR, kami berbincang akrab dengan teman satu kamar di kamar hotel sambil bersantai. Sebelumnya kami sudah ngobrol cukup panjang pada saat makan siang menganai usaha saya mendirikan sekolah dasar Islam.

Dia nanya, “Bagaimana awalnya bapak memulai usaha sekolah?”. Saya menjawab dengan kalimat singkat, “Disaat saya merasa penghasilan menjadi dosen itu mentok diangka 3 jutaan, sementara anak saya sudah 3 dan mulai bersekolah”.

Gedung Sekolah Tahun 2013

Berarti bapak memulai usaha disaat tidak memiliki cukup dana untuk memodali usaha dong? Iya. Kok bisa ya, memulai usaha dengan modal yang hampir tidak ada.

Saya balik bertanya, andai ketika itu saya memiliki penghasilan yang lumayan gede dan sangat cukup untuk kehidupan keluarga, apa iya saya akan memulai sebuah usaha? Belum tentu.

Itulah, keadaan manusia. Ketika memiliki penghasilan yang dirasa sangat cukup, dia tidak akan merasa perlu untuk membangun usaha, karena sudah berada di zona nyaman. Sebaliknya, walaupun dalam kondisi keterbatasan, dia memiliki tekad yang sangat kuat karena dia sudah tidak bisa mengharapkan perbaikan pendapatan di tempat kerjanya saat itu. Di sudah mentekadkan dan memikirkan masa depan keluarganya kelak.

Saat Masih Mengontrak, 2012

Maka, mulailah membangun usaha ditengah-tengah kesulitan keuangannya. Manusia hanya perlu punya mimpi yang besar, selanjutnya Allah lah yang akan mewujudkan impiannya itu.

Sukses Bersama Magnet Rezeki

Mendapatkan ilmu baru adalah sesuatu yang sangat menyenangkan bagi saya. Alhamdulillah saya berkesempatan untuk mengikuti Super Tranining Magnet Rezeki pada hari Jumat-Sabtu tanggal, 2-3 Agustus 2019. Super training yang menghadirkan pembicara utama yang juga founder Magnet Rezeki bapak Nasrullah ini bertempat di Hotel Gerbera puncak, Bogor.

Berfoto Bersama Seusai Acara

Registrasi dimulai pada hari Jumat pukul 08.00 sampai pukul 09.00. Pukul 09 kami sudah bersiap untuk mendapatkan materi pertama. Pak Nasrulloh sebagai pemateri tunggal menyampaikan beberapa materi penting dalam ilmu magnet rezeki. Materi yang disampaikan pada hari pertama adalah landasan magnet rezeki, perisai rezeki, konsep dasar, law of projection, garpu tala dan pelaksanaan shalat magrib dan isya berjamaah.

Sedangkan materi dan acara pada hari kedua adalah, shalat taubat secara sendiri-sendiri, shalat tahajjud berjamaah, bermaaf-maafan dan materi paradox of candy, spiritual meter dan terakhir adalah panah arjuna.  

Secara keseluruhan semua materinya sangatlah menarik, apalagi yang membawakan materinya adalah sang penemu ilmunya, yaitu bapak Nasrullah. Namun ada materi yang betul-betul sangat berkesan, yaitu ketika kami melaksanakan praktek ilmu garpu tala. Dalam ilmu garpu tala, kami diajarkan untuk menyelesaikan segala persoalan dengan Al-Qur’an.

Keramik Impian

Pada acara shalat taubat dan shalat tahajjud ini benar-benar menguras air mata kami peserta. Hal ini mengingat kami telah menyadari betapa banyak dosa dan kesalahan yang sudah kami perbuat kepada orang-orang baik kepada orang tua, suami/istri, anak-anak dan orang-orang disekitar kami.

Acara terakhir adalah panah arjuna. Materi ini digantikan dengan praktek memecahkan keramik menggunakan lampu bolam. Kami diberikan keramik bersih dan kami diminta menuliskan seluruh impian di atas keramik itu dengan menggunakan spidol permanen. Jika impian kita kuat dan penuh dengan keyakinan, maka keramik tersebut akan pecah setelah dijatuhi lampu bolam. Saya termasuk yang dapat memecahkan keramik dengan sekali jatuh. Sedangkan ada beberapa peserta yang baru memecahkan keramik setelah menggunakan 3-4 kali penjatuhan lampu bolam.

Demikian pelaksanaan Super Training Magnet Rezeki gelombang pertama di Bogor. Akhirnya, kami semua berharap selalu dalam limpahan rizki yang begitu deras bagai air bah. Amiin.

Super Training Magnet Rezeki

Saya mengikuti Super Tranining Magnet Rezeki pada hari Jumat-Sabtu tanggal, 2-3 Agustus 2019. Super training yang menghadirkan pembicara utama yang juga founder Magnet Rezeki bapak Nasrullah ini bertempat di Hotel Gerbera puncak, Bogor.

Registrasi dimulai pada hari Jumat pukul 08.00. Pukul 09.00 kami sudah bersiap untuk mendapatkan materi pertama. Acara ini berakhir pada hari Sabtu pukul 18.00.

Berfoto bersama bpk Nasrullah

Dahulu sering memikirkan sesuatu yang belum pernah terjawab dengan baik. Yaitu keterkaitan antara tujuan penciptaan nabi Adam AS dengan manusia keturunannya di dunia.

Kini terjawab sudah.

Hadir di pelatihan yang luar biasa ini membuat saya semakin yakin bahwa manusia diciptakan oleh Alloh SWT hanya untuk bersenang-senang.

Manusia diciptakan bukan untuk bekerja keras, bersaing dan saling meniadakan satu dengan yang lain.

Karena pada hakekatnya, di dalam dunia quantum, seluruh manusia itu SATU, SAMA dan TERHUBUNG satu sama lain.

Satu lagi, pada dasarnya Alloh SWT menyediakan rizki yang begitu berlimpah dan begitu deras, hanya saja banyak manusia yang ‘tdk mau’ menerimanya dikarenakan ketidaktahuannya.