Pekerjaanku: Mengelola Lembaga Pendidikan Dasar Islam

Tahun 2011-Sekarang

Saya mengelola lembaga pendidikan dasar, yaitu sekolah dasar islam terpadu. Pada tahun 2011 kami bersama-sama dengan teman satu perumahan mendirikan sebuah yayasan. Dimana melalui yayasan tersebut kami mendirikan sekolah dasar islam terpadu di daerah Cikarang Utara.

Jangan sampai salah memilih sekolah untuk si buah hati

Dalam mengelola lembaga inilah saya mencurahkan segenap tenaga dan pemikiran demi kemajuan sekolah ini. Awalnya kami mengontrak sebuah toko yang digunakan sebagai tempat penerimaan atau pendaftaran siswa baru.

baru.

Tahun 2013

Karena tidak ada yang mendaftar, kami mengontrak sebuah ruko sebagai tempat pendaftaran dan sarana kegiatan belajar mengajar. Alhamdulillah kami menyewa dengan harga yang cukup murah, yaitu 13 juta per tahun dan pembayarannya dapat diangsur sebanyak dua kali. Padahal ketika itu, ruko di sebelah harga sewanya berkisar antara 20 – 25 juta per tahun. Kami menyewa ruko hanya satu tahun.

Pada tahun 2013 sekolah kami pindahkan ke ‘gedung’ milik sendiri. Kami membeli rumah secara KPR sebanyak 6 unit. Lokasi sekolah yang dimaksud adalah berupa rumah yang direnovasi sedikit dan digunakan untuk kegiatan sekolah.

Tahun 2019

Rumah ini mulai dibongkar dan dibangun secara bertahap mulai pertengahan tahun 2015. Baru pada tahun 2018 pembangunan sekolah selesai dengan baik dan menjadi gedung sekolah yang representatif. Alhamdulillah.

Silakan baca juga: Yang menjadi pertimbangan orang tua memilih sekolah

Pekerjaanku: Dosen Manajemen dan Kewirausahaan

Tahun 2009-Sekarang

Bulan Mei 2009 saya diterima sebagai dosen matakuliah sistem informasi manajemen, entrepreneurship, akuntansi dasar dan entrepreneurship di sebuah perguruan tinggi swasta yang mempunyai puluhan cabang di seluruh Indonesia.

Total keseluruhan mahasiswa akademi yang kemudian berubah menjadi universitas pada tahun 2018 ini konon mencapai 60 ribu mahasiswa aktif. Keren ya.

Saya mulai aktif mengajar bulan September 2009.

Sebagai dosen, saya cukup rajin mengikuti berbagai kegiatan ilmiah. Dari mulai melaksanakan pengabdian kepada masyarakat, membuat karya ilmiah yang diseminarkan, membuat karya ilmiah dan dibuat jurnal, menjadi peserta berbagai seminar atau workshop dan menulis buku-buku manajemen.

6 Alasan memilih sekolah ini

Yuuk sekolah di SDIT Wirausaha Indonesia

Berikut judul buku yang saya tulis:

  • Sistem Informasi Manajemen
  • Akuntansi Tingkat Dasar
  • Teori dan Praktek Manajemen
  • Manajemen Bisnis

Pekerjaanku: Mengelola Koperasi Karyawan

Tahun 1999-2003

Pada Tahun 1999, saya diangkat menjadi Ketua sekaligus Manajer sebuah koperasi karyawan yang anggotanya berasal dari dua perusahaan. Jumlah anggotanya sekitar 1500 an orang.

SWI Islamic School layak menjadi pertimbangan orang tua dalam memilih sekolah bagi putra-putrinya

Rupanya, di pekerjaan ini saya mendapatkan tantangan yang cukup besar. Apa pasalnya? Hal ini dikarenakan, koperasi yang beralih kepemimpinanya kepada saya ini sudah dalam kondisi yang cukup memprihatinkan.

Kenapa dikatakan memprihatinkan? Karena kepercayaan anggota kepada pengelola koperasi sebelumnya sudah pada titik nadir. Hal ini dikarenakan koperasi ini mengalami kerugian, pelayanan yang dianggap buruk, sistem keuangan yang dianggap tidak transparan dan tidak jelas dalam kepengelolaan manajemennya.

Rekreasi pengurus koperasi ke Pantai Carita

Manajemen yang teramat buruk menyebabkan kepercayaan anggota pada titik yang paling rendah, ditambah lagi aset koperasi yang tidak jelas keberadaannya.

Dalam kondisi seperti itulah saya diangkat menjadi ketua sekaligus manajer dari lembaga milik karyawan ini.

Bagi saya, ini adalah tantangan yang teramat besar. Pekerjaan besarnya adalah mengembalikan kepercayaan anggota, membuat usaha ini untung, bekerja sama dengan perbankan dan diversifikasi usaha yang menguntungkan anggota.

Alhamdulillah, beberapa bulan setelah pembenahan manajemen koperasi karyawan, lembaga ini sudah mulai menunjukkan perkembangannya. Laba usaha sebesar 48 juta diperoleh setelah delapan bulan kami kelola. Berturut-turut koperasi ini mengalami keuntungan yang signifikan. Puncaknya adalah pada tahun terakhir saya menjadi ketua koperasi, yaitu tahun 2003. Saat itu koperasi membukukan keuntungan sebesar 300 jutaan, dengan total aset sekitar 1.5 miliar.

Tahun 1999 laba dan aset minus, tahun 2003 laba 300 juta, sedangkan aset 1.5 miliar. Sebuah peningkatan yang sangat baik.

Baca juga: SWI, pilihan tepat untuk pendidikan putra-putri Anda

Pekerjaanku: Mengurus Karyawan Tetap

Tahun 1996-1999

Saya bekerja di sebuah perusahaan yang sama, hanya saja kali ini yang saya urus adalah karyawan tetap perusahaan bagian produksi, khususnya mengolah dari bahan baku menjadi barang jadi besi yang siap jual.

Mengenal SDIT Wirausaha Indonesia

Setiap hari saya harus mencatat absensi masuk, pulang dan lembur karyawan dan membuat laporan. Laporan tersebut saya sampaikan ke bagian penggajian.

Selain itu, saya juga mengurus urusan perizinan dan cuti karyawan. Seringkali karyawan marah karena cutinya sudah habis padahal dia merasa belum menghabiskan jatah cutinya. Setelah ditelusuri, karyawan tersebut lupa kalau sudah menghabiskan sebagian atau seluruh jatah cutinya.

Mengurus manusia memang butuh kesabaran yang ekstra tinggi.

Baca juga: Alasan memilih SWI Islamic School

Pekerjaanku: Mengurus Karyawan Borong

Tahun 1994-1996

Saya bekerja di sebuah perusahaan yang memproduksi besi. Pekerjaan saya adalah kembali mengurus orang. Posisi kerja saya adalah mengurus sistem administrasi dan sistem penggajian karyawan bagian borong.

Apa yang menjadi pertimbangan orang tua dalam memilih sekolah?

Setiap hari saya harus mengkolektif dan memastikan karyawan bekerja dimana, bekerjanya apa dan siapa atasannya. Kemudian mencatat absensi masuk, pulang dan lembur karyawan. Saya membuat laporan setiap hari mengenai absensi, lembur dan pekerjaan karyawan bagian borong yang ditujukan kepada bagian penggajian karyawan.

Jadi, saya membuat laporan mengenai urusan pekerjaan, sedangkan karyawan bagian penggajianlah yang menghitung gaji atau upahnya.

Seringkali saya harus bersitegang dengan karyawan. Gara-garanya gaji atau lemburnya tidak dibayar. Beberapa kali saya diancam karena mereka beranggapan saya lah penyebab gaji atau lemburnya tidak terbayar. Padahal setelah ditelusuri, faktornya bukan karena kelalaian saya selaku pembuat laporan, tetapi salah hitung dari bagian penggajian dan lain-lain.

Itulah resiko mengurusi urusan orang lain.

Baca juga: Kenapa memilih SDIT Wirausaha Indonesia?

Pekerjaanku: Karyawan Koperasi Simpan Pinjam

Bagian 1

Sejak merantau dan bekerja (1992) sampai dengan saat ini (2019), saya selalu mendapatkan pekerjaan yang mengharuskannya untuk berhubungan, berkomunikasi dan berurusan dengan orang lain.

Tahun 1992-1994. Saya bekerja sebagai tenaga marketing dan penagihan di sebuah koperasi simpan pinjam. Tugas utama saya adalah memasarkan produk pinjaman untuk anggota koperasi dan sekaligus menagih angsurannya secara harian.

Tantangan pekerjaan ini cukup tinggi, karena saya harus memenuhi baik target peminjaman maupun target penagihan. Untuk memenuhi target memasarkan uang mungkin tidak susah-susah amat. Siapa yang tidak mau duit? Kebanyakan orang berfikit, ambil saja dulu pinjamannya, perkara pembayarannya seperti apa, tidak terlalu dipikirkan. Oleh karenanya, banyak peminjam yang menunggak bahkan tidak membayar angsuran sama sekali.

Untuk mencapai target penagihan, ini memang memiliki tantangannya tersendiri. Butuh upaya yang ekstra sabar dan berani. Sabar dalam arti bagaimana caranya agar peminjam dengan sukarela membayar hutangnya. Berani dalam arti, banyak di antara peminjam yang sering kalap dan emosional ketika ditagih. Aneh kan?

Silakan baca juga: Bagaimana memilih sekolah