Semua tulisan dari admin

Tanda-Tanda Hati Anda Sudah Terpaut dengan Dunia

Limpahan kesejahteraan
Limpahan kesejahteraan

1. Anda tidak bersiap siap saat waktu shalat akan tiba.

2. Anda melalui hari ini tanpa sedikitpun membuka lembaran Al Qur’an lantaran Anda terlalu sibuk.

3. Anda sangat perhatian dengan omongan orang lain tentang diri Anda.

4. Anda selalu berpikir setiap waktu bagaimana caranya agar harta Anda semakin bertambah.

5. Anda marah ketika ada orang yang memberikan nasihat bahwa perbuatan yang Anda lakukan adalah haram.

6. Anda terus menerus menunda untuk berbuat baik. “Aku akan mengerjakannya besok, nanti, dan seterusnya.”

7. Anda selalu mengikuti perkembangan gadget terbaru dan selalu berusaha memilikinya.

8. Anda sangat tertarik dengan kehidupan para selebriti.

9. Anda sangat kagum dengan gaya hidup orang-orang kaya.

10. Anda ingin selalu menjadi pusat perhatian orang.

11. Anda selalu bersaing dengan orang lain untuk meraih cita-cita duniawi.

12. Anda selalu merasa haus akan kekuasaan dan kedigdayaan dalam hidup, dan perasaan itu tidak dapat dibendung.

13. Anda merasa tertekan manakala Anda gagal meraih sesuatu.

14. Anda tidak merasa bersalah saat melakukan dosa-dosa kecil

15. Anda tidak mampu untuk segera berhenti berbuat yang haram, dan selalu menunda bertaubat kepada Allah.

16. Anda tidak kuasa berbuat sesuatu yang diridhai Allah hanya karena perbuatan itu bisa mengecewakan orang lain

17. Anda sangat perhatian terhadap harta benda yang sangat ingin Anda miliki.

18. Anda merencanakan kehidupan hingga jauh ke depan.

19. Anda menjadikan aktivitas belajar agama sebagai aktivitas pengisi waktu luang saja, setelah sibuk berkarir.

21. Anda memiliki teman-teman yang kebanyakannya tidak bisa mengingatkan Anda kepada Allah.

21. Anda menilai orang lain berdasarkan status sosialnya di dunia.

22. Anda melalui hari ini tanpa sedikitpun terbersit memikirkan kematian.

23. Anda meluangkan banyak waktu sia-sia melakukan sesuatu yang tidak bermanfaat bagi kehidupan akhirat.

Semoga bermanfaat..

10 Alasan Laki-Laki Harus Shalat di Masjid

Memang ada ikhtilaf ulama apakah Wajib Ain bagi laki-laki hukumnya shalat berjamaah di masjid atau hukumnya sunnah saja. Akan tetapi pendapat terkuat hukumnya wajib. Dengan beberapa alasan berikut:
Berdoa Agar Hutang Lunas
Berdoa

1. Allah yang langsung memerintahkan dalam al-Quran agar shalat berjamaah.

Allah Ta’ala berfirman,

وَأَقِيمُوا الصَّلاَةَ وَءَاتُوا الزَّكَاةَ وَارْكَعُوا مَعَ الرَّاكِعِينَ

“Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku’lah beserta orang-orang yang ruku’.” (Al-Baqarah: 43)

Ibnul Qayyim Al-Jauziyah rahimahullah berkata,

، فلا بد لقوله { مع الراكعين } من فائدة أخرى وليست إلا فعلها مع جماعة المصلين والمعية تفيد ذلك

“makna firman Allah “ruku’lah beserta orang-orang yang ruku’, faidahnya yaitu tidaklah dilakukan kecuali bersama jamaah yang shalat dan bersama-sama.”[1]

2. Saat-saat perang berkecamuk, tetap diperintahkan shalat berjamaah. Maka apalagi suasana aman dan tentram. Dan ini perintah langsung dari Allah dalam al-Quran

Allah Ta’ala berfirman,

وَإِذَا كُنتَ فِيهِمْ فَأَقَمْتَ لَهُمُ الصَّلاَةَ فَلْتَقُمْ طَآئِفَةُُ مِّنْهُم مَّعَكَ وَلِيَأْخُذُوا أَسْلِحَتَهُمْ فَإِذَا سَجَدُوا فَلْيَكُونُوا مِن وَرَآئِكُمْ وَلْتَأْتِ طَآئِفَةٌ أُخْرَى لَمْ يُصَلُّوا فَلْيُصَلُّوا مَعَكَ وَلْيَأْخُذُوا حِذْرَهُمْ وَأَسْلِحَتَهُمْ وَدَّ الَّذِينَ كَفَرُوا لَوْ تَغْفُلُونَ عَنْ أَسْلِحَتِكُمْ وَأَمْتِعَتِكُمْ فَيَمِيلُونَ عَلَيْكُم مَّيْلَةً وَاحِدَةً وَلاَ جُنَاحَ عَلَيْكُمْ إِن كَانَ بِكُمْ أَذًى مِّن مَّطَرٍ أَوْ كُنتُم مَّرْضَى أَن تَضَعُوا أَسْلِحَتَكُمْ وَخُذُوا حِذْرَكُمْ إِنَّ اللهَ أَعَدَّ لِلْكَافِرِينَ عَذَابًا مُّهِينًا

“Dan apabila kamu berada di tengah-tengah mereka (sahabatmu) lalu kamu hendak mendirikan shalat bersama-sama mereka, maka hendaklah segolongan dari mereka berdiri (shalat) besertamu dan menyandang senjata, kemudian apabila mereka (yang shalat bersamamu) sujud (telah menyempurnakan satu rakaat), maka hendaklah mereka pindah dari belakangmu (untuk menghadapi musuh) dan hendaklah datang golongan yang kedua yang belum shalat, lalu shalatlah mereka denganmu.” (An-Nisa’ 102)

Ibnu Mundzir rahimahullah berkata,

ففي أمر الله بإقامة الجماعة في حال الخوف : دليل على أن ذلك في حال الأمن أوجب .

“pada perintah Allah untuk tetap menegakkan shalat jamaah ketika takut (perang) adalah dalil bahwa shalat berjamaah ketika kondisi aman lebih wajib lagi.”[2]

Ibnul Qayyim Al-Jauziyah rahimahullah menjelaskan,

وفي هذا دليل على أن الجماعة فرض على الأعيان إذ لم يسقطها سبحانه عن الطائفة الثانية بفعل الأولى، ولو كانت الجماعة سنة لكان أولى الأعذار بسقوطها عذر الخوف، ولو كانت فرض كفاية لسقطت بفعل الطائفة الأولى …وأنه لم يرخص لهم في تركها حال الخوف

“Ayat ini merupakan dalil yang sangat jelas bahwa shalat berjamaah hukumnya fardhu ain bukan hanya sunnah atau fardhu kifayah, Seandainya hukumnya sunnah tentu keadaan takut dari musuh adalah udzur yang utama. Juga bukan fardhu kifayah karena Alloh menggugurkan kewajiban berjamaah atas rombongan kedua dengan telah berjamaahnya rombongan pertama… dan Allah tidak memberi keringanan bagi mereka untuk meninggalkan shalat berjamaah dalam keadaan ketakutan (perang).“[3]

3. Orang buta yang tidak ada penuntut ke masjid tetap di perintahkan shalat berjamaah ke masjid jika mendengar adzan, maka bagaimana yang matanya sehat?

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata,

أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجُلٌ أَعْمَى فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهُ لَيْسَ لِي قَائِدٌ يَقُودُنِي إِلَى الْمَسْجِدِ فَسَأَلَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يُرَخِّصَ لَهُ فَيُصَلِّيَ فِي بَيْتِهِ فَرَخَّصَ لَهُ فَلَمَّا وَلَّى دَعَاهُ فَقَالَ هَلْ تَسْمَعُ النِّدَاءَ بِالصَّلَاةِ قَالَ نَعَمْ قَالَ فَأَجِبْ

“Seorang buta pernah menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan berujar, “Wahai Rasulullah, saya tidak memiliki seseorang yang akan menuntunku ke masjid.” Lalu dia meminta keringanan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam untuk shalat di rumah, maka beliaupun memberikan keringanan kepadanya. Ketika orang itu beranjak pulang, beliau kembali bertanya, “Apakah engkau mendengar panggilan sha

6:55:18 AM
lat (azan)?” laki-laki itu menjawab, “Ia.” Beliau bersabda, “Penuhilah seruan tersebut (hadiri jamaah shalat).”[4]

Dalam hadits yang lain yaitu, Ibnu Ummi Maktum (ia buta matanya). Dia berkata,

يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ الْمَدِينَةَ كَثِيرَةُ الْهَوَامِّ وَالسِّبَاعِ. فَقَالَ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- « أَتَسْمَعُ حَىَّ عَلَى الصَّلاَةِ حَىَّ عَلَى الْفَلاَحِ فَحَىَّ هَلاَ ».

“Wahai Rasulullah, di Madinah banyak sekali tanaman dan binatang buas. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apakah kamu mendengar seruan adzan hayya ‘alash sholah, hayya ‘alal falah? Jika iya, penuhilah seruan adzan tersebut”.”[5]

4. Wajib shalat berjamaah di masjid jika mendengar adzan

Sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

مَنْ سَمِعَ النِّدَاءَ فَلَمْ يَأْتِهِ فَلَا صَلَاةَ لَهُ إِلَّا مِنْ عُذْرٍ

“Barangsiapa yang mendengar azan lalu tidak mendatanginya, maka tidak ada shalat baginya, kecuali bila ada uzur.” [6]

5. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan ancaman kepada laki-laki yang tidak shalat berjamaah di masjid dengan membakar rumah mereka.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

إِنَّ أَثْقَلَ صَلَاةٍ عَلَى الْمُنَافِقِينَ صَلَاةُ الْعِشَاءِ وَصَلَاةُ الْفَجْرِ وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِيهِمَا لَأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا وَلَقَدْ هَمَمْتُ أَنْ آمُرَ بِالصَّلَاةِ فَتُقَامَ ثُمَّ آمُرَ رَجُلًا فَيُصَلِّيَ بِالنَّاسِ ثُمَّ أَنْطَلِقَ مَعِي بِرِجَالٍ مَعَهُمْ حُزَمٌ مِنْ حَطَبٍ إِلَى قَوْمٍ لَا يَشْهَدُونَ الصَّلَاةَ فَأُحَرِّقَ عَلَيْهِمْ بُيُوتَهُمْ بِالنَّارِ

“Shalat yang dirasakan paling berat bagi orang-orang munafik adalah shalat isya dan shalat subuh. Sekiranya mereka mengetahui keutamaannya, niscaya mereka akan mendatanginya sekalipun dengan merangkak. Sungguh aku berkeinginan untuk menyuruh seseorang sehingga shalat didirikan, kemudian kusuruh seseorang mengimami manusia, lalu aku bersama beberapa orang membawa kayu bakar mendatangi suatu kaum yang tidak menghadiri shalat, lantas aku bakar rumah-rumah mereka.”[7]

Ibnu Mundzir rahimahullah berkata,

وفي اهتمامه بأن يحرق على قوم تخلفوا عن الصلاة بيوتهم أبين البيان على وجوب فرض الجماعة

“keinginan beliau (membakar rumah) orang yang tidak ikut shalat berjamaah di masjid merupakan dalil yang sangat jelas akan wajib ainnya shalat berjamaah di masjid”[8]

6. Tidak shalat berjamaah di masjid di anggap “munafik” oleh para sahabat.

Dari Abdullah bin Mas’ud radhiallahu anhu dia berkata:

وَلَقَدْ رَأَيْتُنَا وَمَا يَتَخَلَّفُ عَنْهَا إِلَّا مُنَافِقٌ مَعْلُومُ النِّفَاقِ وَلَقَدْ كَانَ الرَّجُلُ يُؤْتَى بِهِ يُهَادَى بَيْنَ الرَّجُلَيْنِ حَتَّى يُقَامَ فِي الصَّفِّ

“Menurut pendapat kami (para sahabat), tidaklah seseorang itu tidak hadir shalat jamaah, melainkan dia seorang munafik yang sudah jelas kemunafikannya. Sungguh dahulu seseorang dari kami harus dipapah di antara dua orang hingga diberdirikan si shaff (barisan) shalat yang ada.”[9]

7. Shalat berjamaah mendapat pahala lebih banyak

Dalam satu riwayat 27 kali lebih banyak

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

صَلَاةُ الْجَمَاعَةِ أَفْضَلُ مِنْ صَلَاةِ الْفَذِّ بِسَبْعٍ وَعِشْرِينَ دَرَجَةً

“Shalat berjamaah itu lebih utama daripada shalat sendirian dengan 27 derajat.”[10]

diriwayat yang lain 25 kali lebih banyak:

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

صَلَاةُ الْجَمَاعَةِ تَعْدِلُ خَمْسًا وَعِشْرِينَ مِنْ صَلَاةِ الْفَذِّ

“Shalat berjamaah itu lebih utama daripada shalat sendirian dengan 25 derajat.”[11]

Banyak kompromi hadits mengenai perbedaan jumlah bilangan ini. Salah satunya adalah “mafhum adad” yaitu penyebutan bilangan tidak membatasi.

8. Keutamaan shalat berjamaah yang banyak

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

مَنْ صَلَّى الْعِشَاءَ فِي جَمَاعَةٍ كَانَ كَقِيَامِ نِصْفِ لَيْلَةٍ وَمَنْ صَلَّى الْعِشَاءَ وَالْفَجْرَ فِي جَمَاعَةٍ كَانَ كَقِيَامِ لَيْلَةٍ

“Barang siapa shalat isya dengan berjamaah, pahalanya seperti shalat setengah malam. Barang siapa shalat isya dan subuh dengan berjamaah, pahalanya seperti shalat semalam penuh.”[12]

9. Tidak shalat berjamaah akan dikuasai oleh setan

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasalla

6:55:18 AM
m bersabda,

مَا مِنْ ثَلَاثَةٍ فِي قَرْيَةٍ وَلَا بَدْوٍ لَا تُقَامُ فِيهِمْ الصَّلَاةُ إِلَّا قَدْ اسْتَحْوَذَ عَلَيْهِمْ الشَّيْطَانُ فَعَلَيْكَ بِالْجَمَاعَةِ فَإِنَّمَا يَأْكُلُ الذِّئْبُ الْقَاصِيَةَ

“Tidaklah tiga orang di suatu desa atau lembah yang tidak didirikan shalat berjamaah di lingkungan mereka, melainkan setan telah menguasai mereka. Karena itu tetaplah kalian (shalat) berjamaah, karena sesungguhnya srigala itu hanya akan menerkam kambing yang sendirian (jauh dari kawan-kawannya).”[13]

10. Amal yang pertama kali dihisab adalah shalat, jika baik maka seluruh amal baik dan sebaliknya, apakah kita pilih shalat yang sekedarnya saja atau meraih pahala tinggi dengan shalat berjamaah?

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

إِنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ النَّاسُ بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ أَعْمَالِهِمْ الصَّلَاةُ قَالَ يَقُولُ رَبُّنَا جَلَّ وَعَزَّ لِمَلَائِكَتِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ انْظُرُوا فِي صَلَاةِ عَبْدِي أَتَمَّهَا أَمْ نَقَصَهَا فَإِنْ كَانَتْ تَامَّةً كُتِبَتْ لَهُ تَامَّةً وَإِنْ كَانَ انْتَقَصَ مِنْهَا شَيْئًا قَالَ انْظُرُوا هَلْ لِعَبْدِي مِنْ تَطَوُّعٍ فَإِنْ كَانَ لَهُ تَطَوُّعٌ قَالَ أَتِمُّوا لِعَبْدِي فَرِيضَتَهُ مِنْ تَطَوُّعِهِ ثُمَّ تُؤْخَذُ الْأَعْمَالُ عَلَى ذَاكُمْ

“Sesungguhnya yang pertama kali akan dihisab dari amal perbuatan manusia pada hari kiamat adalah shalatnya. Rabb kita Jalla wa ‘Azza berfirman kepada para malaikat-Nya -padahal Dia lebih mengetahui, “Periksalah shalat hamba-Ku, sempurnakah atau justru kurang?” Sekiranya sempurna, maka akan dituliskan baginya dengan sempurna, dan jika terdapat kekurangan maka Allah berfirman, “Periksalah lagi, apakah hamba-Ku memiliki amalan shalat sunnah?” Jikalau terdapat shalat sunnahnya, Allah berfirman, “Sempurnakanlah kekurangan yang ada pada shalat wajib hamba-Ku itu dengan shalat sunnahnya.” Selanjutnya semua amal manusia akan dihisab dengan cara demikian.”[14]

Khusus bagi yang mengaku mazhab Syafi’i (mayoritas di Indonesia), maka Imam Syafi’i mewajibkan shalat berjamaah dan tidak memberi keringanan (rukshah).

Imam Asy Syafi’i rahimahullah berkata,

وأما الجماعة فلا ارخص في تركها إلا من عذر

“Adapun shalat jama’ah, aku tidaklah memberi keringanan bagi seorang pun untuk meninggalkannya kecuali bila ad
a udzur.”[15]

Dahsyatnya Doa

استمعوا ـ لهذه القصة،
Simaklah kisah berikut
وقولوا :
Lalu katakan
لا حول ولا قوة إلا بالله

ذهب عوف بن مالك الأشجعي إلى رسول الله عليه الصلاة والسلام
Suatu hari auf bin malik al-asyja’i mendatangi Rasulullah
وقال له:
Lalu berkata kepadanya :

يا رسول الله، إن ابني مالكًا ذهب معك غازيًا في سبيل الله ولم يعد، فماذا أصنع؟ لقد عاد الجيش ولم يعد مالك رضي الله عنه
ya rasulullah, anakku malik ikut perang fi sabilillah bersama engkau, namun ia belum pulang, apa yg harus saya perbuat? padahal semua pasukan sudah pulang, kecuali malik

قال رسول الله عليه الصلاة والسلام: ((يا عوف، أكثر أنت وزوجك من قول
Rasulullah bersabda : kamu dan istrimu perbanyaklah mengucapkan :
لا حول ولا قوة إلا بالله)).

وذهب الرجل إلى زوجته التي ذهب وحيدها ولم يعد، فقالت له: ماذا أعطاك رسول الله يا عوف؟
Ia pun kembali ke istrinya, maka sang istri bertanya : apa yg diberikan Rasulullah kepadamu ya auf?

قال لها: أوصاني أنا وأنتِ بقول:
Auf menjawab : beliau memberi saran kepada saya dan kamu agar mengucapkan :
لا حول ولا قوة إلا بالله.

ماذا قالت المرأة المؤمنة الصابرة؟
(Lihat) Apa tanggapan wanita penyabar tersebut?

قالت: لقد صدق رسول الله عليه الصلاة والسلام ،
Wanita tersebut menjawab : sungguh benar apa yg dikatakan Rasulullah

وجلسا يذكران الله بقول:
Maka keduanya duduk sambil zikir
لا حول ولا قوة إلا بالله،

وأقبل الليل بظلامه، وطُرِق الباب،
Malam pun tiba hingga gelap, lalu ada yg mengetuk pintu

وقام عوف ليفتح فإذا بابنه مالك قد عاد، ووراءه رؤوس الأغنام ساقها غنيمة،
Maka auf berdiri untuk membukakan pintu, ternyata adalah anaknya malik datng membawa rampasan perang

فسأله أبوه: ما هذا؟
Maka ayahnya bertanya : apa ini?
قال: إن القوم قد أخذوني وقيّدوني بالحديد وشدّوا أوثاقي،
Ia menjawab : sungguh para musuh telah menangkapku dan mengikatku dg rantai sangat kencang

فلما جاء الليل حاولت الهروب فلم أستطع لضيق الحديد وثقله في يدي وقدمي،
Ketika malam tiba, aku berusaha kabur, namun aku tdk bisa, karena rantainya sangat kencang dan berat di tangan dan kakiku

وفجأة شعرت بحلقات الحديد تتّسع شيئًا فشيئًا حتى أخرجت منها يديّ وقدميّ،
Tiba2 aku merasa ikatan rantainya melonggar sedikit demi sedikit, sehingga aku bisa melepaskan tanganku dan kakiku

وجئت إليكم بغنائم المشركين هذه،
Dan sekarang aku datang membawa harta rampasan kaum musyrikin

فقال له عوف:
Auf bertanya lagi

يا بني، إن المسافة بيننا وبين العدو طويلة، فكيف قطعتها في ليلة واحدة؟!
Wahai anakku, bukankah jarak kita dan musuh itu sangat jauh, bagaimana kamu bisa kembali pulang dalam satu malam

فقال له ابنه مالك:
Maka ia menjawab

يا أبت، والله عندما خرجت من السلاسل شعرت وكأن الملائكة تحملني على جناحيها.
Wahai ayahanda, demi Allah ketika aku lepas dari ikatan rantai, aku merasa seakan akan malaikat membawaku dg sayapnya

سبحان الله العظيم!
Maha suci Allah yg maha agung

وذهب عوف إلى رسول الله عليه الصلاة والسلام ليخبره،
Maka auf pun mendatangi rasulullah untuk menceritakan kabar tersebut
وقبل أن يخبره قال له الرسول عليه الصلاة والسلام:
Namun sebelum ia menyampaikan kabR tersebut, Rasulullah bersabda

((أبشر يا عوف، فقد أنزل الله في شأنك قرآنًا
Berbahagialah engkau wahai auf, sungguh Allah telah menurunkan ayat Al-quran terkait urusanmu

🙁 وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا *
Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar.
وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لا يَحْتَسِبُ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا
Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu )

اعرف ان لا حول ولا قوة الا بالله كنز من تحت عرش الرحمن
Ketahuilah bahwa لا حول ولا قوة الا بالله adalah harta mahal dr bawah singgasana Allah

وهي دواء من ٩٩ داء ايسرهم الهم
Ia juga merpakan obat untuk 99 penyakit, penyakit yg paling ringan adalah rasa gundah

حتى اذا نويت نشر هذا الكلام
انوِي بها خير لعل الله يفرج لك بها كربة من كرب الد

7:44:34 PM
نياااا
Bahkan ketika kamu hendak menshare tulisan ini, niatkanlah dg baik, semoga Allah memudahkan kesulitan anda

Kisah Ular dan Gergaji

Seekor ular memasuki gudang tempat kerja seorang tukang kayu di sore hari. Kebiasaan si tukang kayu adalah membiarkan sebagian peralatan kerjanya berserakan dan tidak merapikannya. Nah, ketika ular itu masuk ke sana, secara kebetulan ia merayap di atas gergaji.

gergaji

Tajamnya mata gergaji menyebabkan perut ular itu terluka. Ular beranggapan gergaji itu menyerangnya. Ia pun membalas dengan mematuk gergaji itu berkali-kali. Serangan yang bertubi-tibu menyebabkan luka parah di bagian mulutnya.

Marah dan putus asa, ular berusaha mengerahkan kemampuan terakhirnya untuk mengalahkan musuhnya. Ia pun lalu membelit kuat gergaji itu. Belitan yang menyebabkan tubuhnya terluka amat parah. Dan akhirnya ia pun binasa.

Di pagi hari si tukang kayu menemukan bangkai ular di sebelah gergaji kesayangannya.

———-

Kadangkala di saat marah, kita ingin melukai orang lain. Setelah semua berlalu, kita baru menyadari bahwa yang terlukai sebenarnya adalah diri kita sendiri.

Banyaknya perkataan yang terucap dan tindakan yang dilakukan saat amarah menguasai, sebanyak itu pula kita melukai diri sendiri.

“Orang yang tak berpengalaman mendapat kebodohan, tetapi orang yang bijak bermahkotakan pengetahuan”.

Tidak ada musuh yang tak dapat ditaklukkan oleh cinta.

Tak ada penyakit yang tak dapat disembuhkan oleh kasih sayang.

Tak ada permusuhan yang tak dapat dimaafkan oleh ketulusan.

Tak ada kesulitan yang tak dapat dipecahkan oleh ketekunan.

Tak ada batu keras yang tak dapat dipecahkan oleh kesabaran.

Semua itu haruslah berasal dari hati kita.

Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa meredam amarah padahal dia mampu melampiaskannya (karena mampu/berkuasa), maka Allah memanggilnya di hadapan para makhluk di hari kiamat, Dia menyuruhnya memilih daripada bidadari apa yang dia kehendaki” (HR. Abu DAud)

Semoga bermanfaat…

Klasifikasi Perencanaan

Klasifikasi Perencanaan

Menurut Stoner dan Wankel (HB.Siswanto, 2010:48), perencanaan dapat diklasifikasiken menjadi dua jenis, yaitu rencana strategis (strategic plans) dan rencana operasional (operational plan).

Tujuan1

 Rencana Strategis

Rencana strategis merupakan proses peencanaan jangka panjang yang formal untuk menentukan dan mencapai tujuan organisasi. Rencana strategis, adalah rencana yang dirancang untuk mencapai tujuan organisasi secara keseluruhan, yaitu untuk mengimplementasikan misi organisasi di mana dengan misi itulah satu-satunya alasan eksistensi organisasi tersebut. Di antara bentuk perencanaan strategis adalah pemilihan tujuan organisasi, penentuan kebijakan dan program yang diperlukan untuk mencapai sasaran dan tujuan tertentu serta menetapkan metode yang diperlukan untuk menjamin agar kebijakan dan program strategis itu dilaksanakan.

Setiap organisasi selalu mempunyai rencana strategis walaupun kadang-kadang mungkin tidak secara eksplisit dirumuskan oleh organisasi. Rencana strategis amat diperlukan pada setiap organisasi. Akan tetapi, perencanaan strategis memiliki dua sisi yaitu kelebihan dan kekurangan. Beberapa kelebihan menggunakan rencana strategis adalah :

  • Manajer dapat menentukan tujuan secara jelas dan bagaimana metode pencapaiannya kepada jajaran di bawahnya.
  • Membantu manajer mengantisipasi masalah sebelum muncul dan memecahkannya ketika terjadi sebelum menjadi lebih buruk.
  • Membantu manajer mengenal peluang yang memiliki resiko besar dan peluang yang memiliki resiko lebih kecil dan manajer memilih peluang yang ada.
  • Mengurangi kemungkinan kesalahan dan kejutan yang tidak menyenangkan. Hal ini dikarenakan sasaran/tujuan dan strategi dilakukan dengan pemilihan dan penelitian yang seksama.
  • Memungkinkan manajer membuat keputusan yang tahan menghadapi ujian waktu dan lingkungan.

Sedangkan kelemahan menggunakan rencana strategis, adalah sebagai berikut :

  • Seringkali perencanaan menciptakan birokrasi di organisasi.
  • Seringkali perencanaan strategis cenderung membatasi organisasi pilihan yang paling rasional bebas resiko, oleh karenanya manajer akan menghindari peluang menarik dengan tingkat kepastian tinggi.

Rencana Operasional

Rencana operasional merupakan rencana yang menggambarkan tentang bagaimana rencana strategis diimplementasikan. Rencana operasional ini terbagi menjadi : rencana tetap dan rencana sekali pakai.

Rencana Tetap

Rencana tetap atau standing plan adalah merupakan serangkaian prosedur yang digunakan untuk menangani kondisi yang terjadi berulang-ulang (repetitive) dan dapat diperkirakan. Rencana tetap ini merupakan langkah bagi manajer untuk menghemat sumber daya yang digunakan dalam perencanaan dan pengambilan keputusan karena situasi yang sama ditangani dengan cara yang konsisten yang pernah dilakukan sebelumnya.

Bentuk-bentuk rencana tetap antara lain :

  • Kebijakan (policy). Adalah merupakan suatu pedoman umum dalam pengambilan keputusan. Kebijakan menentukan apakah keputusan dapat diambil atau tidak. Kebijakan biasanya ditetapkan secara formal. Pihak yang memiliki kewenangan untuk membuat kebijakan biasanya manajer puncak (top manager). Beberapa alasan mengapa manajer puncak membuat kebijakan adalah :
  1. Kebijakan tersebut diharapkan akan meningkatkan efektivitas organiasasi dalam berbagai situasi yang terencana.
  2. Adanya keinginan untuk menghilangkan pertentangan yang terjadi pada hierarki yang lebih rendah dalam suatu organisasi.
  • Prosedur standar (standard procedure). Penerapan kebijakan dilakukan melalui sejumlah aturan yang lebih detil yang disebut prosedur standar atau aturan standar. Prosedur ini memungkinkan adanya seperangkat petunjuk rinci untuk melaksanakan urutan tindakan yang sering terjadi.
  • Peraturan (rules/regulatitions). Merupakan suatu ketentuan yang berlaku yang menyatakan suatu kegiatan tertentu harus atau tidak boleh dilakukan. Aturan ini digunakan untuk mengelaborasi rencana-rencana lain yang biasanya merupakan hasil kebijaksanaan yang diikuti dalam setiap kejadian. Biasanya anggota organisasi tidak memiliki pilihan lain selain harus mengikuti aturan yang sudah ditetapkan.

Rencana Sekali Pakai

Rencana sekali pakai atau single use plan adalah serangkaian kegiatan terperinci yang mungkin saja tidak berulang dalam bentuk yang sama di waktu yang akan datang.

Contohnya adalah rencana perusahaan untuk membangun pabrik baru karena adanya tuntutan kapasitas produksi tentunya memerlukan rencana sekali pakai khusus bagi proyek tersebut. Sekalipun perusahaan pernah melakukan pembangunan pabrik baru pada waktu yang lalu, hal ini tidak dapat menggunakan rencana pembangunan pabrik yang lama. Hal ini dikarenakan adanya perbedaan-perbedaan teknis pada waktu yang lalu dan kini. Bentuk-bentuk rencana sekali pakai adalah : program, proyek dan anggaran.

  • Program (programs). Suatu program mengenai serangkaian kegiatan yang relative lebih luas. Suatu program menjelaskan mengenai :
  1. Langkah-langkah penting yang diperlukan untuk mencapai sasaran/tujuan.
  2. Unit atau personil yang yang diberikan tanggung jawab untuk setiap langkah tersebut.
  3. Urutan kegiatan yang sistematis pada setiap langkah.

Program ini mungkin saja merupaka jenis tipe rencana yang paling rumit untuk dimengerti dan diimplementasikan. Hal ini dikarenakan program terdiri atas suatu gabungan antara tujuan, strategi, kebijaksanaan, aturan dan penugasan pekerjaan.

  • Proyek (project). Merupakan rencana sekali pakai yang lingkupnya lebih sempit dan merupakan bagian yang terpisah dari program. Setiap proyek memiliki ruang lingkup kegiatan yang terbatas, termasuk arah penugasan dan waktu penyelesaian. Penanggung jawab dari proyek adalah personil yang ditunjuk dan diberikan sumber daya-sumber daya yang diperlukan untuk menyelesaikan proyek teresebut dan batas waktu yang mengikat.

Perencanaan dalam lingkup proyek ini adalah tipe perencanaan yang fleksibel untuk menyelesaikan suatu masalah pada berbagai situasi.

  • Anggaran (budget). Anggaran adalah suatu pernyataan yang memuat mengenai sumber daya keuangan (financial source) yang disediakan untuk suatu kegiatan dan waktu tertentu. Seringkali manajer memperlakukan penyusunan anggaran sebagai proses bagaimana dibuat untuk memilih berbagai sumber daya yang tersedia dalam serangkaian kegiatan. Dengan demikian, penyusunan anggaran merupakan proses penting bagaimana kegiatan-kegiatan dipilih dan dikoordinasikan.

Tipe Perencanaan

Tipe Perencanaan

Menurut cara yang ditempuh, perencanaan dapat diklasifikasikan menjadi beberapa cara. Cara yang ditempuh dalam melakukan perencanaan akan menentukan muatan rencana dan bagaimana rencana terebut dapat diwujudkan.

Beberapa hal yang menjelaskan mengapa dalam melakukan perencanaan dapat dicapai dalam beberapa cara adalah :

  • Perbedaan tipe organisasi. Organisasi yang memiliki jenis yang berbeda, maka dengan sendirinya memiliki visi dan misi yang berbeda pula yang mengakibatkan perbedaan pendekatan perencanaan.
  • Waktu yang berbeda. Perencanaan untuk satu waktu dengan waktu yang lain tentulah amat berbeda. Hal ini dimungkinkan karena setiap waktu menyimpan kecenderungan, kondisi dan kebutuhan yang berbeda pulan. Bahkan untuk organisasi yang sama, perencanaan setiap waktu berbeda sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan setiap satuan unit kerja dalam organisasi tersebut.
  • Gaya kepemimpinan. Setiap manajer tentulah berlainan karaktaristik, kemampuan melakukan adaptasi lingkungan, kemampuan analisa dan pemikiran yang berbeda pula. Hal ini memungkinkan perbedaan cara membuat perencanaan organisasinya.

Setidaknya ada lima dasar pengklasifikasian perencanaan, yaitu :

  1. Bidang Fungsional, yaitu mencakup rencana produksi, pemasaran, keuangan dan sumber daya manusia. Setiap faktor memerlukan tipe perencanaan yang berbeda. Contohnya adalah : rencana produksi suatu pabrik tentunya meliputi perencanaan mengenai kebutuhan bahan-bahan yang diperlukan untuk proses produksi, jadwal produksi dilaksanakan, jadwal perawatan mesin/alat dan lain-lain. Sedangkan rencana pemasaran meliputi kegiatan mengenai target penjualan dalam waktu tertentu (harian, pekanan, bulanan dll), program promosi yang ditempuh, sarana penjualan yang dipakai dan lain-lain.
  1. Tingkatan Organisasional, adalah termasuk keseluruhan organisasi atau satuan-satuan unit kerja organisasi. Teknik dan isi perencanaan berbeda untuk setiap tingkatan. Semakin ke atas suatu tingkatan manajemen, maka perencanaan akan semakin kompleks. Perencanan untuk keseluruhan organisasi akan lebih kompkelks dan rumit dibandingkan dengan perencanaan untuk satu satuan unit kerja.
  1. Sifat, meliputi faktor-faktor kompleksitas, tingkat kesulitan, jangka pendek/panjang, fleksibilitas, keformalan, kerahasiaan, keterbukaan, ketersediaan biaya, rasionalitas, kuantitatif dan kualitatif. Contohnya, rencana pengembangan produk umumnya bersifat rahasia, rencana produksi lebih bersifat kuantitatif dan kualitatif, rencana personalia berkaitan dengan biaya dan lain-lain.
  1. Waktu, yaitu menyangkut rencana jangka pendek, menengah, dan jangka panjang. Semakin pendek waktu yang dibutuhkan antara prediksi dan realisasi, maka akan semakin sedikit terjadinya kesalahan. Sebaliknya semakin lama rentang waktu antara rencana dan realisasi, maka kemungkinan terjadinya kesalahan semakin besar. Contohnya adalah tingkat kepastian mengenai rencana pembangunan perkebunan baru dua belas tahun yang akan datang, lebih rendah dibandingkan rencana untuk pindah kantor operasional seminggu lagi.
  1. Unsur-unsur rencana, merupakan hal-hal atau elemen-elemen yang berkaitan dengan kegiatan perencanaan seperti anggaran, program, prosedur, kebijaksanaan dan tujuan. Perencanaan meliputi berbagai tingkatan dan setiap tingkatan merupakan bagian dari tingkatan yang lebih tinggi. Perencanaan ini berkaitan dengan kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan seperti, anggaran penelitian, program iklan yang dijalankan, bagaimana seleksi personalia dijalankan, anggaran pengembangan produk baru dan lain sebagainya.

Dalam perencanaan suatu organisasi, rencana di uraikan melalui tingkatan-tingkatan yang membentuk hirarki dan sesuai dengan tingkatan struktur organisasi. Rencana memiliki dua fungsi pada setiap tingkatan, yaitu:

  1. Menyediakan sarana untuk pencapaian serangkaian tujuan dari rencana tingkatan di atasnya,
  2. Menunjukkan sasaran yang harus dipenuhi rencana tingkatan di bawahnya.

Rencana dari manajemen level atas dibuat menjadi rencana-rencana yang lebih rinci oleh satuan-satuan manajemen menengah dan manajemen rendah.

Tahapan Dasar dan Manfaat Perencanaan

Proses perencanaan menggambarkan mengenai serangkaian langkah-langkah yang dapat dilalui secara sistematis. Setiap tahap perencanaan umumnya selalu melalui empat tahapan berikut ini :

Cover depan buku Teori dan Praktek Manajemen
Cover depan buku Teori dan Praktek Manajemen
  • Menetapkan sasaran atau tujuan. Proses perencanaan dimulai dengan penetapan sasaran / tujuan atau goal kelompok kerja atau organisasi secara keseluruhan. Karena tanpa menentukan tujuan organisasi, penggunaan sumber daya-sumber daya oleh organisasi akan tidak efektif.
  • Merumuskan keadaan saat ini. Manajer perlu mengidentifikasi kondisi perusahaan saat ini, sumber daya yang tersedia untuk mencapai tujuan. Hal ini perlu dilakukan mengingat perencanaan adalah menyangkut akan waktu yang akan dicapai di masa yang akan datang. Pada tahap ini manajer memerlukan informasi-informasi terutama yang berkaitan dengan keuangan dan data statistik.
  • Membuat alternatif. Yaitu menyusun daftar alternatif cara-cara untuk mencapai tujuan yang sudah ditetapkan. Daftar alternatif ini hendaknya dibuat sebanyak mungkin untuk menghindari kekosongan cara mencapai sasaran / tujuan.
  • Mengidentifikasi kemudahan dan hambatan. Hal ini perlu dilakukan mengingat kita perlu mengukur tingkat kemampuan organisasi dalam mencapai sasaran atau tujuan. Oleh karenanya, para personil dalam organisasi perlu mengetahui faktor-faktor internal dan eksternal yang dapat membantu organisasi mencapai tujuannya atau yang mungkin berpotensi menimbulkan masalah sehingga kita dapat melakukan serangkaian antisipasi terhadap hal tersebut.
  • Mengembangkan rencana. Tahap akhir dari proses perencanaan adalah meliputi kegiatan mengembangkan berbagai alternatif kegiatan untuk mencapai tujuan. Manajer harus bisa menilai berbagai alternatif yang tersedia dan melakukan pemilihan alternative yang tersedia tersebut.

Manfaat dan Kelemahan Perencanaan  

Perencanaan memiliki banyak manfaat yang sangat strategis, di antaranya adalah :

  • Membantu manajer untuk menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan lingkungan organisasi yang terjadi.
  • Membantu identifikasi permasalahan penting yang terjadi.
  • Manajer dapat memahami gambaran secara keseluruhan operasional organisasi.
  • Memudahkan manajer untuk melakukan koordinasi dengan berbagai elemen dalam organisasi.
  • Dapat menetapkan tujuan secara lebih khusus, terperinci dan mudah untuk dipahami.
  • Meminimunkan kegiatan yang tidak pasti dan penghamburan sumber daya yang tidak perlu.
  • Menghemat waktu, pekerjaan dan biaya.

Sedangkan kelemahan perencanaan yang mungkin saja terjadi adalah :

  • Kegiatan yang terangkum dalam perencanaan kemungkinan berlebihan yang mengakibatkan implementasinya akan mengalami stagnasi.
  • Kadang-kadang kegiatan perencanaan memiliki kecenderungan untuk menunda kegiatan.
  • Seringkali perencanaan terlalu membatasi manajemen untuk berkreativitas dan berinisiatif.
  • Kadang-kadang penyelesaian untuk suatu masalah tertentu dapat diselesaikan secara baik pada saat masalah tersebut muncul.
  • Beberapa rencana yang diikuti cara-cara yang tidak konsisten.

Teori Perencanaan

Catanese dan Snyder (1996:49)[1] membagi teori perencanaan di mana pembagian tersebut mencoba menjelaskan bagaimana sistem sosial berjalan dan menyediakan peralatan serta cara untuk mengendalikan dan merubah sistem sosial. Dua macam teori perencanaan tersebut adalah :

Cover depan buku Teori dan Praktek Manajemen
Cover depan buku Teori dan Praktek Manajemen
  • Teori Operasi Sistem.

Teori ini menjelaskan sejumlah disiplin akademis tradisional karena tidak ada disiplin tunggal yang mencakup seluruh aspek penting dari sistem sosial. Sistem dapat didefinisikan sebagai seperangkat komponen yang saling bergantung dengan ruang lingkup, keterkaitan dan stabilitas yang relatif tinggi (Catanese Dan Snyder, 1996:51)[2]. Ruang lingkup perencanaan berguna untuk mengukur tingkat ketergantungan eksternal, sampai sejauh mana komponen sistem tersebut tidak berinteraksi dengan komponen lain di luar sistem. Stabilitas berhubungan dengan lamanya waktu sistem tersebut berakhir tanpa adanya perubahan atau gangguan yang spesifik yang kemungkinan hanya beberapa jam untuk sistem yang berumur pendek, tetapi juga dapat berabad-abad untuk sistem tertentu. Keterkaitan mengukur ketergantungan internal, yaitu suatu batasan tingkat komponen sistem saling berinteraksi satu dengan yang lain. Suatu sistem dapat mengalami tumbuh dan berkembang. Tumbuh kembangnya suatu sistem akan membuat sistem tersebut semakin rumit. Elemen-elemen dalam sistem tersebut menjadi semakin terspesialisasi dan hubungan antar elemennya semakin bertambah baik di dalam maupun di luar sistem itu sendiri.

  • Teori Perubahan Sistem

Teori ini berbicara mengenai bagaimana, kapan, dan untuk tujuan apa perubahan itu dilakukan. Berdasarkan teori perubahan sistem, Campbell dan Fainstein (1996)[3] membaginya lagi menjadi empat teori, yaitu :

  1. Teori Rasionalisme, yaitu perencanaan dapat mengikuti model rasional setelah tujuan akhir telah ditentukan dengan jelas dan dipahami dengan baik oleh setiap personil.
  2. Teori Inkrementalisme, yaitu keputusan diambil dalam keadaan sebaris langkah-langkah yang bertambah sedikit demi sedikit menuju waktu yang akan datang dan ke arah yang tidak diketahui secara benar.
  3. Teori Utopianisme, di mana pandangan ini berusaha membangkitkan imajinasi masyarakat dan memecahkan setiap masalah dengan mengusulkan penghapusan pendekatan baru ke dalam sistem organisasi dan operasi.
  4. Teori Metodisme, yaitu teori yang menjelaskan bahwa aktivitas perencanaan yang memiliki metode perencanaan yang sudah jelas tetapi hasil akhir yang akan dicapai belum ditetapkan dan tidak dimengerti sama sekali.

[1] Siswanto, HB, M.Si, Dr. 2010. Pengantar Manajemen, Cetakan keenam. Jakarta : PT. Bumi Aksara. Hlm.51

[2] Siswanto, HB, M.Si, Dr. 2010. Pengantar Manajemen, Cetakan keenam. Jakarta : PT. Bumi Aksara. Hlm.51.

[3] Siswanto, HB, M.Si, Dr. 2010. Pengantar Manajemen, Cetakan keenam. Jakarta : PT. Bumi Aksara. Hlm.52.

Perencanaan

Esensi Perencanaan

Perencanaan merupakan proses dasar di mana manajemen memutuskan tujuan dan cara mencapainya. Perencanaan terjadi di semua tipe kegiatan. Perencanaan dalam organisasi merupakan suatu kegiatan yang esensial. Karena memang fungsi-fungsi manajemen yang lain seperti pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan sebenarnya merupakan impelementasi dari keputusan-keputusan perencanaan.

Arti perencanaan menurut Samuel Certo (1997:134)[1] adalah “proses penentuan bagaimana sistem manajemen (organisasi) akan mencapai atau merealisasikan tujuannya”. Dalam istilah lain yang lebih formal, perencanaan diartikan sebagai “pengembangan program aksi (tindakan) sistematis yang diarahkan pada tercapainya tujuan bisnis yang disepakati melalui proses analisis, evaluasi dan pemilihan di antara peluang-peluang yang diramalkan akan muncul”.

Menurut T.Hani Handoko (2003:77) perencanaan adalah pemilihan sekumpulan kegiatan dan pemutusan selanjutnya apa yang harus dilakukan, kapan, bagaimana dan oleh siapa. Perencanaan yang baik dapat dicapai dengan mempertimbangkan kondisi di waktu yang akan datang dalam mana perencanaan dan kegiatan yang diputuskan akan dilaksanakan, serta periode sekarang pada saat rencana tersebut dibuat.

Perencanaan dibutuhkan di semua tingkatan dan memiliki kecenderungan untuk meningkat sesuai dengan dampak potensial terbesar terhadap sukses organisasi atau tingkatan manajemen atas. Perencanaan organisasi haruslah aktif, dinamis, berkesinambungan dan kreatif. Sudah saatnya perusahaan meninggalkan cara-cara lama dalam merencanakan strateginya. Perencanaan yang reaktif adalah cara-cara yang organisasi dahulu.

 

 

 

 

Setidaknya ada dua alasan pokok pentingnya kegiatan perencanaan (T.Hani Handoko 2003:81), yaitu untuk mencapai “protekcitve benefit” yang dihasilkan dari pengurangan kemungkinan terjadinya kesalahan dalam pembuatan keputusan dan “positive benefits” dalam bentuk meningkatnya sukses pencapaian tujuan organisasi.

Manajemen puncak menghabiskan sebagian besar waktunya untuk merencanakan rencana-rencana jangka panjang, strategis, keseluruhan organisasi. Manajemen pada tingkatan bawah merencanakan khususnya bagi kelompok kerjanya dan untuk jangka waktu yang pendek.

[1] Puspopranoto, Sawaldjo. 2006. Manajemen Bisnis; Konsep, Teori dan Aplikasi. Jakarta : Penerbit PPM. Hlm.110.

Manajer

Semua manajer bekerja dalam sebuah organiasasi dimana sekelompok orang yang bekerja bersama dan berkoordinasi dalam pekerjaan-pekerjaan dalam rangka mencapai tujuan-tujuan atau hasil organisasi di masa yang akan datang.

Membangun sistem
Membangun sistem

Keluasan arti seorang manajer diuraikan secara lebih konkret sebagai berikut :

  • Orang dalam organisasi yang memiliki tanggung jawab atas hasil dari satu atau lebih orang lain. Tanggung jawab utama seorang manajer adalah memfasilitasi suatu organisasi dalam mencapai kinerja tinggi melalui pemanfaatan semua sumber daya, baik tenaga manusia maupun material.
  • Manajer adalah kepada siapa bawahan melapor. Orang-orang dalam organiasasi yaitu manajer dan bawahan adalah merupakan sumber daya manusia yang sangat penting dalam organisasi.
  • Manajer merupakan orang yang bertugas untuk menggunakan sumber daya material seperti: informasi, teknologi, bahan baku, fasilitas dan uang untuk memproduksi barang dan jasa yang dapat ditawarkan organisasi kepada para pelanggan.

Henry Mintzberg mengemukakan bahwa, manajer harus dapat menyelesaikan tugas-tugasnya melalui orang lain. Jika para bawahan bekerja dengan baik, maka organisasi pun akan memiliki konerja yang baik dan sebaliknya, jika bawahan tidak bekerja dengan baik, maka kinerja organisasi pun juga tidak baik. Bawahan akan bekerja dengan baik tergantung bagaimana manajer melakukan tugas-tugas kepemimpinannya.

Tugas Manajer

Seorang manajer dikatakan telah bekerja secara efektif apabila ia menggunakan sumber daya yang ada dalam organisasi dengan cara-cara yang dapat mencapai hasil kinerja yang tinggi dan tingkat kepuasan yang tinggi bagi orang-orang yang mengerjakan tugas-tugas yang dibutuhkan. Hal ini diperlukan karena, tanpa kepuasan kinerja yang baik akan sulit dipertahankan dalam jangka yang panjang.

Semua manajer menghadapi tugas dan tantangan yang sama dalam mengejar efektivitas organisasi yang dipimpinnya. Para manajer mensupervisi bawahan yang secara bersama-sama membentuk sebuah unit kerja dan pada saat bersamaan mereka melapor kepada para manajer yang lebih tinggi tingkatannya.

Mareka melaporkan kepada atasannya terhadap bagaimana peran mereka masing-masing dijalankan atau bagaimana mereka mempertanggung jawabkan tugas-tugas yang telah dibebankan kepada mereka. Mereka melaporkan mengenai kinerja unit kerja yang mereka pimpin. Tugas manajerial merupakan tugas yang penuh dengan ketidakpastian, perubahan, interupsi, dan kegiatan terfragmentasi.

Para manajer melakukan tugas yang beragam. Sebagai gambaran, dalam satu hari seorang manajer mungkin harus membuat keputusan mengenai desain produk baru, mengatasi keluhan antara bawahannya, menulis laporan kepada atasan, mengkoordinasikan usaha patungan dengan seorang kolega di luar negeri, membentuk satuan tugas untuk menyelidiki suatu permasalahan dan menangani keresahan buruh.

Untuk menjalankan tugas-tugasnya, para manajer haruslah memiliki keterampilan yang memungkinkannya menjalankan tugas secara baik (Gomez-Mejia, et al, 2005:13), yaitu :

  • Keterampilan Strategis. Keterampilan ini berkaitan dengan bagaimana manajer menilai lingkungan, perumusan strategi perusahaan, pemetaan tujuan strategis, menetapkan misi, impelemntasi strategi dan kesesuaian sumber daya manusia.
  • Keterampilan Tugas. Menetapkan prioritas tujuan, menyusun rencana aksi dan implementasi, bekerja melalui struktur organisasi, mengelola waktu secara efisien dan lain-lain.
  • Keterampilan Orang. Manajer melakukan pendelegasian wewenang, mempengaruhi orang lain, memotivasi bawahan, menangani konflik, manajemen lintas budaya, kerjasama tim yang heterogen dan lain-lain.
  • Keterampilan Kesadarandiri. Manajer harus bisa melakukan penyesuaian diri, memahami prasangka pribadi dan pengendalian internal.

Manajer juga harus siap dihujani dengan surat, dering telepon, dan pihak-pihak yang ingin menemuinya. Manajer harus mampu  melakukan pengambilan keputusan secara cepat dan menyiapkan rencana dalam waktu yang sangat terbatas.  Membuat keputusan yang kritis di bawah tekanan yang berat dan mampu melaksanakannya dengan baik merupakan salah satu sumber kepuasan yang sebenarnya. Para pakar dan para eksekutif yang berhasil menyatakan bahwa manajer yang efektif merupakan kombinasi dari pelaksanaan ilmu pengetahuan dan seni mengatur.

Buku Teori dan Praktek Manajemen