Semua tulisan dari admin

Doa Melunasi Hutang Dibaca Sebelum Tidur

Doa ini adalah di antara doa bisa diamalkan khususnya bagi kita yang masih memiliki hutang dan berusaha untuk melunasinya. Doa ini dibaca sebelum tidur.

Berdoa Agar Hutang Lunas
Berdoa

Telah diceritakan dari Jarir dari Suhail, ia berkata: “Abu Shalih telah memerintahkan kepada kami apabila salah seorang di antara kami hendak tidur, hendaklan berbaring di sisi kanan kemudian mengucapkan:

اَللَّهُمَّ رَبَّ السَّمَاوَاتِ السَّبْعِ وَرَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ، رَبَّنَا وَرَبَّ كُلِّ شَيْءٍ، فَالِقَ الْحَبِّ وَالنَّوَى، وَمُنْزِلَ التَّوْرَاةِ وَاْلإِنْجِيْلِ وَالْفُرْقَانِ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ كُلِّ شَيْءٍ أَنْتَ آخِذٌ بِنَاصِيَتِهِ. اَللَّهُمَّ أَنْتَ اْلأَوَّلُ فَلَيْسَ قَبْلَكَ شَيْءٌ، وَأَنْتَ اْلآخِرُ فَلَيْسَ بَعْدَكَ شَيْءٌ، وَأَنْتَ الظَّاهِرُ فَلَيْسَ فَوْقَكَ شَيْءٌ، وَأَنْتَ الْبَاطِنُ فَلَيْسَ دُوْنَكَ شَيْءٌ، اِقْضِ عَنَّا الدَّيْنَ وَأَغْنِنَا مِنَ الْفَقْرِ

“Ya Alloh, Rabb yang menguasai langit yang tujuh, Rabb kami dan Rabb segala sesuatu. Rabb yang membelah butir tumbuh-tumbuhan dan biji buah, Rabb yang menurunkan kitab Taurat, Injil dan Furqan (Al-Qur’an). Aku berlindung kepada Mu dari kejahatan segala sesuatu yang Engkau memegang ubun-ubunnya (semua makhluk atas kuasa Allah). Yaa Allah, Engkau lah yang awal sebelum Mu tidak ada sesuatu. Engkau lah yang terakhir, setelah Mu tidak ada sesuatu di atas Mu. Engkau lah yang Batin, tidak ada sesuatu yang luput dari Mu. Lunasilah hutang kami dan berilah kami kekayaan (kecukupan) hingga terlepas dari kefakiran”. (HR. Muslim No.2713)

Imam Nawawi rahimahullah menyatakan bahwa maksud utang dalam hadits tersebut adalah kewajiban pada Allah Ta’ala dan kewajiban terhadap hamba seluruhnya. Intinya mencakup segala macam kewajiban”. (Syarh Shahih Muslim, 17:33).

Juga dalam hadits di atas diajarkan adab sebelum tidur yaitu berbaring pada sisi kanan. Semoga bisa diamalkan dan Allah memudahkan segala urusan kita dan mengangkat kesulitan yang ada.

Referensi:

Al Minhaj Syarh Shahih Muslim bin Al Hajjaj, Yahya bin Syarf An Nawawi, terbitan Dar Ibnu Hazm, cetakan pertama tahun 1433H.

Kok ‘Rebutan Masjid’?

Bingung dengan judul diatas? Nggak usah bingung. Terkadang kejadian-kejadian di lingkungan sekitar itu membuat kita tersenyum sendiri.

Bermunajad kepada Alloh

Bagaimana tidak. Ketika masjid belum ada, masyarakat merindukan adanya tempat beribadah bersama, tempat yang bisa dijadikan sebagai sarana penguat silaturahim dan persatuan ummat.

Akan tetapi, justru ketika masjid sudah didirikan dengan susah payah, masjid menjadi sarana perpecahan diantara kelompok masyarakat.

Diantara pengurus DKM itu yang saling berebut pengaruh dalam memanfaatkan masjid. Pengurus yang satu memiliki agenda sesuai keinginan kelompoknya. Sementara kelompok pengurus yang lain juga memiliki agenda tensendiri.

Termasuk dalam membangun penambahan fasilitas masjid juga masing-masing kelompok melakukan penggalangan dana sendiri dan uang nya tidak mau digabung dengan kas masjid. Lucu ya. Maksudnya apa ya?

Entah apa niatnya. Akan tetapi, apabila niatnya semata-mata karena Alloh dan berfastabiqul khoirot, tentu tidak harus saling berebut pengaruh, apalagi kesannya seolah ingin diakui keberadaannya di tengah jamaah masjid.

Hal ini yang membuat saya ingin tertawa sendiri. Kelihatannya ingin memakmurkan masjid tapi, kesan yang tampak malah ingin menonjolkan kemampuan kelompoknya. Yang seperti ini, apakah mereka tidak sadar bahwa Alloh SWT tidak menyukainya? Melakukan sesuatu yang tidak ikhlas karenaNya semata.

Membangun keikhlasan memang tidak mudah. Perlu cara dan waktu yang panjang untuk bisa melakukannya dengan baik. Semoga kita menjadi orang yang selalu melakukan muhasabah dan introspeksi atas amalan-amalan kita.

Memiliki Impian yang ‘Gila’ 1

Maksud ‘gila’ disini adalah, sesuatu yang sebagian besar orang tidak berani untuk melakukannya. Entah karena merasa saat ini tidak berdaya atau sesuatu yang dianggap mustahil lainnya. Jadi, ‘gila’ di sini maksudnya bukan edan atau tidak waras otaknya.

Gedung Sekarang, 2015

Bagaimana tidak gila. Ketika saya mendirikan Yayasan Sekolah Wirausaha Indonesia (YSWI) pada bulan September 2011, untuk membayar biaya Akta Notaris saja saya tidak mampu. Kok bisa-bisanya mendirikan sekolah.

Tahun 2011 saya dalam kondisi hidup yang kembang kempis, bahkan seringkali kami merasakan lapar karena tidak ada makanan tersedia di rumah. Makanan tersedia setelah istri pulang kerja dan ngutang ke warung.

Bahkan saking tidak adanya makanan di rumah, anak saya yang paling kecil waktu itu, Faiq, kalo ada temannya jajan, dia hanya bisa membasahi tenggorokannya dengan air lurnya. Jangankan uang untuk jajan, uang untuk beli beras saja tidak ada. Untuk mendapatkan beras, kami harus berani ‘menahan malu’ untuk berhutang di warung dekat rumah.

Ketika itu, saya juga masih memiliki hutang yang menggunung akibat kesahalan usaha masa lalu.

Itulah gambaran dimana saya berani mendirikan sekolah, dalam kondisi keprihatinan yang luar biasa.

Lanjut ya…

 

Kesalahan, Tidak Harus Dicabut Rizki

Harta Kekayaan

Suatu hari Hasan Al Bashri bertemu dengan seseorang dan terjadilah percakapan ini.

Fulan: “Sungguh aku bermaksiat pada Tuhanku, dan reszekiku tiada berkurang. Justru semakin banyak dan banyak”.

Hasan Bashri: (sambil tersenyum miris) “Kau shalat tahajjud semalam?”

Fulan: “Tidak”.

Hasan Basri : “Ketahuilah, jika semua kesalahan manusia harus Allah hukum dengan dicabutnya rezeki, niscaya binasalah manusa seluruhnya. Jika kau beriman, lalu berdosa, maka hukuman dari Tuhanmu ialah berkurangnya waktu munajatmu pada Rabbmu”.

Bermunajad kepada Alloh

Politik itu Menjijikan?

Ada yang bilang, politik itu menjijikkan. Kenapa? Karena tidak ada kawan atau teman dan musuh abadi.

Apabila demikian, bagaimana kita harus memaknai perjanjian Rasululloh SAW denan kabilah-kabilah Yahudi di Madinah atau perlindungan yang didapatkannya dari Muth’am bin Adhy yang musyrik?

Gedung DPP PKS

Bukankah semuanya adalah kerjasama berdasarkan sejumlah klausul perjanjian dan jika perjanjian itu dilanggar maka batallah perjanjiannya?

Dan bukankah perjanjian-perjanjian itu pada hakikatnya tidaklah beda dengan koalisi politik yang hanya bersifat strategis, bukan ideologis?

Apakah yang Rasululloh SAW perbuat itu juga menjijikkan? (Akmal S.)

Umat Islam harus Bersinergi

Urusan umat Islam itu bukan sekedar urusan khilafah atau politik semata.

Urusan umat sangat kompleks. Dari mulai urusan politik, ekonomi, budaya, hukum, pendidikan, manajemen pemerintahan dari pusat sampai daerah, bahkan sampai tingkat Rt dan Rw.

Harusnya kita semua menyadari, apapun cara yang kita gunakan dalam memperjuangkan menegakkan kalimat yang Haq, harus bersinergi satu dengan yang lain. HARUS BERSATU PADU. Bukan saling menjegal karena merasa dirinya paling benar.

Saya rasa kita sependapat, bahwa semua elemen perjuangan umat Islam yang saat ini ada, belum mencapai apa yang dinamakan ‘kesempurnaan pencapaian’.

Contoh:

  • PKS, yang berjuang lewat jalur parpol. Apakah sudah mencapai apa yang diinginkan sesuai platform perjuangannya? Belum. Kapan? Tidak tahu.
  • HTI, yang berjuang menegakkan khilafah. Apakah sudah mencapai apa yang diinginkan? Belum. Kapan? Tidak tahu.
  • Muhammadiyah, yang berjuang melalui jalur pendidikan, apakah sudah mencapai apa yang diinginkan? Belum. Kapan? Tidak tahu.
  • NU, Persis dan lain-lain yang berjuang sesuai keyakinan dan kemampuannya.

Sukses-sukses kecil pasti sudah pernah dicapai sesuai dengan target-target organisasi mereka. Tapi sukses besar sesuai dengan agenda dan platform perjuangan? Tentu belum sepenuhnya tercapai.

Contohlah lebah

Lebah ketika membangun rumah, dimulai dari berbagai sudut yang berbeda dan dilakukan oleh banyak lebah secara bergotong royong.

Tiap lebah bertanggung jawab untuk membangun rumahnya dari tiap sudut yang berbeda-beda.

Lebah sedang membangun rumahnya

Hingga pada akhirnya, masing-masing lebah bertemu di tengah dan rumahnya terbangun secara utuh tanpa cacat sedikitpun.

Rumah lebah yang berbentuk heksagonal itu terbentuk dengan sempurna. Padahal lebah tidak pernah mengukur luas bangunan rumah yang menjadi tanggung jawabnya.

Masa siih manusia tidak bisa mencontoh lebah…

Aku Menikah

Di tahun 1999 saya pernah berkhayal: dalam waktu dekat saya ingin menikah, tanpa pacaran dengan gadis berjilbab.

Alhamdulillah, tahun 2000 saya menikah dengan seorang muslimat yang sangat cantik, baik budi daaaan yang paling penting dia berjilbab.

Impian itu sangat penting. Penting karena hanya dengan impianlah kehidupan ini dipandu untuk mendapatkan sesuatu yang kita impikan.

Dengan impian, kita menjadi fokus dan terarah dalam menjalani hidup ini. Apapun itu.

img186

Alhamdulillah, saat ini sudah 15 tahun perjalanan kami mengarungi bahtera rumah tangga yang penuh dengan suka dan duka. Saat ini kami insya Alloh sedang menunggu kelahiran anak kami yang ke 5.

Perkiraan bidan, anak ke 5 kami insya Alloh akan lahir pada akhir bulan Desember 2015 atau Januari  2016