Bila Pohon Semakin Meninggi

Bila pohon semakin meninggi, kan bersua dengan angin yang merobohkannya.

Bila pohon semakin meninggi, kan bersua dengan hujan menderas yang kan menghanyutkan nya.

Bila pohon semakin meninggi, akan bersua dengan teriknya matahari yang akan mengerontangkan nya.

Bila pohon semakin meninggi, kan bersua dengan badai yang akan memporak-porandakannya

Namun menjadilah pohon yang tak hanya meninggi namun harus menghunjam kan akarnya agar tak mudah ditumbangkan, meski sedahsyat apapun kekuatan yang akan menyerangnya.

Akar yang menghunjam itulah iman yang teguh, keyakinan yang penuh totalitas sehingga apa pun yang terjadi tak pernah lepas dari kehendak Allah.

Batangnya yang kokoh dan menjulang tinggi menunjukkan ketangguhan dan kekokohan prinsipnya yakni untuk menegakkan kalimatullah.

Itulah pohon yang baik.
Kala meninggi hadirkan keteduhan dan kebermanfaatan bagi orang banyak.
Daunnya pun semakin rimbun hingga hadirkan sepoi-sepoinya angin.

Mari kita kuatkan motivasi dan azam dalam bekerja mengusung amanah maka bagaikan pohon yang semakin kokoh akarnya.

Dalam kondisi yang sulit, kita masih dapat bekerja dan terus tumbuh dengan amal kebaikan, itu menunjukkan kekuatan iman dan niat kita hanya untuk Allah.

Pelajaran yang bisa dipetik adalah…..

Terkadang kesuksesan kita itu menjadi sandungan bagi orang lain.

Keberuntungan-keberuntung an yang kita dapatkan dari Allah bisa membuat orang lain tidak rela. Entah apa pun namanya

Namun perlu disadari bahwa yang namanya angin, hujan, badai, terik matahari adalah sunatullah. Dan semua pasti akan berlalu.

Kesabaranlah serta kesyukuran yang menjadi penjaga hati kita agar tetap melangkah tanpa terjeda sedikitpun.

Asshobru minassayajaah… Sabar itulah wujud dari keberanian kita dalam menghadapi masalah.

Begitu pula ungkapan syukur yang akan semakin meninggikan derajat kita di hadapan Allah.

Allah telah berfirman: “Apakah manusia mengira bahawa mereka akan dibiarkan mengatakan: Kami telah beriman, sedang mereka belum diuji?” (QS Al-Ankabut:2-3).

Sebuah keberuntungan bila diri kita menjadi terpilih melalui berbagai ujian. Karena itulah jembatan yang akan mengantarkan kita menuju surga.

Skenario Allah kadang tidak kita pahami lantaran keterbatasan kita sebagai manusia.

Jika manusia mau menyadari bahwa Rasulullah mengingatkan dalam hadits yang diriwayatkan oleh at-Tirmidzi bermaksud:
“Sesungguhnya bagi setiap umat ada ujian dan ujian bagi umatku ialah harta kekayaan.”

Masya Allah, Walhamdulillah,
Wallahu Akbar,
Wallahu musta’an.

Biarlah Allah yang atur skenario terbaiknya hingga beri keajaiban. Insya Allah. (Ustadzah Rochma Yulika)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *