Arsip Kategori: Inspiratif

Bila Pohon Semakin Meninggi

Bila pohon semakin meninggi, kan bersua dengan angin yang merobohkannya.

Bila pohon semakin meninggi, kan bersua dengan hujan menderas yang kan menghanyutkan nya.

Bila pohon semakin meninggi, akan bersua dengan teriknya matahari yang akan mengerontangkan nya.

Bila pohon semakin meninggi, kan bersua dengan badai yang akan memporak-porandakannya

Namun menjadilah pohon yang tak hanya meninggi namun harus menghunjam kan akarnya agar tak mudah ditumbangkan, meski sedahsyat apapun kekuatan yang akan menyerangnya.

Akar yang menghunjam itulah iman yang teguh, keyakinan yang penuh totalitas sehingga apa pun yang terjadi tak pernah lepas dari kehendak Allah.

Batangnya yang kokoh dan menjulang tinggi menunjukkan ketangguhan dan kekokohan prinsipnya yakni untuk menegakkan kalimatullah.

Itulah pohon yang baik.
Kala meninggi hadirkan keteduhan dan kebermanfaatan bagi orang banyak.
Daunnya pun semakin rimbun hingga hadirkan sepoi-sepoinya angin.

Mari kita kuatkan motivasi dan azam dalam bekerja mengusung amanah maka bagaikan pohon yang semakin kokoh akarnya.

Dalam kondisi yang sulit, kita masih dapat bekerja dan terus tumbuh dengan amal kebaikan, itu menunjukkan kekuatan iman dan niat kita hanya untuk Allah.

Pelajaran yang bisa dipetik adalah…..

Terkadang kesuksesan kita itu menjadi sandungan bagi orang lain.

Keberuntungan-keberuntung an yang kita dapatkan dari Allah bisa membuat orang lain tidak rela. Entah apa pun namanya

Namun perlu disadari bahwa yang namanya angin, hujan, badai, terik matahari adalah sunatullah. Dan semua pasti akan berlalu.

Kesabaranlah serta kesyukuran yang menjadi penjaga hati kita agar tetap melangkah tanpa terjeda sedikitpun.

Asshobru minassayajaah… Sabar itulah wujud dari keberanian kita dalam menghadapi masalah.

Begitu pula ungkapan syukur yang akan semakin meninggikan derajat kita di hadapan Allah.

Allah telah berfirman: “Apakah manusia mengira bahawa mereka akan dibiarkan mengatakan: Kami telah beriman, sedang mereka belum diuji?” (QS Al-Ankabut:2-3).

Sebuah keberuntungan bila diri kita menjadi terpilih melalui berbagai ujian. Karena itulah jembatan yang akan mengantarkan kita menuju surga.

Skenario Allah kadang tidak kita pahami lantaran keterbatasan kita sebagai manusia.

Jika manusia mau menyadari bahwa Rasulullah mengingatkan dalam hadits yang diriwayatkan oleh at-Tirmidzi bermaksud:
“Sesungguhnya bagi setiap umat ada ujian dan ujian bagi umatku ialah harta kekayaan.”

Masya Allah, Walhamdulillah,
Wallahu Akbar,
Wallahu musta’an.

Biarlah Allah yang atur skenario terbaiknya hingga beri keajaiban. Insya Allah. (Ustadzah Rochma Yulika)

Marketing Langit

Saya beberapa kali bertemu dan belajar dengan para pengusaha-pengusaha yang omsetnya sudah milyaran per bulan bahkan perhari dan perusahaanya selalu mengalami kebanjiran order.

Ketika saya belajar dengan mereka, saya sangat terkejut sekali ketika sudah membahas soal Markeing Langit…

Ternyata para pengusaha tersebut yang omsetnya bisa milyaran per bulan, mereka bisa mendapatkan omset segitu karna mereka mempraktekan ilmu marketing langit terlebih dahulu sebelum mempraktekan ilmu marketing bumi

Apakah Anda sudah tau Marketing Langit itu apa?

Marketing Langit itu adalah usaha-usaha yang kita lakukan selain dengan ilmu-ilmu dunia (Ilmu Marketing, Ilmu Closing, Dll )

Lalu Contoh dari Marketing Langit itu apa saja?

1. Ketaatan para istri kepada suaminya
2. Melaksanakan Ibadah Solat wajib tepat waktu
3. Melaksanakan ibadah solat sunnah (Dhuha & Tahajud)
4. Sedekah Setiap Hari
5. Berbakti kepada orang tua
dan
6. Bersilaturahim

Nahh, kebanyakan dari anda mungkin ada yang lebih memikirkan urusan marketing dunia daripada marketing langit saat ini.

Sekarang coba anda renungkan “Sebenernya anda berbisnis saat ini hanya untuk mengejar urusan dunia saja atau anda berbisnis untuk mengejar urusan akhirat?”

Jika anda dalam berbisnis hanya mengejar urusan dunia pantaslah anda mengalami hal-hal seperti ini :
1. Closing sedikit anda marah-marah
2. Ketika anda berbisnis yang penting untung banyak, masalah produk bermanfaat atau tidak saya tidak mau tau
3. Marah-marah di sosial media ketika di phpin customer
4. Maksa-maksa customer untuk cepat-cepat transfer dan beli produk yang kita jual
5. Jengkel pada upline yang ga bisa bimbing
6. Jengkel pada member jika mereka ga aktif
7. Anda terobsesi pengen cepat kaya dalam waktu singkat sehingga dalam berbisnis anda tidak ingin tau ini bisnis atau haram

Jika anda dalam berbisnis seperti itu naudzubilah, Sesungguhnya urusan dunia itu hanyalah tipuan belaka, dan sesungguhnya kehidupan akhirat itulah yang akan kekal.

Percayalah jika anda berbisnis hanya terobsesi dalam urusan uang/dunia saja saja maka :
1. sebanyak apapun anda mempunyai harta maka anda tidak akan pernah merasa cukup.
2. Walaupun Anda mempunyai harta ratusan juta maka hatimu akan mengalami kegelisahan yang terus menerus seolah-olah hidup ini tidak ada artinya
3. Anda akan semakin jauh dari pertolongan Allah Ta’ala
4. Anda akan semakin jauh dari apa yang yang diperintah Allah Ta’ala dan Rasulnya.

Apalagi jika anda dalam berbisnis sudah mengabaikan urusan halal dan haram.

Janganlah kamu berpikir bahwa “Cari uang yang haram aja susah apalagi yang halal”

Sungguh cara berpikir orang demikian adalah cara berpikir orang-orang bodoh.

Rejeki Allah Itu Luas dan Rejeki yang halal pun masih banyak di dunia ini tapi kenapa anda masih mencari nafkah/harta dari jalur yang haram.

Apakah Anda tidak kasihan dengan anak dan pasangan anda, mereka di kasih makan dari jalur yang haram.
Jika anak anda di beri makan dari jalur yang haram, maka mau jadi apa nantinya anak anda?

Jika anda dalam mencari rejeki dari jalur yang haram maka anda akan mengalami hal-hal seperti ini :
1. Keluarga berantakan
2. Anak kurang ajar dan tidak mau nurut sama orang tuanya
3. Suasana rumah terasa seperti neraka dan merasa sudah tidak ada lagi ketenangan di rumah
4. Anda mencari kesenangan kesenangan dunia agar hati anda tenang tetapi justru yang di dapat malah hati anda akan semakin gelisah

Jika anda berbisnis sudah mengalami hal hal seperti ini maka “Segeralah bertaubat” dan luruskan niat anda dalam berbisnis.

Bukankah anda sudah sering mendengar perkataan seperti ini “BISNIS ITU BUKAN MASALAH UNTUNG RUGI TETAPI MASALAH SURGA DAN NERAKA”

Memanglah demikian, Berbisnis itu bisa mengakibatkan seseorang masuk surga dan bisa mengakibatkan seseorang masuk neraka.

Bisnis itu bisa mengakibatkan seseorang yang tadinya susah menjadi sangat kaya raya

Bisnis itu bisa mengakibatkan seseorang yang tadinya kaya raya menjadi miskin sekali

Bisnis itu bisa mengakibatkan seseorang yang tadinya rajin beribadah menjadi lalai dalam beribadah
ada juga

Bisnis itu bisa mengakibatkan seseorang yang tadinya lalai dalam beribadah setelah berbisnis justru malah semakin dekat dan rajin dalam beribadah.

Kembali Lagi ke teknik marketing langit.
Sebelum anda belajar marketing dunia sebaiknya anda perbaiki dulu marketing langitnya, agar apa?

Agar percepatan bisnis anda meningkatkan jauh lebih cepat.

Mulai sekarang coba :
1. Perbaiki Hubungan antara anda dan suami anda. Rejeki suami itu tergantung pada istrinya. Jika istrinya semakin soleha maka rejeki suami dan keluarganya akan di permudah 🙂
Berikut 9 Ciri-Ciri Wanita Yang Akan Membawa Rezeki Buat Suaminya :
# 1. Wanita yang taat pada Allah dan rasulNya.
# 2. Wanita yang taat pada suaminya.
# 3. Wanita yang melayani suaminya dengan baik.
# 4. Wanita yang berhias hanya untuk suaminya.
# 5. Jika ditinggal menjaga kehormatan dan harta suami
# 6. Wanita yang senantiasa meminta ridha suami atasnya
# 7. Wanita yang menerima pemberian suami dengan ikhlas
# 8. Wanita yang bisa menjadi partner meraih ridha Allah.
# 9. Wanita yang tak pernah putus doa untuk suaminya.

2. Solat wajib dijalankan tepat waktu
Untuk perempuan lebih baik solat di rumah, jika ingin di masjid boleh asalkan dapat ijin dari suaminya
Untuk Laki-laki di wajibkan untuk di masjid secara berjamaah

3. Melaksanakan ibadah solat sunnah ( Dhuha Dan Tahajud)
Kerjakan solat sunnah dhuha 6 rakaat dan solat tahajud 11 rokaat jika rejeki anda ingin di lancarkan.
Jika anda ingin kaya dalam 40 hari lakukan solat sunnah ini dalam waktu 40 hari tanpa putus 1 hari pun. (Ilmu dari Mas Ippho)

4. Sedekah Setiap Hari
Sedekah itu lebih baik sedikit tapi tiap hari daripada banyak tapi cuman sekali.
Jauh lebih baik jika sedekahnya banyak dan tiap hari 🙂 heee

Alhamdulilah saya pernah praktek ilmu sedekah ini hasilnya luar biasa.
Dulu saya praktek sedekah 20% dari penghasilan setiap hari saya 🙂 kehidupan saya jauh lebih baik.

Tapi jika anda masih pemula saya sarankan rutinkans sedekah 1000 setiap hari, dan jangan sampai putus dalam waktu 40 hari 🙂
5. Berbakti kepada orang tua
Jika anda sampai detik ini masih punya kedua orang tua muliakan mereka. Terutama ibu.
Ibumu itu keramat. Semakin kamu memuliakan ibumu, hidup anda akan jauh lebih baik daripada sekarang 🙂
Minta doa ke mereka agar urusan kehidupan anda selalu di permudah.

6. Silaturahim
Mulai sekarang anda seringkan silaturahim ke orang-orang entah itu di dunia online atau offline tujuannya adalah menjalin rasa kekeluargaan.
Jangan sampai anda silaturahim cuman pas ada butuhnya doang.

Ingat,

“SEBELUM ANDA MENJALANKAN STRATEGI MARKETING BUMI, ANDA JALANKAN DULU STRATEGI MARKETING LANGIT”

Karna sebaik apapun rencana anda tidak akan bakal terwujud jika Allah Ta’ala tidak meridhoi.

“DALAM HAL APAPUN BIASAKAN MENGGUNAKAN PRINSIP : ALLAH DULU, ALLAH LAGI, DAN ALLAH TERUS”

Karna semua yang ada di dunia ini sudah di atur sama Allah Ta’ala. Anda minta mobil mintanya ke Allah, Anda pengen umroh di bulan maret mintanya ke Allah, Anda pengen banjir order mintanya ke Allah Juga 🙂

“BERSUYUKURLAH APA YANG SUDAH ANDA MILIKI”

Sebelum anda menerima rejeki yang lebih banyak lagi lebih baik anda bersykur terlebih dahulu. Perbesar wadahnya, Dan Pantaskan diri terlebih dahulu jika anda ingin minta rejeki yang lebih banyak.

Jangan sampai anda Lalai dari urusan akhirat karna urusan-urusan dunia.
Sungguh URUSAN DUNIA ITU MENIPU.

ada banyak ayat yang bercerita bahwa urusan akhirat jauh lebih baik daripada urusan dunia :

“Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?” (QS Al-An’aam ayat 32)

“Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui” (QS Al-Ankabut 64) –Dewa Eka Prayoga

Hikmah dari Tepi Jalan

Pagi itu penjaja koran berteduh di emperan toko. Sejak subuh hujan turun cukup deras, yg membuatnya tidak bisa menjajakan korannya.

Terbayang di benakku, tidak ada satu sen pun uang yg akan ia peroleh kalau hari terus hujan. Namun, kegalauan yg kurasakan ternyata tdk tampak sedikitpun di wajah Penjual Koran Sang Teladan.

Hujan masih terus turun. Si penjaja koran pun tetap duduk di emperan toko sambil tangannya memegang sesuatu. Tampaknya seperti sebuah buku. Kuperhatikan dari kejauhan, lembar demi lembar ia baca. Awalnya aku tdk tahu apa yg sedang ia baca. Namun saat kudekati, ternyata.. AL-QURAN yg dibacanya..

+ “Assalamu ‘alaikum”
– “Waalaikum salam”
+ “Bagaimana jualan korannya, Mas” …
– “Alhamdulillah, sudah satu yg terjual.”
+ “Wah susah juga ya kalau hujan begini” …
– “Insya Allah ada rizkinya.”
+ “Terus, kalau hujannya sampai sore?”
– “Itu artinya rizki saya bukan jualan koran, tapi banyak berdoa.”
+ “Kenapa?”
– “Kata Rasulullah SAW, saat hujan adalah saat mustajab utk berdoa. Punya kesempatan berdoa, juga rizki namanya.”
+ “Lantas, kalau tidak dpt uang?”
– “Berarti, rizki saya bersabar”
+ “Kalau tdk ada yg dimakan”? …..
– “Berarti rizki saya berpuasa”
+ “Kenapa Mas bisa berpikir seperti itu?”
– “Allah SWT yg memberi rizki. Apa saja rizki yg diberikan-Nya saya syukuri. Selama jualan koran, meskipun tidak laku, dan harus puasa, tapi saya blm pernah kelaparan” – katanya mantap dan ihlas menutup pembicaraan

Sahabat …
Hujan pun reda. Si penjaja koran bersiap-siap utk berjualan. Ia pamit sambil memasukkan Al-Quran ke dlm tas gendongnya.

Aku termenung …Saya trenyuh thd diri sendiri setelah menyimak kalimat tausiah yang diucapkan seorang loper koran.

Ada penyesalan di dalam hati. Kenapa kalau hujan aku masih resah-gelisah. Khawatir tidak dapat uang, … khawatir rumahku terendam banjir, … khawatir tdk dpt hadir di undangan … khawatir tidak bisa bertemu klien dan kawan seprofesi …

Kembali baru kusadari, rizki bukan semata uang. Bisa bersabar, berpuasa, berdoa, beribadah kesalehan sosial lain apapun itu, adalah juga rizki dari Allah SWT.

Sahabat …
Rizki hidayah dan bisa bersyukur adalah jauh lebih bermakna daripada pekerjaan dan uang. Dari apapun juga ……. Tetap Semangat dan selalu Bersyukur kepada NYA.
SEMOGA BERMANFAAT

Kisah Ular dan Gergaji

Seekor ular memasuki gudang tempat kerja seorang tukang kayu di sore hari. Kebiasaan si tukang kayu adalah membiarkan sebagian peralatan kerjanya berserakan dan tidak merapikannya. Nah, ketika ular itu masuk ke sana, secara kebetulan ia merayap di atas gergaji.

gergaji

Tajamnya mata gergaji menyebabkan perut ular itu terluka. Ular beranggapan gergaji itu menyerangnya. Ia pun membalas dengan mematuk gergaji itu berkali-kali. Serangan yang bertubi-tibu menyebabkan luka parah di bagian mulutnya.

Marah dan putus asa, ular berusaha mengerahkan kemampuan terakhirnya untuk mengalahkan musuhnya. Ia pun lalu membelit kuat gergaji itu. Belitan yang menyebabkan tubuhnya terluka amat parah. Dan akhirnya ia pun binasa.

Di pagi hari si tukang kayu menemukan bangkai ular di sebelah gergaji kesayangannya.

———-

Kadangkala di saat marah, kita ingin melukai orang lain. Setelah semua berlalu, kita baru menyadari bahwa yang terlukai sebenarnya adalah diri kita sendiri.

Banyaknya perkataan yang terucap dan tindakan yang dilakukan saat amarah menguasai, sebanyak itu pula kita melukai diri sendiri.

“Orang yang tak berpengalaman mendapat kebodohan, tetapi orang yang bijak bermahkotakan pengetahuan”.

Tidak ada musuh yang tak dapat ditaklukkan oleh cinta.

Tak ada penyakit yang tak dapat disembuhkan oleh kasih sayang.

Tak ada permusuhan yang tak dapat dimaafkan oleh ketulusan.

Tak ada kesulitan yang tak dapat dipecahkan oleh ketekunan.

Tak ada batu keras yang tak dapat dipecahkan oleh kesabaran.

Semua itu haruslah berasal dari hati kita.

Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa meredam amarah padahal dia mampu melampiaskannya (karena mampu/berkuasa), maka Allah memanggilnya di hadapan para makhluk di hari kiamat, Dia menyuruhnya memilih daripada bidadari apa yang dia kehendaki” (HR. Abu DAud)

Semoga bermanfaat…

Mencari Kebahagiaan

Seorang pemuda duduk dengan tatapan kosong di samping telaga. Dia sedang galau dan tidak bahagia.

“Sedang apa kau di sini, anak muda?” tanya seorang kakek yang tinggal di sekitar situ.

Mencari kebahagiaan
Kebahagiaan

Anak muda itu menoleh sambil berkata. “Aku lelah, Pak Tua. Aku sudah berusaha mencari kebahagiaan, tapi tak kunjung ku dapatkan.” Keluh si anak muda dengan wajah muram.

“Di depan sana ada sebuah taman. Coba ke sana dan tangkap seekor kupu-kupu. Setelah itu aku jawab pertanyaanmu,” jawab si kakek.

Meski ragu, anak muda itu pergi juga ke arah yang ditunjuk.

Tiba di sana, dia takjub melihat taman indah dan kupu-kupu yang beterbangan.

Si pemudah mengendap-endap menuju sasarannya. Hap…! Sasaran itu luput. Dikejarnya kupu-kupu ke arah lain. Hap…! Lagi-lagi gagal. Dia berlari tak beraturan, menerjang rumput, tanaman bunga, semak. Tapi, tak satu pun kupu-kupu berhasil ditangkapnya.

Si kakek berkata, “Begitukah caramu mengejar kebahagiaan? Sibuk berlari kesana kemari, menabrak tak tentu arah, bahkan menerobos tanpa peduli apa yang kamu rusak?”

“Nak, mencari kebahagiaan layaknya menangkap kupu-kupu. Tidak perlu kau tangkap fisiknya, biarkan kecantikannya memenuhi alam semesta ini. Tangkaplah keindahan warna dan geraknya di pikiranmu dan simpan baik-baik di dalam hatimu.”

“Kebahagiaan bukanlah benda yang dapat digenggam dan disimpan. Ia tidak kemana-mana, tapi ada dimana-mana. Peliharalah baik-baik, munculkan setiap saat dengan rasa syukur maka tanpa kau sadari kebahagiaan itu akan sering datang sendiri.”

Kakek itu mengangkat tanggannya. Tak lama, seekor kupu-kupu hinggap di ujung jari dan mengepakkan sayapnya, memancarkan keindahan ciptaan Tuhan. Warnanya begitu indah, seindah kebahagiaan bagi mereka yang mampu menyelaminya.

Kebahagiaan sesungguhnya tidak jauh, dia ada di setiap hati yang selalu bersyukut. Tidak perlu mencari biarkan dia “datang” sendiri.

 

Kisah Inspiratif dari Teman UGM

Setiap berkendara dari perempatan Kamdanen, ke timur ke arah Jalan Kaliurang, aku selalu melintasi rumah almarhum Prof. Damardjati Supadjar. Setiap kali pula, aku teringat sebuah percakapan dengan beliau, yang begiku sangat inspiratif.

Guru / dosen sedang mengajar
Guru / dosen sedang mengajar

Tahun 90 an awal, Pak Damar beberapa kali mengisi acara di Masjid Ash-Shiddiiqy, Demangan, sebuah masjid kecil yang aku turut mengurusnya. Ceramah beliau selalu sangat filosofis, sarat dengan ilmu kelas tinggi yang disajikan dengan cara amat sederhana. Ngelmu tuwo, kata beberapa jamaah senior di masjid itu.

Pada suatu kesempatan, saat turut mengantar Pak Damar pulang usai ceramah, aku bertanya pada beliau, “Pak, jadi dosen enak ya?”

“Bagi saya enak”, jawab beliau. “Tapi kalau diniati untuk kaya raya, ya jadi dosen itu tidak enak”.

“Tapi jadi dosen itu kan harus selalu menambah ilmu Pak,” kataku agak kurang nyambung.

“Tentu saja. Tapi itu kan otomatis berjalan, tak perlu dipaksakan.”

“Jadi tidak berat ya Pak?”

“Sama sekali tidak. Yang berat itu malah hal lain.”

“Apa itu Pak?”

“Mengendalikan ego,” jawab beliau.

Aku membuka telinga…

“Seorang dosen, juga seorang guru atau ustadz atau kyai, mudah terjerumus pada ‘ujub”. Pak Damar mulai menjelaskan. “Dengan pengetahuan yang dimiliki, dengan peluang untuk berbicara di depan orang lain yang bersedia atau dipaksa mendengarkan, semua pendidik pada dasarnya punya peluang menjadi tinggi hati. Ciri pendidik yang tinggi hati adalah gemar memamerkan pengetahuan, agar nampak pandai di hadapan anak-didiknya.”

“Tapi kan itu lumrah Pak.”

“Tidak lumrah. Pendidik yang tinggi hati, sesungguhnya akan gagal mendidik. Dia hanya akan menghasilkan pengagum, bukan orang terdidik. Pendidik yang baik adalah yang mampu menekan ego di hadapan anak-anak didiknya.”

“Menekan ego seperti apa Pak, maksudnya?” Aku tak paham betul apa maksud Pak Damar.

“Menekan ego untuk nampak pintar. Tugas  guru dan dosen bukanlah keminter di hadapan murid-muridnya, melainkan untuk memberi inspirasi”.

“Menunjukkan kepintaran di hadapan murid kan juga menginspirasi Pak?” tanyaku tetap kurang paham.

“Iya, inspirasi untuk kagum pada sang guru, bukan inspirasi untuk mencari ilmu sejati”.

Tetap tak paham, namun aku lanjut bertanya. “Soal menekan ego itu Pak, seberapa banyak pendidik yang bisa melakukannya?”

“Hanya mereka yang bisa menghayati makna “Tidak ada Ilah selain Alloh” yang bisa menekan ego.”

Aku tak yakin apakah aku betul-betul paham yang dimaksudkan oleh Pak Damar. Namun kata-kata itu selalu terngiang di benakku: “Seorang pendidik harus menekan ego untuk nampak pintar”.

Wakaf Tunai Pembangunan Gedung SDIT Wirausaha Indonesia

Mengapa Aku Menjadi Orang yang Sangat Miskin?

Ada seorang yang miskin bertanya pada sang guru bijak, “Mengapa aku menjadi orang yang sangat miskin dan selalu mengalami kesulitan hidup?”

Berdoa Agar Hutang Lunas
Berdoa

Sang guru menjawab, “Karena engkau tidak pernah berusaha untuk memberi kepada orang lain”.

“Tapi saya tidak punya apapun untuk diberikan kepada orang lain?”

“Sebenarnya engkau masih punya banyak untuk engkau berikan pada orang lain.”

“Apakah itu, guru bijak?”

Sadang guru menjawab:

  1. Dengan mulut yang engkau punya, engkau bisa berikan senyuman dan pujian
  2. Dengan mata yang engkau punya, engkau bisa memberikan tatapan yang lembut
  3. Dengan telinga yang engkau punya, engkau bisa memberikan perhatian
  4. Dengan wajah yang engkau punya, engkau bisa memberikan kerahaman
  5. Dengan tangan yang engkau punya, engkau bisa memberikan bantuan dan pertolongan pada orang lain yang membutuhkan dan masih banyak lagi.

Jadi sesungguhnya kamu bukanlah miskin, hanya saja engkau tidak pernah mau memberi pada orang lain.

Itulah yang menyebabkan orang lain juga tidak pernah mau memberikan apapun pada dirimu. Engkau akan terus seperti ini jika engkau tidak mau memberi dan berbagi pada orang lain dan siapapun.

Pulanglah dan berbagilah pada orang lain dari apa yang masih engkau punya, agar orang lain juga mau berbagi denganmu”.

Memberi tidak ditentukan oleh seberapa besar atau kecil, tapi berdasarkan kebutuhan. Kebencian tidak ditentukan oleh seberapa dalam atau dangkalnya, tapi berdasarkan seberapa terlukanya orang tersebut.

Oleh karena itu, kita mesti berhati-hati terhadap apa yang kita ucapkan, apa yang kita perbuat sehari-hari, jangan pernah meremehkan perbuatan baik yang kecil, namun jangan melakukan perbuatan buruk sekecil apapun.

Bukan Engkau yang Mencari Rezeki, tapi Rezekilah yang Mencarimu

Pulang kantor, mampir dulu beli titipan orang rumah. Kali ini dititipin ketoprak. Akhrnya ketemu gerobak ketoprak, kok ini gerobak kosong ga ada orang yang jaga.

Gerobak Ketoprak
Gerobak Ketoprak

“Pak, ini tukangnya mana pak?” Tanyaku ke tukang kue cucur di sebelahnya.

“Oh, lagi sholat maghrib Pak. Dah dari tadi, bentar lagi datang”, jawabnya.

Sehubungan ini pesanan orang rumah, terpaksalah menunggu agak lama, kalo untuk diri sendiri mah sudah saya tinggal langsung.

Tak berapa lama datanglah tukang ketoprak tersebut. “Beli ketoprak Pak satu”. Ucapku. Entah mengapa, tiba-tiba berubah pikiran, “dua deh Pak”.

Kemudian datanglah beberapa orang yang antri ngin beli ketoprak. Entah darimana mereka, tadi saya menunggu sendiri ga ada orang lain, tiba-tiba mereka datang memesan ketoprak.

Masya Allah, tidak sedikit pedagang yang rela meninggalkan sholat demi menjaga dagangannya yang belum tentu ada orang yang beli. Apalagi jika pelanggan sedang ramai. Atau mungkin pegawai-pegawai kantoran, rela menunda-nunda sholat bahkan meninggalkan sholat hanya karena alasan sibuk kerja, meeting dan lain sebagainya. Mereka (dan juga kita) seakan lupa kalo Allah lah yang mengatur rezeki.

Tukang ketoprak ini, dengan yakinnya meninggalkan jualannya untuk sholat, seakan-akan ia lari meninggalkan rezekinya, sekembalinya dari sholat ternyata rezeki datang bak lebah mengerumuni bunga. Bahkan Allah pun menggerakkan hati saya sendir untuk membeli lebih dari yang seharusnya.

Berdoa Agar Hutang Lunas
Berdoa

Sungguh benar perkataanmu wahai Nabi ku: “Kalau anak Adam lari dari rezekinya sebagaimana ia lari dari kematian, niscaya rezekinya akan mengejarnya sebagaimana kematian itu akan mengejarnya” (HR. Ibnu Hibban No.1084)

Semoga Allah menjadikan kita hamba-hambaNya yang selalu bertakwa, yang selalu mengutamakanNya di atas dunia dan seisinya. Amiin.

Wakaf Tunai Pembangunan Gedung SDIT Wirausaha Indonesia

Yayasan Sekolah Wirausaha Indonesia

Zulfikar, Meraih Mimpi dengan Keterbatasan Fisik & Ejekan

Namanya Zulfikar Rakhmat, mahasiswa Indonesia berusia 22 tahun yang tengah melakukan penelitian doktoral di Universitas Manchester tentang dampak perkembangan negara Asia terhadap perkembangan politik di Timur Tengah.

FB_IMG_1449921455856

FB_IMG_1449921466789FB_IMG_1449921449795

Zulfikar sejak lahir mengalami “Ashpyxia Neonatal”, yaitu gangguan yang menyebabkannya tidak bisa lancar dan tidak dapat menggunakan kedua tangan untuk sejumlah hal termasuk menulis.

Sebelum melanjutkan S-2 dan kemudian saat ini S-3 di Manchester, Zulfikar meraih gelar sarjananya dengan predikat terbaik di Universitas Qatar.

“Karena saya tidak bisa menulis dengan tangan, saya harus bawa laptop kemana-mana. Tapi saya tidak pernah menganggap ini sebagai beban, jalani saja -pasti ada jalan. Tuhan tidak pernah membebani hambaNya melebihi kemampuan mereka”, kata Zulfikar.

“Mungkin terkadang gaya bicara saya yang gagap membuat orang yang baru saya temui agak kesulitan memahami, tetapi lagi-lagi selalu ada jalan untuk mengatasinya seperti mengulanginya atau menjelaskannya melalui email setelah pertemuan.”

“Saya mengalami berbagai macam bullying, seperti ditertawakan, diejek, dikunci di kamar mandi, gerakan tangan saya yang ‘aneh’ diperagakan di depan kelas dan lain-lain”, cerita Zulfikar tentang ejekan dan cemoohan yang ia terima saat masih tinggal di Indonesia.

Ejekan yang paling parah dialami adalah, “Ketika seseorang mempertanyakan kemampuan saya untuk mencapai mimpi yang saya miliki. Saat itu sempat memang saya malas untuk sekolah karena ‘takut’. Tetapi ayah saya selalu berpesan bahwa jika saya nggak mau sekolah, berarti saya membiarkan keterbatasan saya menang. Satu-satunya jalan waktu itu adalah membuktikan bahwa kita tidak seperti apa yang mereka katakan dan lebih beraharga dari apa yang mereka tertawakan.

Pada usia 15 tahun, keluarganya pindag ke Qatar dan sejak itu “Tidak ada ‘bullying’ seperti yang saya dapati di Indonesia. Semua saling memberi dukungan dan tidak ada ‘rasa tidak percaya’ terhadap mimpi yang dimiliki seseorang. Mereka percaya bahwa dalam kondisi apapun seseorang bisa menggapai mimpinya jika ada semangat dan kerja keras.”

Selain politik Timur Tengah dan Asia, Zulfikar juga tertarik pada ilmu komputer dan jurnalistik, dengan pengalaman menulis artikel di sejumlah media.