Arsip Kategori: Keluarga

Muhammad ‘Imaduddin Badi’uzzaman, Anakku yang ke-5

Hari Rabu tanggal, 23 Desember 2015 bertepatan dengan tanggal, 11 Rabiul Awal 1437 Hijriyah anakku yang ke-5 lahir ke dunia fana ini. Muhammad ‘Imaduddin Badi’uzzaman kami beri nama.

Badi bersama Abinya
Badi bersama Abinya
Keluarga Bahagiaku, 26 Desember 2015
Keluarga Bahagiaku, 26 Desember 2015

Arti nama: ‘Imaduddin = tiang agama, Badi’uzzaman = masa keindahan.

Semoga anak ini menjadi pemimpin kaum muslimin, penghafal Al-Qur’an dan penerang kubur kedua orang tuanya. Amin yaa Robbal ‘Aalamiin.

Di Rumahku Ada Cinta

“Taman punya kita berdua. Tak lebar luas, kecil saja. Satu tak kelihatan lain dalamnya. Bagi kau dan aku cukuplah”.

Itulah penggalan puisi Chairil Anwal, 1943, tentang rumahnya yang disebut taman. Taman hati. Taman hidup. Sempit ruangnya, tapi cinta membuatnya jadi teras cukup lapang dalam dada. Cinta membuatnya nyaman dihuni.

Rumah cinta
Rumah cinta

Kenyamanan. Itu rahasia jiwa yang diciptakan cinta: maka kita mampu bertahan memikul beban hidup, melintasi aral kehidupan, melampaui gelombang peristiwa, sambil tetap merasa nyaman dan teduh.

Cinta menciptakan kenyamanan yang bekerja menyerap semua emosi negatif masuk ke dalam serat-serat jiwa melalui himpitan peristiwa kehidupan. Luka-luka emosi yang kita alami sepanjang jalan kehidupan ini hanya mungkin dirawat di sana: dalam rumah cinta.

Dalam rumah cinta itu kita menemukan sistem perlindungan emosi yang ampuh. Mary Carolyn Davies mengungkapkannya dengan manis:

“Ada sebuah tembok yang kuat di sekelilingku yang melindungiku, dibangun dari kata-kata yang kau ucapkan padaku”.

Jiwa yang terlindung akan cepat bertumbuh dan berbuah. Sederhana saja. Karena hakikat cinta selamanya hanya satu: memberi. Memberi semua kebaikan yang tersimpan dalam jiwa. Melalui tatapan mata, kata atau tindakan. Jika kita terus menerus memberi maka kita akan terus menerus menerima.

Pemberian jiwa itu menghidupkan kekuatan kebajikan yang sering tertidur dalam jiwa manusia. Seperti pohon: pada mulanya ia menyerap matahari dan air, untuk kemudian mengeluarkan semua kebajikan yang ada dalam dirinya: buahnya keindahan.

Dalam rumah yang penuh cinta itu kita menemukan rasa aman, kenyamanan dan kekuatan untuk terus bertumbuh. Itu sebabnya rumah yang begitu seperti menghadirkan syurga dalam kehidupan kita. Rumah itu pasti utuh dan abadi. Adakah doa cinta yang lebih agung daripada apa yang diajarkan sang Rasul kepada kita di malam pertama saat kita meletakkan dasar bangunan hubungan jiwa yang abadi? Letakkan tangan kananmu di atas ubun-ubun istrimu, lalu ucapkan doa ini dengan lebut:

“Ya Allah, aku mohon kepada Mu kebaikan perempuan ini dan semua kebaikan yang tercipta bersama penciptanya”.

— Anis Matta–

 

 

Aku Menikah

Di tahun 1999 saya pernah berkhayal: dalam waktu dekat saya ingin menikah, tanpa pacaran dengan gadis berjilbab.

Alhamdulillah, tahun 2000 saya menikah dengan seorang muslimat yang sangat cantik, baik budi daaaan yang paling penting dia berjilbab.

Impian itu sangat penting. Penting karena hanya dengan impianlah kehidupan ini dipandu untuk mendapatkan sesuatu yang kita impikan.

Dengan impian, kita menjadi fokus dan terarah dalam menjalani hidup ini. Apapun itu.

img186

Alhamdulillah, saat ini sudah 15 tahun perjalanan kami mengarungi bahtera rumah tangga yang penuh dengan suka dan duka. Saat ini kami insya Alloh sedang menunggu kelahiran anak kami yang ke 5.

Perkiraan bidan, anak ke 5 kami insya Alloh akan lahir pada akhir bulan Desember 2015 atau Januari  2016