Arsip Kategori: Lingkungan

Ais: Masyarakat berhak mendapatkan pemimpin amanah

PKSCITRA-(BCL Waluya, 9/3/2016) BAPILU DPC PKS Citra adakan pelatihan kepemimpinan lingkungan guna meningkatkan kemampuan dan pengetahuan kader dalam memimpin masyarakat.

PKL, 8 Maret '16

Pelatihan ini diisi oleh bapak Ais Zakiyudin, Sekum DPC, yang berbagi teori dan praktik selama menjabat ketua  Rt dan Rw.

Dalam pengantar pelatihannya bapak Ais menuturkan alasan mengapa kader pks harus menjadi ketua lingkungan?, “pertama, masyarakat berhak mendapat pemimpin yang amanah. Kedua, memberikan kontribusi kepada lingkungan secara optimal.” Ucap beliau.

Sambung ketua FKM GCC, “ketiga, belajar mengelola berbagai persoalan persoalan kemasyarakatan. Keempat, belajar memimpin orang orang dari berbagai latar belakang. Terakhir, benteng penjaga praktek money politik.”

Acara yang dihadiri oleh 35 orang yang perwakilan 10 dpra di kecamatan cikarang utara berjalan interaktif. Pemateri juga memberikan tips dan trik selama menjalankan amanah pimpinan lingkungan. Misalnya, ketika menghadapi warga yang ‘cerewet’ sampai cara membuat laporan keuangan secara periodik.

by NS

Sumber: http://pkscikarangutara.com/beritautama/ais-masyarakat-berhak-mendapatkan-pemimpin-amanah/

Kok ‘Rebutan Masjid’?

Bingung dengan judul diatas? Nggak usah bingung. Terkadang kejadian-kejadian di lingkungan sekitar itu membuat kita tersenyum sendiri.

Bermunajad kepada Alloh

Bagaimana tidak. Ketika masjid belum ada, masyarakat merindukan adanya tempat beribadah bersama, tempat yang bisa dijadikan sebagai sarana penguat silaturahim dan persatuan ummat.

Akan tetapi, justru ketika masjid sudah didirikan dengan susah payah, masjid menjadi sarana perpecahan diantara kelompok masyarakat.

Diantara pengurus DKM itu yang saling berebut pengaruh dalam memanfaatkan masjid. Pengurus yang satu memiliki agenda sesuai keinginan kelompoknya. Sementara kelompok pengurus yang lain juga memiliki agenda tensendiri.

Termasuk dalam membangun penambahan fasilitas masjid juga masing-masing kelompok melakukan penggalangan dana sendiri dan uang nya tidak mau digabung dengan kas masjid. Lucu ya. Maksudnya apa ya?

Entah apa niatnya. Akan tetapi, apabila niatnya semata-mata karena Alloh dan berfastabiqul khoirot, tentu tidak harus saling berebut pengaruh, apalagi kesannya seolah ingin diakui keberadaannya di tengah jamaah masjid.

Hal ini yang membuat saya ingin tertawa sendiri. Kelihatannya ingin memakmurkan masjid tapi, kesan yang tampak malah ingin menonjolkan kemampuan kelompoknya. Yang seperti ini, apakah mereka tidak sadar bahwa Alloh SWT tidak menyukainya? Melakukan sesuatu yang tidak ikhlas karenaNya semata.

Membangun keikhlasan memang tidak mudah. Perlu cara dan waktu yang panjang untuk bisa melakukannya dengan baik. Semoga kita menjadi orang yang selalu melakukan muhasabah dan introspeksi atas amalan-amalan kita.