Arsip Kategori: Opiniku

Di Sekolah ini, Anak Yatim Tidak Perlu Membayar

Gedung Sekolah

Akhir tahun ini sekolah-sekolah swasta sudah mulai berancang-ancang untuk hajat tahunan, yaitu penerimaan peserta didik baru. Pun di sekolah kami. Kami sudah menyiapkan berbagai perlengkapan untuk menyambut datangnya calon siswa baru.

Banyak yang bertanya mengenai biaya. Kami selalu mengatakan bahwa masalah biaya, kami pastikan bahwa di sekolah biaya yang terrendah khususnya jika dibandingkan dengan sekolah Islam di kawasan yang sama.

Bahkan untuk anak yatim, kami gratiskan alias tidak perlu membayar biaya sepeser pun baik untuk uang pangkal, uang kegiatan tahunan maupun SPP dan biaya ekstrakurikuler.  Mereka hanya kami minta untuk fokus belajar dan belajar.

Kami bahkan sangat bersyukur dan bangga jika ada anak yatim yang bersekolah di sekolah kami. Kenapa? Karena kami berkeyakinan, merekalah yang menjadikan keberkahan dan kemajuan sekolah ini dapat dirasakan hingga saat ini.

Kelas Khusus Anak Inklusi

Di sekolah ini ada kelas khusus untuk anak-anak inklusi. Kelas ini beranggotakan 6 siswa yang merupakan anak-anak berkebutuhan khusus.

Kelas ini diampu oleh satu orang guru kelas, kelas ber Ac dan hanya belajar dari pukul 07.00 sampai pukul 11.00. Siswa lain pulangnya pukul 14.00/15.00.

Kelas ini kami adakan karena banyaknya permintaan dari org tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus, sementara sangat jarang sekolah mau menerimanya dengan berbagai alasan.

Para orang tua siswa inklusi ini merasa bersyukur anaknya bisa diterima di sekolah sebagaimana anak-anak lainnya bersekolah.

Mereka ini sesungguhnya memiliki kecerdasan tertentu, hanya saja kita perlu kesabaran untuk mengeksplorasi sisi kecerdasan yang dimiliki si anak khusus ini.

Gedung Sekolah

Sekedar informasi, tahun ini kami meluluskan siswa untuk pertama kalinya. Diantara mereka terdapat siswa inklusi dan mendapatkan peringkat 1 utk test masuk jenjang SMP Islam pavorit. Alhamdulillah.

Semoga sekolah ini semakin berkembang, maju dan berkah sehingga banyak masyarakat yg merasakan semangat pengabdian dari sekolah ini.

Kematian yang Menakutkan

Bagi saya, kematian adalah hal yang sangat sangat sangat menakutkan. Bagaimana tidak takut, kita nanti akan berada dikubur sendirian tanpa anak, istri, sahabat apalagi teman menemani. Di kuburan tidak ada penolong kecuali amal-amal kita sebelum mati.

Kenapa begitu menakutkannya kematian bagi saya? Ya karena saya belum memiliki secuil pun bekal yang memadai. Amal apa yang bisa menolong saya dari bencana kematian ini, semantara kemaksiatan terus saya lakukan baik sadar maupun tidak sadar.

Amal jariyah? Sedekah? Ilmu yang bermanfaat? Anak yang sholeh? Ya Alloh, andai kematian ini bisa ditunda, pasti saya akan: 1. Menyelesaikan semua urusan dengan manusia, 2. Menyelesaikan urusan riba, 3. Bersedekah yang banyak, 4. Membangun sekolah yang di dalamnya ada anak yatim dan dhuafa yang  bersekolah dengan gratis, 5. Membangun masjid yang banyak kegiatan syiar islam dan memberi makan para musafir dan fakir miskin.

Ya Alloh, tolong lah hambaMu, jangan dulu ambil nyawa ku. Berikan kesempatan kepada hambaMu yang tidak tahu diri ini untuk mencari bekal di akhiratMu yang kekal. Amiin.

 

 

 

Mengingat Kembali Arti Kemerdekaan

Melalui ragam acara dan lomba siswa SDIT Wirausaha Indonesia berusaha mengingat kembali detik-detik sejarah terbebasnya negeri ini dari penjajahan yang telah berlangsung ratusan tahun lamanya. 

Lomba yang teramat klasik, lomba balap karung, membawa kelereng dengan sendok di mulut, memasukkan paku ke dalam botol. Yang juga sarat makna adalah lomba baca puisi dan pidato perjuangan para pahlawan bangsa. 

Erdogan Menang Pemilu

Erdogan menang pemilu. Ada yang berduka, siapa? Negara-negara barat nan pongah dan sekutu-sekutunya.

Mereka ini sedang menangis meratapi nasibnya sambil merencanakan rencana busuk dan licik untuk menghabisi Erdogan.

Ada yang bahagia, siapa? Rakyat di berbagai belahan dunia yang tertindas.

Mereka ini adalah rakyat Palestina, Suriyah, Rohingnya dan lain-lain. Mereka berdoa, bermunajad dalam qiyamullayl nya demi keselamatan, kesehatan, kemenangan dan kejayaan Turki dibawah AKP.

Menurut laporan dari kantor berita Anadolu berdasarkan data dari YSK, Dari 99% suara yang telah dihitung, Erdogan meraih 53% suara.

Erdogan mengalahkan rival kuatnya, Muharrem Ince yang memperoleh 31% dukungan, demikian tulis media pemerintah Turki, Anadolu.

Dengan begitu, pria berusia 64 tahun itu kembali menduduki kursi nomor satu di negara tersebut.

Selamat buat Tn. Erdogan

Erdogan Sang Pemimpin Dunia

Ada yang komplain. Erdogan tuh tidak mewakili umat Islam dan Negara Turki bukan representasi pemerintahan Islami.

Saya balik tanya, trus siapa dong yang bisa kita jadikan ikon kebanggaan umat Islam dunia saat ini?

Trump dengan amrik nya? Netanyahu dengan israel nya? Kim Jong Un dengan korut nya? Raja Salman dengan arab saudi nya? As Sisi dengan mesir nya? Bashar Al Asad dengan suriyah nya?

Mana? Mana? Jeplak memang mudah…

Memang saat ini belum ada pemimpin muslim ideal paripurna yang bisa dijadikan kiblat umat islam dunia. Bahkan konon Erdogan ketika awal-awal mendirikan AKP dianggap sebagai murid ‘murtad’ yang menyimpang dari garis perjuangan partai yang didirikan oleh gurunya Syaikh Nekmetin Erbakan.

Tetapi, hari ini dunia mengakui kepiawaian Mr. Erdogan dalam mengelola Turki ditengah ancaman sekularisasi militer turki sejak keruntuhan khilafah tahun 1924. Erdogan sukses meramu manajemen konflik ditengah kerumitan ekonomi, politik dan psikologi dengan membawanya menjadi negara yang Islami dlm bingkai sekularisme.

Sudah beberapa kali pemimpin Turki yang dihukum mati militer hanya gegara membawa kembali ajaran Islam dalam kehidupan bermasyarakat di negeri ini.

Maka tidak heran, kita sebagai muslim bangga dengan kesuksesan Mr. Erdogan membawa kabangkitan Turki dari ambang kehancuran dan membawanya berkuasa selama hampir 20 tahun di negeri Konstantinopel itu.

Pembelaan Ronaldo atas Palestina

Ini keren bingitz. Melihat video Ronaldo melempar mic milik reporter media tv Israel yang berusaha mewawancarainya.

Ini menjelaskan tentang apa, sedangkan Ronaldo bukan beragama Islam?

Ini bukan menjelaskan tentang solidaritas keagamaan, tetapi TENTANG SOLIDARITAS KEMANUSIAAN.

Tragedi kemanusiaan ini sudah terjadi puluhan tahun dan dibiarkan oleh negara-negara penjajah yang katanya negara kampiun demokrasi dan penyokong utama kemanusiaan.

Ronaldo, sekalipun bukan muslim memiliki hati nurani, bahwa kejahatan atas kemanusian harus ditolak dienyahkan dari muka bumi sebagaimana tertulis dalam pembukaan UUD 1945 yang merupakan undang-undang negara kita.

Ronaldo seakan menampar kita yang sebagai muslim yang justru bangga dengan besalaman dan bersenyum ria bersama bangsa penjajah yang sangat kejam.

Kita sebagai muslim justru sangat apresiatif dan bangga dijadikan setempel perdamaian bangsa zionis Isreal laknatulloh. Lah wong banyak bangsa Yahudi banyak yang menolak penjajahan model zionis ini, kok kita malah cengengesan dengan mereka.

Di mana pembelaan atas rasa kemanusiaan kita?

Link video: https://www.youtube.com/watch?v=TytpETR1_Gc