Arsip Kategori: Opiniku

Erdogan Menang Pemilu

Erdogan menang pemilu. Ada yang berduka, siapa? Negara-negara barat nan pongah dan sekutu-sekutunya.

Mereka ini sedang menangis meratapi nasibnya sambil merencanakan rencana busuk dan licik untuk menghabisi Erdogan.

Ada yang bahagia, siapa? Rakyat di berbagai belahan dunia yang tertindas.

Mereka ini adalah rakyat Palestina, Suriyah, Rohingnya dan lain-lain. Mereka berdoa, bermunajad dalam qiyamullayl nya demi keselamatan, kesehatan, kemenangan dan kejayaan Turki dibawah AKP.

Menurut laporan dari kantor berita Anadolu berdasarkan data dari YSK, Dari 99% suara yang telah dihitung, Erdogan meraih 53% suara.

Erdogan mengalahkan rival kuatnya, Muharrem Ince yang memperoleh 31% dukungan, demikian tulis media pemerintah Turki, Anadolu.

Dengan begitu, pria berusia 64 tahun itu kembali menduduki kursi nomor satu di negara tersebut.

Selamat buat Tn. Erdogan

Erdogan Sang Pemimpin Dunia

Ada yang komplain. Erdogan tuh tidak mewakili umat Islam dan Negara Turki bukan representasi pemerintahan Islami.

Saya balik tanya, trus siapa dong yang bisa kita jadikan ikon kebanggaan umat Islam dunia saat ini?

Trump dengan amrik nya? Netanyahu dengan israel nya? Kim Jong Un dengan korut nya? Raja Salman dengan arab saudi nya? As Sisi dengan mesir nya? Bashar Al Asad dengan suriyah nya?

Mana? Mana? Jeplak memang mudah…

Memang saat ini belum ada pemimpin muslim ideal paripurna yang bisa dijadikan kiblat umat islam dunia. Bahkan konon Erdogan ketika awal-awal mendirikan AKP dianggap sebagai murid ‘murtad’ yang menyimpang dari garis perjuangan partai yang didirikan oleh gurunya Syaikh Nekmetin Erbakan.

Tetapi, hari ini dunia mengakui kepiawaian Mr. Erdogan dalam mengelola Turki ditengah ancaman sekularisasi militer turki sejak keruntuhan khilafah tahun 1924. Erdogan sukses meramu manajemen konflik ditengah kerumitan ekonomi, politik dan psikologi dengan membawanya menjadi negara yang Islami dlm bingkai sekularisme.

Sudah beberapa kali pemimpin Turki yang dihukum mati militer hanya gegara membawa kembali ajaran Islam dalam kehidupan bermasyarakat di negeri ini.

Maka tidak heran, kita sebagai muslim bangga dengan kesuksesan Mr. Erdogan membawa kabangkitan Turki dari ambang kehancuran dan membawanya berkuasa selama hampir 20 tahun di negeri Konstantinopel itu.

Pembelaan Ronaldo atas Palestina

Ini keren bingitz. Melihat video Ronaldo melempar mic milik reporter media tv Israel yang berusaha mewawancarainya.

Ini menjelaskan tentang apa, sedangkan Ronaldo bukan beragama Islam?

Ini bukan menjelaskan tentang solidaritas keagamaan, tetapi TENTANG SOLIDARITAS KEMANUSIAAN.

Tragedi kemanusiaan ini sudah terjadi puluhan tahun dan dibiarkan oleh negara-negara penjajah yang katanya negara kampiun demokrasi dan penyokong utama kemanusiaan.

Ronaldo, sekalipun bukan muslim memiliki hati nurani, bahwa kejahatan atas kemanusian harus ditolak dienyahkan dari muka bumi sebagaimana tertulis dalam pembukaan UUD 1945 yang merupakan undang-undang negara kita.

Ronaldo seakan menampar kita yang sebagai muslim yang justru bangga dengan besalaman dan bersenyum ria bersama bangsa penjajah yang sangat kejam.

Kita sebagai muslim justru sangat apresiatif dan bangga dijadikan setempel perdamaian bangsa zionis Isreal laknatulloh. Lah wong banyak bangsa Yahudi banyak yang menolak penjajahan model zionis ini, kok kita malah cengengesan dengan mereka.

Di mana pembelaan atas rasa kemanusiaan kita?

Link video: https://www.youtube.com/watch?v=TytpETR1_Gc

Mana Partai yang Ramah, Santun dan Relijius? PKS

Ramadhan kali ini benar-benar membuktikan mana partai keren dan mana partai juara korupsi.

Mana partai yang rajin menyapa masyarakat dengan takjil on the roadnya dan mana partai yang grudak gruduk anarkis.

Mana partai yang ramah, santun, relijius dan mana partai yang brangasan.

Harapannya, semoga masyarakat sekarang lebih cerdas dalam memilih ketika pemilu. Memilih bukan karen tawaran duit recehan dan seabrekk janji-janji.

Lima menit di bilik pemilu akan menentukan nasib negeri ini lima tahun mendatang.

Yuuk PILIH PKS, partai keren sekali

 

Partai mana yg selama Ramadhan ini paling sibuk melayani masyarakat?

Cobalah jawab yang jujur. Partai mana yang selama Ramadhan ini paling sibuk melayani masyarakat? PKS

Ketika masyarakat repot mencari bukaan di jalan, PKS hadir menyapa dan melayani masyarakat dengan Takjil On The Road nya (TOR).

Hal itu dilakukan para pimpinan, kader dan simpatisan PKS setiap hari selama bulan Ramadhan. Semua turun ke jalan mengenyampingkan rasa lelah, lapar dan haus demi menyapa dan melayani masyarakat.

Dalam rangka membersamai para pemudik, mulai kemaren PKS juga membuka posko mudik di sepanjang jalan yang dilalui oleh masyarakat yang melakukan perjalanan ritual mudik.

Posko ini bukanlah posko-poskoan yang sepi peminat, sepi pelayanan dan sepi penjaga, atau posko yang dibuat hanya sekedar simbol dan pamer logo ormas atau partai. Posko mudik PKS ini adalah posko yang sangat hidup, benar-benar bersemangat melayani dan masyarakat sangat antusias mendatanginya.

Di posko ini disediakan tempat sholat, tersedia takjil dan makanan sahur, alat terapi capek dan pijit, air panas berserta teh, kopi dan makanan ringan dan lain-lain.

Makanya tidak heran jika posko mudik PKS selalu ramai disambangi para pemudik yang kelelahan dan penat setelah mengukur jalanan selama berjam-jam.

Oh ya, semua bentuk pelayanan itu memerlukan duit yang tidak sedikit lho. Darimana dana nya? Tenaaang dananya bukan dari negara, tapi dari kantong para kader sendiri. Makanya ada sebutan, PKS partai kantong sendiri.

Sebagai simpatisan, saya semakin kagum dan respek dengan PKS. PKS selalu punya ide dan energi untuk berbuat yang terbaik untuk masyarakat. Mereka punya motto #aytktm apapun yang terjadi kami tetap melayani. Keren dech PKS.

Saya tidak tahu, gerombolan yg ingin membubarkan PKS kepikiran tidak tuh membuat acara seperti ini. Sepertinya jauh panggang dari api.

Sukses utk PKS
Jayalah PKS
Jayalah Islam
Jayalah negeriku

Kenapa Perekonomian Dikuasai Bangsa Lain?

Apa yang menyebabkan perekonomian kita dikuasai oleh bangsa lain?

Karena bangsa kita sejak puluhan tahun yang lalu tidak mau atau kurang tertarik untuk membangun perkonomian. Karena membangun usaha itu sangat identik dengan jatuh bangun sebuah usaha. Dalam bayangan kita, membangun usaha itu identik dengan capek sepanjang waktu. Padahal tidak seperti itu. Membangun usaha itu capek di 2-3 tahun pertama, selanjutnya kita sudah bisa menikmati kesuksesan kecil kita, sebelum menjelma menjadi sukses besar.

Apalagi Kita ini sudah lama dininabobokan dengan anggapan bahwa  menjadi priyayi lebih terhormat dibanding menjadi pengusaha. Maka tidak heran anak keturunan bangsa kita lebih tertarik untuk melamar pekerjaan dibanding membangun peluang pekerjaan. Kita lebih bangga ketik bekerja di sebuah perusahaan besar dengan seabrek fasilitas, ketimbang membangun dari awal sebuah usaha kecil. 

Lingkungan kita bahkan sangat tidak mendukung jika anak-anaknya menekun usaha. Kadang-kadang muncul ledekan, buat apa sekolah tinggi-tinggi kalau akhirnya malah membuka usaha kecil-kecilan. Kita juga terkadung nyaman dg anggapan bahwa menjadi karyawan itu lebih nyaman dibanding menjadi pemilik usaha.

Alhamdulillah, ada pribumi bangsa ini yg saat ini menjadi pengusaha besar. Sebut saja misalnya: keluarga kalla, keluarga bakrie, keluarga ct dan lain-lain. Walaupun jumlahnya masih sangat sedikit dibandingkan jumlah penduduk pribumi Indonesia.

Ketidaksiapan kita mengelola ekonomi menyebabkan perekonomian kita dikuasai oleh bangsa yang siap.

Tidak usah jauh-jauh, coba saja kita lihat, siapa pemilik toko di pasar-pasar dan pusat keramaian yang terdekat dari tempat tinggal kita. Pasti kita dengan mudah bisa menjawabnya.

Ada anggapan bahwa mereka maju karena mereka berbuat curang, menipu dan lain-lain tentu saja tidak sepenuhnya benar. Yang curang jelas pasti ada, sebagaimana kita juga ada yg curang dalam menjalankan usaha. Yang jujur juga banyak sebagaimana kita juga banyak pengusaha yang jujur.

Jadi, kondisi perekonomian kita hari ini sebaiknya disikapi dengan bijak dan sadari diri. Mulai hari ini sebaiknya mulai berfikir, mau melakukan apa ke depan. Jika kita sudah lelah berwirausaha yang selalu gagal, minimal anak-anak kita didekatkan pada upaya-upaya agar mereka kelak menjadi seorang wirausahawan yang sukses.

Jadilah wirausaha yang mandiri dengan modal dan kemampuan yg kita miliki. Janganlah selalu mengharap stimulus dan bantuan dari program pemerintah. Jika ada bantuan pemerintah kita terima, dan itu bersifat tambahan bukan pokok.

Yuuk berwirausaha

Dwifungsi ABRI

Dahulu pada zaman orde baru, kita sangat anti dengan dwifungsi ABRI.

Dwifungsi ABRI secara sederhana dalam prakteknya adalah pimpinan tentara bisa menjadi pemimpin atau pejabat publik, baik presiden, gubernur maupun bupati termasuk mendapatkan jatah anggota DPR RI.

Sehingga tidak heran, jabatan gubernur dan bupati yang berasal dari tentara sudah biasa. Seiring dengan perkembangan zaman, masyarakat menginginkan perubahan. Masyarakat ketika itu menginginkan kepemimpinan sipil.

Tetapi, saat ini ternyata kepemimpin sipil tdk membawa perubahan yang signifikan. Tetap saja korupsi merajalela, perekonomian tidak kunjung membaik, pembangunan biasa saja, KKN yang dulu ingin diberantas, kini semakin merajalela.

Kepemimpinan sipil juga sering menjadi ajang keributan antar kelompok masyarakat dan ketidakteraturan tidak kunjung selesai. Berbeda dengan pemimpin militer yang terbiasa ditempa dengan pola pelatihan kepemimpinan yang keras melahirkan kepemimpinan yang terkenal berwibawa, mampu mengambil keputusan yang sulit dan berdisiplin tinggi.

Tentu saja tidak semua pemimpin sipil memiliki tipikal buruk. Tidak sedikit pemimpin sipil yang memiliki seabrek berprestasi, lihat saja kang Aher, pak Irwan Prayitno dan lain-lain.

Yang menarik untuk dicermati, faktanya sampai hari ini masyarakat masih merindukan pensiunan jenderal menjadi presiden, apalagi dengan melihat pengalaman pahit 4 tahun terakhir. Lihat saja bursa capres dan cawapres tidak jauh-jauh dari pensiunan jenderal.

Sukses dengan Cara Gratisan?

Ada nggak sih, orang yang sukses tapi bermodal serba gratisan? Mungkin ada. Tetapi pada umumnya, kesuksesan apalagi sukses besar itu tidak bisa gratisan.

Ikut pelatihan wirausaha gratisan
Ikut pelatihan bikin web gratisan
Ikut pelatihan optimasi seo gratisan
Ikut pelatihan akuntansi gratisan
Ikut pelatihan manajemen gratisan

Sukses besar itu harus ditebus dengan harga dan pengorbanan yang tidak murah apalagi gratisan. Bentuk pengorbanan itu bisa dalam bentuk duit, waktu, tenaga, pikiran, perasaan dan lain-lain.

Jadi, sukses besar bermodalkan serba gratisan itu sepertinya ngimpi di siang bolong. Yuuk siapkan pengorbanan terbaik kita untuk sukses kita di masa yang akan datang.