Kuliah di Turki, Impiannya Lima Tahun yang Lalu

Semalam kami packing untuk yang terakhir kalinya. Ya hal ini untuk memastikan semua barang-barang keperluan selama di Turki masuk ke dalam kedua koper dan satu tas jinjing.

Mulai dari pakaian rumahan, pakaian musim dingin, pakaian untuk aktifitas kuliah, sandal, sepatu, bumbu-bumbu, sabun, shampoo dan dokumen-dokumen pendukung studi kami pastikan masuk ke dalam koper dan tidak ada yang ketinggalan.

Ada yang menyentak saya. Sebelum tidur Hafshah memberitahukan bahwasanya setelah bongkar-bongkar buku sekolahnya, lima tahun yang lalu atau tepatnya ketika dia masih kelas 2 MTs ternyata dia sudah mengimpikan untuk bisa study ke Turki.

Setidaknya ada tiga macam dokumen objek yang menjadi afirmasi atas impian tersebut. Yang pertama, gambar Hafshah dan tulisan Turki ditulis tangan di sebuah kertas buku pelajaran. Yang kedua, ada peta dunia dimana peta Turki dilingkari dengan spidol. Sedangkan yang ketiga, foto bersama teman-temannya dimana di atas kepala masing-masing ditulis negara impian masing-masing. Teman-temannya ada yang menulis Madinah, Pakistan sedangkan Hafshah menulis Turki di atas kepalanya.

Amazing… dan ternyata benar, hari ini impian itu sudah terwujud. Hari ini kami mengantarnya menuju Istambul, Turki untuk melanjutkan kuliah.

Ketika impian ditancapkan, maka dia akan menemui kita seiring dengan perjalanan waktu. Impianlah yang akan menuntun kita menuju apa yang dicita-citakan.

Maka benar adanya sebuah ungkapan yang menyatakan, “Kamu akan Mendapatkan Sebesar Impian mu“. Maka janganlah takut untuk bermimpi. Gantungkan impian mu, Allah lah yang akan mewujudkan impian mu itu.

Selamat belajar di negeri orang nak. Doa orang tua mu dan orang-orang yang mencintai mu selalu menyertai desah nafas mu.

Silakan baca: Apa kelebihan SWI Islamic School?