Merenda Hari Menuju 10 September 2019

Beberapa hari ini saya dan istri sedang memikirkan hal yang cukup berat yang belum pernah dipikirkan sebelum-sebelumnya. Maklum kamibelum punya pengalaman untuk hal ini. Ya kami memikirkan rencana kepergian putri pertama kami ke luar negeri. Sesuatu yang luar biasa bagi kami saat ini.

Anak ini sejak lulus sekolah dasar langsung masuk pesantren dan kini sudah lulus setelah selama 6 tahun menempuh pendidikan di sana. Artinya praktis sejak umur 12 tahun kami sudah berpisah dan hanya bertemu dua bulan sekali dan pulang setiap enam bulan.

Setelah tiga bulan kami bersama lagi di rumah selepas lulus dari pesantren, ada rencana kepergian ke negeri orang, yaitu ke Turky. Keberangkatan ke Turky rencananya tanggal 10 September 2019. Dia akan berada di Turky untuk lima tahun, satu tahun pertama untuk belajar bahasa Turky, empat tahun masa kuliah S-1.

Rencana kepergian ke luar negeri bukan tidak pernah terpikirkan, bahkan ini adalah impian si anak dan kami orang tuanya.

Tidak terbayang, kami akan berpisah lagi entah untuk waktu berapa lama. Secara hitungan hanya lima tahun, tetapi kita tidak tahu, mungkin ada peluang kuliah S-2 ? Atau mungkin menikah dan menetap di sana? Wallohu a’lam.

Doa kami selalu menyertaimu nak, baik-baiklah membawa diri dan ingatlah hanya Allah subhanahu wa ta’ala tempat sebaik-baik bergantung dan meminta pertolongan, apalagi di negeri orang dimana orang tua dan sanak saudara mu jauh dari mu.