Berwirausaha Itu Penting Loh

Saking pentingnya berwirausaha, sejak pertama kali merantau ke jakarta tahun 1992 an saya sudah belajar berwirausaha.

Sejak saya mulai bekerja dan kuliah, saya juga nyambi usaha. Apa saja yang bisa saya lakukan dengan modal kecil yang saya miliki, dengan peluang yang tersedia saat itu.

Saat itu saya jualan majalah Hidayatulloh, Sabili, Ummi, Annida, Al-Izzah dan Tarbawi. Konsumen terbesarnya adalah para buruh teman-teman kerja.

Saya juga jualan buku-buku islam. Hal ini saya lakukan dengan cara bekerja sama dengan Toko Buku I’tishom yang terletak di bilangan pemuda, Jakarta Timur. Kami bekerja sama dengan cara ambil buku sejumlah yang saya mau dan saya membayar buku-buku yang terjual. Berwirausaha itu mengAsyikkan loh.

Alhamdulillah, dari hasil berjualan buku dan majalah, saya bisa membeli buku-buku kuliah. Berjualan buku dan majalah saya lakoni dari tahun 1994 sampai tahun 1999 an.

Saya juga pernah jualan baju, usaha rental mobil, jualan ayam goreng, dan simpan pinjam syariah.

Itu semua saya jalankan karena menyadari betul bahwa pada saatnya manusia itu akan tua dan akan sangat berkurang kemampuannya dalam bekerja.

Suatu saat nanti saya memiliki passive income yang dapat menjamin kehidupan di dunia khususnya dalam hal masalah keuangan. Ini adalah impian saya, semoga terkabul.

Balada Hidup Manusia

Manusia itu unik. Ketika tenaga masih kuat-kuatnya, kebutuhan hidup masih sangat kecil, jumlah anak baru 1-3, sekolah pun baru tingkat TK / PAUD. Belum butuh banyak biaya. Paling-paling biaya uang pangkal sekitar 3-7 jutaan, spp masih dalam hitungan ratusan ribu rupiah.

Ketika usia 40 – 50 an, disaat naik motor sebentar saja minta kerokan karena gampang masuk angin, kena rintik-rintik hujan langsung demam, nyangkul kerja bakti warga pinggang serasa mau putus, sedikit-sedikit sakit, sedikit-sedikit pusing, mata sudah bukan minus lagi tapi plus-minus, tenaga sudah kurang produktif, suka lemas dan mudah hilang gairah kerja.

Justru disaat seperti itu anak-anak kita sedang membutuhkan biaya yang cukup besar. Yang kecil smp, kakanya masuk sma, kakaknya yang pertama masuk kuliah. Kebutuhan uang pangkal anak dari smp sampai kuliah saja bisa sampai 50 jutaan. Belum lagi biaya bulanan, dari mulai spp, biaya kos, biaya buku dan biaya lain-lain mungkin bisa mencapai 6 juta an per bulan.

Jangan lupa, kita juga harus mempersiapkan biaya untuk naik haji, membantu bahkan membiayai orang tua dan saudara-saudara yang memerlukan uluran tangan kita.

Itulah manusia, semakin tua justru kebutuhan semakin besar.

Gerobak Ketoprak

Oleh karenanya, jika bukan dari sekarang, kapan lagi kita memulai usaha? Pada akhirnya, kita akan menemui masa pensiun yang memaksa kita untuk membangun usaha sendiri. Mau tidak mau kita harus mulai membangun usaha sendiri untuk mempersiapkan masa hari tua kita ketika sudah tidak produktif lagi.

Yuuk kita membangun usaha dari sekarang, dengan modal yang ada dan mengambil kesempatan yang tersedia saat ini. Jangan muluk-muluk nunggu punya modal puluhan juta, ratusan juta apalagi miliaran. Lagian siapa juga yg mau ngasih modal.

2019GantiPresiden secara Konstitusional

Tagar 2019GantiPresiden secara konstiusional yang dicetuskan oleh politisi PKS Dr. Mardani Ali Sera sudah menasional bahkan mendunia.

Saat ini tinggal memviralkan dan membuat terkenal capres dari PKS.

Percuma saja, jika ganti presiden tapi bukan dari PKS presidennya. Kita yang berdarah-darah orang lain yang menikmati durian runtuh.

Sejak dulu ada pameo: siapapun presidennya, yang berkuasa tetap cukong. Pameo ini entah benar entah tidak, tapi faktanya sejak zaman pak Harto tanda-tandanya hampir sama.

Kenapa? Karena konon penguasa tidak cukup berani melawan hegemoni pemodal kakap yang sdh menggurita penguasaan atas sumber daya ekonominya. Para konglomerat ini menguasai perekonomian nasional dari hulu sampai hilir.

Berbeda dengan kader-kader PKS. Mereka orang-orang yang sudah putus urat takutnya. Tidak takut dengan siapapun, kecuali kepada Alloh SWT.

Mau contoh? Masih ingat ketika pak Suripto menjabat sekjen Menhutbun zaman menterinya pak Nur Mahmudi Ismail dengan Gus Dur sebagai presidennya?

Beliau lah yg memenjarakan konglomerat yang juga famili mantan penguasa orba. Beliau pula yg memenjarakan konglomerat yang terkenal atas penguasaan jutaan hektar hutan di negeri ini.

Karakter beliau (pak Ripto) ini sabagaimana karakter kader PKS yg lain yang tidak takut manusia lain sepanjang utk membela kebenaran. Sudah tidak terhitung berapa kali beliau mendapatkan teror dan ancaman, tapi beliau bergeming dari keputusannya.

Jadi, kalau presidennya bukan dari PKS, saya kok dengan mudah bisa menebak, sami mawon dengan presiden terdahulu.

#2019Aher4Presiden

Alasan Mendirikan Sekolah Wirausaha untuk Usia Dini

Apa sih sebenarnya yang melatarbelakangi saya mendirikan sekolah wirausaha yang diperuntukkan bagi anak-anak?

Sejak tahun 2009 saya mengajar matkul Entrepreneurship di sebuah perguruan tinggi swasta. Setiap semester saya berupaya melahirkan wirausaha baru yang bahan bakunya adalah mahasiswa.

Caranya adalah, utk mendapatkan nilai ujian akhir semester (UAS), mahasiswa harus membuat usaha kelompok. Mahasiswa dalam hal ini ‘dipaksa’ untuk memiliki usaha. Jika tidak membuat usaha, otomatis tidak mendapatkan nilai UAS. Ngeri-ngeri sedap dong.

Dari usaha ini ada mahasiswa yang serius menggarap usahanya setelah tugas selesai bahkan setelah lulus. Ini prosentasenya sangat sedikit, cuma sekitar 1-2% dari total mahasiswa di kelas saya. Sedangkan yang 98-99% tidak meneruskan usahanya setelah tugas selesai, apalagi setelah lulus. Mahasiswa jenis terakhir ini membuat usaha hanya sekedar gugur kewajiban untuk mendapatkan nilai dan tidak berminat menekuni dunia bisnis.

Dari sana saya mengambil kesimpulan: membangun jiwa wirausaha tidak bisa instan, harus dimulai sejak dini, seperti menanamkan benih-benih keimanan dalam hatinya.

Nah terkait dengan pendidikan kewirausahaan untuk anak-anak, tidak sedikit calon orang tua murid yang menanyakan, di sekolah wirausaha ini apakah anak-anak akan diajari berdagang?

Saya sering menjelaskan bahwa ada perbedaan mengajarkan kewirausahaan untuk orang dewasa dan mengajarkan kewirausahaan untuk anak-anak.

Untuk orang dewasa, kewirausahaan diajarkan bagaimana cara berdagang yang secara cepat dapat menghasilkan keuntungan.

Sedangkan untuk anak, titik beratnya adalah bagaimana agar anak bisa mandiri, kreatif dan inovatif. Mengajarkan wirausaha utk anak tidak selalu identik dg berdagang.

Bagi dunia anak, berdagang itu urusan nomor 35 karena mudah dipelajari ilmunya. Yang terpenting adalah bagaimana agar anak-anak terbiasa kreatif, yang dengan kreatifitasnya itu mampu menghasilkan suatu benda yang bermanfaat baik untuk dirinya maupun untuk orang lain.

Kreatif dan inovatif merupakan nyawa dalam membangun usaha kedepannya. Kreatif dan inovatif lan yang mempu merubah suatu barang yang tadinya tidak atau kurang bermanfaat menjadi sangat bermanfaat dan memiliki nilai jual yang sangat tinggi. Suatu benda ketika belum tersentuh tangan kreatif mungkin nilainya hanya sekitar 50 ribu, akan tetapi ketika sudah tersentuh tangan-tangan kreatif akan bernilai jutaan.

Ketika kita kreatif, ditambah ilmu berdagang, maka keuntungan akan datang dengan sendirinya dan belipat ganda.

#tkit_bunaya_kreatifa
#sdit_wirausaha_indonesia
#mandiri_kreatif_inovatif

Serba-Serbi Ujian Sekolah

Siapa ya yang paling deg-degan menghadapi ujian akhir sekolah?

Pasti siswa yang akan melaksanakan ujian. Siapa lagi? Orang tua. Siapa lagi? Kepala sekolah.

Nah, Kepala sekolah ini sedang mempertaruhkan jabatannya atas kesuksesan seluruh anak didiknya dalam menempuh ujian. Jika peserta didiknya lulus semua, amanlah dia dan sekolahnya.

Bagaimana jika ada yang tidak lulus? Ini akan menjadi masalah besar. Pertaruhan masa depan sekolah. Makanya segala cara (tentu cara yang baik dan tidak melanggar hukum) dilakukan demi suksesnya ujian akhir.

Salah satu caranya adalah jauh-jauh hari sebelum pelaksanaan ujian akhir. Yaitu pada saat penerimaan siswa baru. Sekolah-sekolah pavorit memberlakukan pola yang amat ketat dalam penerimaan siswa barunya. Test masuk sekolah menjadi momok dan sesuatu hal yang sulit utamanya bagi anak-anak yang tingkat kecerdasannya biasa-biasa saja.

Hanya anak-anak super saja yang bisa masuk sekolah tersebut. Benar-benar hanya bibit unggul yang bisa masuk sekolah ini.

Sekolah-sekolah ini memang keren, sudah biaya sekolahnya tinggi, bisa memilih siswa yang paling cerdas pula. Dari 500 yang mendaftar, mungkin hanya 100 an yang diterima. Benar2 siswa pilihan. Sekolah ini adalah dambaan para orang tua.

Hasilnya, ketika ujian akhir bisa dipastikan LULUS SEMUA dengan nilai terbaik. Nama sekolah semakin berkibar, sang kepala sekolah bisa kipas-kipas lega.

Hal berbeda dialami sekolah yang lain. Bisa jadi mereka menerima siswa hasil muntahan dari sekolah dambaan umat. Siapa saja bisa masuk sepanjang masih ada kuota.

Test masuk bukan penghalang siapapun masuk sekolah ini, karena pada hakikatnya test masuk sekedar test kompetensi yang bertujuan untuk melihat sejauh mana kemampuan siswa ketika awal masuk suatu sekolah.

Ketika tiba pelaksanaan ujian akhir sekolah, sang kepala sekolah harus memutar otak agar peserta didiknya LULUS SEMUA. Berbagai cara ditempuh, dari mulai try out, mewajibkan siawa mengikuti bimbel, les privat dan lain-lain.

Apakah akan lulus semua? Kita lihat saja nanti, semoga lulus semua.

SELAMAT MENEMPUH UJIAN UTK ANAK-ANAKKU, SUKSES UNTUK KALIAN SEMUA BAIK YANG BISA SAJA MAUPUN YANG BIBIT UNGGUL

Bus Tingkat sebagai Sarana Keliling Ibukota

Awal-awal merantau ke Jakarta di tahun 1992 an, saya sering naik bus PPD tingkat sebagai sarana keliling ibukota. Sudah tentu naiknya di tingkat atas dan duduk paling depan.

Maklum anak udik, ngeliat bus tingkat begitu emejing, bawaannya pengen naik bus melulu. Termasuk ketika menghadiri deklarasi Partai Keadilan di Masjid Al-Azhar Kebayoran Lama  saya naik bus tingkat untuk menuju lokasi.

Memang Asyik jika baik bus tingkat ini, apalagi duduk paling depan. Karena kita bisa melihat pemandangan indahnya kota impian, bisa melihat gedung pencakar langit dari dekat dan dapat melihat dari dekat kesibukan denyut nadi kota paling sibuk di negeri ini.

Ketika belum mendapatkan pekerjaan, saya sering meluangkan waktu berkeliling kota nai bus ini. Biasanya saya naik dari jalan pramuka pasar genjing, sampai balik lagi ke pasar genjing.

Kurikulum Kewirausahaan untuk Anak

Tantangan terbesar dalam membangun sekolah wirausaha yang diperuntukkan untuk anak  usia dini adalah membangun kurikulum yang kompatibel dengan dunia anak.

Tidak mudah, karena belum ada atau belum banyak referensi yang tersedia. Jadi mau tidak mau harus membangun kurikulum kewirausahaan sendiri yang dimulai dari nol besar.

Dimulai dengan diskusi dengan para ahli anak, ahli pendidikan dan sercing-sercing internet, akhirnya terbitlah buku Kewirausahaan 1-6, yang diajarkan kepada siswa kelas 1 sampai kelas 6.

Apakah sudah cukup? Belum.

Tentunya buku ini masih banyak kekurangan yg harus diperbaiki di sana sini. Perbaikan ini membutuhkan waktu karena kami akan menerima masukan dari berbagai pihak, baik orang tua siswa, masyarakat umum maupun dari pihak dinas terkait.

Beberapa sekolah islam sudah meminta izin untuk menggunakan buku ini, tetapi mohon maaf buku ini belum bisa digunakan oleh sekolah lain. Hal ini terkai dengan beberapa hal, yaitu perbaikan atas konten buku itu sendiri dan sistem penerbitan buku.

Kedepan saya berharap semoga buku ini bisa dipergunakan oleh siswa-siswa selain siswa SDIT Wirausaha Indonesia agar jiwa kewirausahaan bisa ditanamkan untuk generasi penerus bangsa. Agar prosentase pengusaha di negeri ini mencapai dua digit. Amiin.

Modal Dengkul

Bisnis itu hanya modal dengkul, bahkan jika kamu tidak punya dengkul, pinjam dengkul orang lain.

Sering kali kita mendengar jika modal merupakan syarat utama yang harus dimiliki jika ingin memulai sebuah bisnis, untuk itulah mereka akan bersusah payah mencari investor, pinjaman bank, atau dari siapapun yang dipercaya untuk memberikan pinjaman modal. Padahal semakin bisnisnya berkembang mereka tentu akan membutuhkan modal tambahan.

Bob Sadino menjadi salah satu contoh, jika untuk memulai usaha dia tak membutuhkan modal milyaran seperti yang kerap dilakukan kebanyakan orang yang memiliki beragam ide brilian. Om Bob memulai usahanya dengan modal seadanya. Hal pertama yang harus dimiliki seseorang untuk memulai sebuah bisnis, bukanlah modal melainkan keberanian untuk memulai.

Sumber: https://www.hipwee.com/narasi/ingin-jadi-entrepreneur-baca-dulu-yuk-motivasi-sukses-bob-sadino-ini/

Orang Pintar vs Orang Goblok

Buat kamu yang masih berstatus sebagai mahasiswa ataupun freshgraduate sebaiknya baca dulu beberapa motivasi bisnis dari pengusaha Bob Sadino ini, agar kamu lebih yakin jika kesuksesan bukan hanya milik mereka yang memiliki sederet gelar akademik, ataupun mereka yang bekerja pada sebuah perusahaan ternama. Karena sejatinya seorang entrepreneur juga bisa sukses seperti mereka.

Orang pintar kebanyakan ide dan akhirnya tidak ada satu pun yang jadi kenyataan. Orang goblok hanya punya satu ide dan itu jadi kenyataan

Begitulah faktanya, orang pintar biasanya cenderung berpikir lebih dari sekali jika ingin melakukan sesuatu. Seoalah-olah mereka tahu akan berbagai hal, untuk itulah segala sesuatu di pikirkannya secara matang, baik bibit bebet bobotnya bahkan mereka mampu menganalisa sebuah permasalahan hingga kemungkinan buruknya sekalipun. Terlalu banyak berpikir menjadikannya tidak segera melangkah.

Lain halnya dengan orang bodoh, karena tidak memiliki pengetahuan yang cukup, dia asal saja terus bergerak melangkah, tanpa beban takut gagal atau rugi mereka terus saja bergerak. Jika usaha yang dijalankannya ternyata gagal, dia hanya perlu bangkit. Sedang jika rugi, dia hanya perlu memutar otak untuk menutup kerugiannya.

Sumber: https://www.hipwee.com/narasi/ingin-jadi-entrepreneur-baca-dulu-yuk-motivasi-sukses-bob-sadino-ini/

Jack Ma: “Kalau Masih Miskin Sampai Umur 35, Itu Salahmu Sendiri!”

Sebelum memutuskan memulai Alibaba, Jack Ma mengumpulkan 24 orang teman di rumahnya untuk meminta pendapat mereka. Dari 24 orang tersebut, 23 orang menyuruhnya berhenti.

Penolakan keras ini juga ditunjukkan oleh keluarga Jack Ma. Hal itu menjadi kejadian yang wajar, sebab pada tahun 1995 internet baru mulai berkembang di Cina. Belum ada yang bisa memprediksi bagaimana masa depan perusahaan yang menggantungkan diri sepenuhnya pada jaringan internet.

Dari 24 orang teman yang datang ke rumah Jack Ma, hanya satu orang yang mendukungnya. Teman yang bekerja sebagai bankir itu mengatakan: “Kalau kamu memang ingin melakukannya, coba saja. Kalau memang nanti semua tidak berjalan seperti yang kamu inginkan, kamu tinggal kembali ke hal yang kamu lakukan sebelumnya”

Menurut Ma, ada beberapa cara yang bisa membuat orang mencapai sesuatu sebelum umur 35:

  1. Lihat kesempatan jangka panjang
  2. Jangan merendahkan setiap kesempatan
  3. Cepat bergerak dalam merespon sesuatu
  4. Perbanyak pengetahuan
  5. Seseorang bisa tetap miskin jika tidak bisa mengalahkan rasa takut
  6. Kamu akan tetap miskin kalau kamu tidak punya semangat juang
  7. Dengan memiliki ambisi, kamu bisa memaksimalkan potensi yang kamu miliki
  8. Ambisi membuat kamu punya kekuatan untuk mengalahkan semua rintangan dan membuat keajaiban
  9. Milikilah ambisi supaya kamu terus ingin belajar dan tidak cepat puas
  10. Berjuanglah, karena tidak akan ada yang mengasihanimu
  11. Saat keluargamu tidak mampu membayar biaya pengobatan, tidak akan ada yang kasihan padamu
  12. Kalau kamu dikalahkan oeh pesaingmu, tidak akan ada yang kasihan padamu
  13. Jika sampai umur 35 kamu masih belum menghasilkan apa-apa, tidak akan ada orang yang kasihan padamu

Sumber: https://www.hipwee.com/sukses/jack-ma-kalau-masih-miskin-sampai-umur-35-itu-salahmu-sendiri/?ref=artikel_rekomendasi

Opini & Motivasi