Penerimaan Siswa Baru SDIT Wirausaha Indonesia

Sampai saat ini sudah banyak orang tua yang sedang mencari dan memilih-milih sekolah untuk anak-anaknya. Dalam beberapa hari ini saja terhitung sudah lebih dari 15 orang yang datang ke sekolah menanyakan hal itu.

Melalui website resmi sekolah www.swi.sch.id, didapat informasi bahwa, penerimaan siswa baru SDIT Wirausaha Indonesia Tahun pelajaran 2020/2021 akan dibuka mulai bulan Oktober 2019

Informasi pendaftaran silakan menghubungi whatsapp 0812 9363 70430813 1751 7835. Jika ingin mengetahui lebih jelas mengenai legalitas, kegiatan dan program sekolah, silakan kunjungi website resmi sekolah di: www.swi.sch.id

Silakan download brosur penerimaan siswa baru dengan klik link berikut ini: www.swi.sch.id

Alamat sekolah: Jl. Nakula Raya No.1-4 Perum. Grand Cikarang City Blok C9 Desa Karangraharja, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi 17530.

Senang Belajar Jarimatika

Orangtua siswa SDIT Wirausaha Indonesia (SWI) pagi ini berkumpul di aula sekolah untuk mengikuti pelatihan Jarimatika SDIT Wirausana Indonesia yang beralamat di Perum. Grand Cikarang City Jl. Nakula Raya Blok C9 No.1-4 Kec. Cikarang Utara, Bekasi pada Sabtu (10/8/19) pagi.

Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan selain menyamakan konsep Jarimatika, juga dalam rangka mempererat tali silaturahmi khususnya antar orangtua siswa SWI dan pihak sekolah.

Suasana Belajar Jarimatika

Menurut bunda Hanna, salah seorang peserta pelatihan, hal ini sangatlah bermanfaat dan sangat berharap akan sering diadakan acara-acara yang seperti ini. “Seneng banget bisa bersilaturami dengan orang tua siswa lainnya dan mendapatkan ilmu”, tutur bunda Fathan .

Kegiatan pagi tadi berlangsung dengan baik dan bu Riko salah seorang pimpinan dan pemateri dari Fajar Utama Jawa Barat sangat bersemangat melihat antusias dari para peserta yang sudah hadir setengah jam sebelum acara dimulai.

Sumber: www.swi.sch.id

Qurban di Lingkungan SDIT Wirausaha Indonesia

Masjid Baitul Jannah adalah masjid yang beralamat di Perum. Grand Cikarang City Blok C9 tepat berada di depan SDIT Wirausaha Indonesia. Sebagaimana agenda tahunan yang biasa dilakukan, pada hari Ahad, 11/8/2019 (10 Dzulhijjah 1440H) pagi dilaksanakan pemotongan hewan qurban selepas pelaksanaan shalat Iedul Adha.

Ibu-ibu Menyiapkan Konsumsi

“Tahun ini panitia qurban menerima 4 ekor sapi dan 11 ekor kambing domba” ujar pak Erwin sebagai ketua panitia qurban. Ada pun distribusi hewan qurban adalah masyarakat yang membutuhkan di lingkungan sekitar.

Dalam Al-Qu’ran surat Al-Kautsar ayat 2, yang artinya : “Maka laksanakanlah shalat karena Tuhan-mu, dan berqurbanlah (sebagai ibadah mendekatkan diri kepada Allah)”. Dengan berqurban kita dilatih untuk peka dan peduli kepada sesama, terutama di lingkungan tempat kita berada.

Panitia dan warga masyarakat begitu bersemangat melaksanakan kewajibannya dari mulai persiapan sholat Idul Adha sampai pada pendistribusian daging kurban.

Dan yang tak kalah pentingnya ibu-ibu Blok C juga sangat rajin saling bahu membahu menyiapkan konsumsi untuk bapak-bapak yang terlihat lelah dan berkeringat. Sumber: www.swi.sch.id

Sekolah Wirausaha Indonesia Gelar Workshop Jurnalistik

Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Wirausaha Indonesia atau biasa disebut SWI, Jl Nakula Raya No. 1-4, Perumahan Grand Cikarang City Blok C9, Karang Raharja, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi menggelar workshop penulisan jurnalistik bagi para guru-guru.

Workshop jurnalistik oleh tim media Forum Komunikasi Musholla Masjid (Forkammi) digelar pada Sabtu (10/8) di ruang kelas satu dengan peserta sejumlah 17 peserta.

Kegiatan ini bertujuan untuk menambah wawasan dan cara menulis untuk mengisi website sekolah www.swi.sch.id yang sudah dimiliki oleh Sekolah Wirausaha Indonesia tersebut

“Semoga kegiatan ini mampu memberikan pengetahuan cara menulis kepada guru-guru sehingga bisa menginformasikan terkait kegiatan sekolah,” sambutan Kepala Sekolah, Nur Komariah.

Workshop berlangsung mulai pukul 09.30 sampai pukul 12.30. Guru-guru sangat interaktif,saling bertanya juga mencatat materi.

Harapannya dengan adanya kegiatan workshop jurnalistik kilat, tulisan berita terarah dan menjadikan berita baik dan benar. (swi.sch.id)

Penerapan Sistem Absensi Finger Print

Untuk membangun disiplin para guru dan karyawan, mulai hari Jumat tanggal, 9 Agustus 2019 Yayasan Sekolah Wirausaha Indonesia menerapkan sistem absensi dengan finger print atau sidik jari. Sebelumnya, sistem absensi menggunakan kartu absen. Akan tetapi, dikarenakan beberapa kekurangan sistem ini, akhirnya manajemen memutuskan untuk menggunakan sistem finger print.

Sistem absensi finger print

Salah satu kebaikan dari sistem finger print adalah akurasi dalam pelaksanaan absensi itu sendiri dan efektifitasnya dalam hal sistem paleporan dan penilaian. Sistem absensi ini akan segera diintegrasikan dengan sistem keuangan sekolah yang sudah berjalan tiga tahun terakhir.

Diharapkan, dengan sistem absensi finger print ini akan membuat semangat para karyawan semakin baik dan bertanggung jawab. Sedangkan bagi yayasan, akan terciptanya sistem kerja yang lebih efektif dan efisien.

Memulai Usaha, Kapan Dimulai?

Ketika sedang istirahat di sela-sela super training MR, kami berbincang akrab dengan teman satu kamar di kamar hotel sambil bersantai. Sebelumnya kami sudah ngobrol cukup panjang pada saat makan siang menganai usaha saya mendirikan sekolah dasar Islam.

Dia nanya, “Bagaimana awalnya bapak memulai usaha sekolah?”. Saya menjawab dengan kalimat singkat, “Disaat saya merasa penghasilan menjadi dosen itu mentok diangka 3 jutaan, sementara anak saya sudah 3 dan mulai bersekolah”.

Gedung Sekolah Tahun 2013

Berarti bapak memulai usaha disaat tidak memiliki cukup dana untuk memodali usaha dong? Iya. Kok bisa ya, memulai usaha dengan modal yang hampir tidak ada.

Saya balik bertanya, andai ketika itu saya memiliki penghasilan yang lumayan gede dan sangat cukup untuk kehidupan keluarga, apa iya saya akan memulai sebuah usaha? Belum tentu.

Itulah, keadaan manusia. Ketika memiliki penghasilan yang dirasa sangat cukup, dia tidak akan merasa perlu untuk membangun usaha, karena sudah berada di zona nyaman. Sebaliknya, walaupun dalam kondisi keterbatasan, dia memiliki tekad yang sangat kuat karena dia sudah tidak bisa mengharapkan perbaikan pendapatan di tempat kerjanya saat itu. Di sudah mentekadkan dan memikirkan masa depan keluarganya kelak.

Saat Masih Mengontrak, 2012

Maka, mulailah membangun usaha ditengah-tengah kesulitan keuangannya. Manusia hanya perlu punya mimpi yang besar, selanjutnya Allah lah yang akan mewujudkan impiannya itu.

Sukses Bersama Magnet Rezeki

Mendapatkan ilmu baru adalah sesuatu yang sangat menyenangkan bagi saya. Alhamdulillah saya berkesempatan untuk mengikuti Super Tranining Magnet Rezeki pada hari Jumat-Sabtu tanggal, 2-3 Agustus 2019. Super training yang menghadirkan pembicara utama yang juga founder Magnet Rezeki bapak Nasrullah ini bertempat di Hotel Gerbera puncak, Bogor.

Berfoto Bersama Seusai Acara

Registrasi dimulai pada hari Jumat pukul 08.00 sampai pukul 09.00. Pukul 09 kami sudah bersiap untuk mendapatkan materi pertama. Pak Nasrulloh sebagai pemateri tunggal menyampaikan beberapa materi penting dalam ilmu magnet rezeki. Materi yang disampaikan pada hari pertama adalah landasan magnet rezeki, perisai rezeki, konsep dasar, law of projection, garpu tala dan pelaksanaan shalat magrib dan isya berjamaah.

Sedangkan materi dan acara pada hari kedua adalah, shalat taubat secara sendiri-sendiri, shalat tahajjud berjamaah, bermaaf-maafan dan materi paradox of candy, spiritual meter dan terakhir adalah panah arjuna.  

Secara keseluruhan semua materinya sangatlah menarik, apalagi yang membawakan materinya adalah sang penemu ilmunya, yaitu bapak Nasrullah. Namun ada materi yang betul-betul sangat berkesan, yaitu ketika kami melaksanakan praktek ilmu garpu tala. Dalam ilmu garpu tala, kami diajarkan untuk menyelesaikan segala persoalan dengan Al-Qur’an.

Keramik Impian

Pada acara shalat taubat dan shalat tahajjud ini benar-benar menguras air mata kami peserta. Hal ini mengingat kami telah menyadari betapa banyak dosa dan kesalahan yang sudah kami perbuat kepada orang-orang baik kepada orang tua, suami/istri, anak-anak dan orang-orang disekitar kami.

Acara terakhir adalah panah arjuna. Materi ini digantikan dengan praktek memecahkan keramik menggunakan lampu bolam. Kami diberikan keramik bersih dan kami diminta menuliskan seluruh impian di atas keramik itu dengan menggunakan spidol permanen. Jika impian kita kuat dan penuh dengan keyakinan, maka keramik tersebut akan pecah setelah dijatuhi lampu bolam. Saya termasuk yang dapat memecahkan keramik dengan sekali jatuh. Sedangkan ada beberapa peserta yang baru memecahkan keramik setelah menggunakan 3-4 kali penjatuhan lampu bolam.

Demikian pelaksanaan Super Training Magnet Rezeki gelombang pertama di Bogor. Akhirnya, kami semua berharap selalu dalam limpahan rizki yang begitu deras bagai air bah. Amiin.

Super Training Magnet Rezeki

Saya mengikuti Super Tranining Magnet Rezeki pada hari Jumat-Sabtu tanggal, 2-3 Agustus 2019. Super training yang menghadirkan pembicara utama yang juga founder Magnet Rezeki bapak Nasrullah ini bertempat di Hotel Gerbera puncak, Bogor.

Registrasi dimulai pada hari Jumat pukul 08.00. Pukul 09.00 kami sudah bersiap untuk mendapatkan materi pertama. Acara ini berakhir pada hari Sabtu pukul 18.00.

Berfoto bersama bpk Nasrullah

Dahulu sering memikirkan sesuatu yang belum pernah terjawab dengan baik. Yaitu keterkaitan antara tujuan penciptaan nabi Adam AS dengan manusia keturunannya di dunia.

Kini terjawab sudah.

Hadir di pelatihan yang luar biasa ini membuat saya semakin yakin bahwa manusia diciptakan oleh Alloh SWT hanya untuk bersenang-senang.

Manusia diciptakan bukan untuk bekerja keras, bersaing dan saling meniadakan satu dengan yang lain.

Karena pada hakekatnya, di dalam dunia quantum, seluruh manusia itu SATU, SAMA dan TERHUBUNG satu sama lain.

Satu lagi, pada dasarnya Alloh SWT menyediakan rizki yang begitu berlimpah dan begitu deras, hanya saja banyak manusia yang ‘tdk mau’ menerimanya dikarenakan ketidaktahuannya.

Keseruan di Pulau Tidung

Berangkat Snorkling di Pulau Kecil

Beberapa waktu yang lalu kami dua keluarga berkesempatan berwisata ke pulau Tidung, keluarga saya dan keluarga adik saya, Puji. Kesempatan yang cukup langka, mengingat adik saya adalah karyawan perusahaan otomotof yang cukup sibuk.

Tanggal 15-16 Juni 2019 kami bisa ke sana.

Cukup menarik berwisata ke gugusan Kabupaten Kepulauan Seribu ini. Perjalanan dari Cikarang menuju Pelabuhan Muara Angke memakan waktu sekitar 2 jam. Kami berangkat selepas shubuh dan sampai di pelabuhan sekitar pukul 07.50. Cukup untuk menunggu antrian tiket kapal tradisional yang akan mengantar kami ke pulau Tidung.

Sekitar pukul 08.30 kami menaiki kapal kayu dan baru berangkat pukul 10 an. Perjalanan sekitar 3 jam dengan perkiraan kecepatan, jika dikonversikan ke perjalanan darat mungkin sekitar 30 km/jam.

Berfoto Bersama di Dekat Jembatan Cinta

Sesampainya di pulau Tidung, tour guide sudah menunggu kami dan segera mengantar kami ke penginapan. Di penginapan kami diminta untuk segera shalat dan bersiap untuk menuju jembatan cinta dan kegiatan snorkling di pulau kecil.

Selanjutnya kami naik banana boat. Sekitar pukul 17.30 kami menuju ke arah barat pulau menggunakan sepeda sewaan untuk melihat sunset yang konon katanya sangat indah. Sayangnya, ketika itu sedang ada awan, jadi kami tidak melihat sunset dengan baik.

Selesai pulang dari sunset, kami kembali ke penginapan, mandi, shalat maghrib dan isya dan bersiap untuk acara barbekyu di depan penginapan. Paginya, kami menuju jembatan cinta untuk melihat sunrise. Agaknya kami kurang beruntung, karena untuk melihat sunrise pun kami tidak bisa melihatnya dengan baik karena terhalang oleh awan.

Bersiap Snorkling

Sepulang dari jembatan cinta, kami bersiap untuk perjalanan pulang kembali ke pelabuhan. Kami berangkat ke pelabuhan pulai Tidung sekitar pukul 10.00. Kami berangkat pukul 11.00 dan sampai di pelabuhan Muara Angke pukul 14.00. Dan kami bersiap menuju Cikarang.

Alhamdulillah liburan kali ini sangat menyenangkan.

Dinantikannya Peran Mahasiswa

Kepada para mahasiswa
Yang merindukan kejayaan
Kepada rakyat yang kebingungan
Di persimpangan jalan

Kepada pewaris peradaban
Yang telah menggoreskan
Sebuah catatan kebanggaan
Di lembar sejarah manusia

Wahai kalian yang rindu kemenangan
Wahai kalian yang turun ke jalan
Demi mempersembahkan jiwa dan raga
Untuk negeri tercinta

Kebangkitan suatu peradaban manusia dimanapun tempatnya dan kapanpun waktunya tidak dapat terlepas dari peran pemuda di dalamnya. Dalam sejarah berbagai peradaban, tidak bisa dipungkiri pemuda merupakan rahasia kebangkitan yang mengibarkan panji-panji kemenangannya. Maka peradaban Indonesia akan kembali bangkit dengan pemuda sebagai tonggak kebangkitannya. Allahuakbar!

”Oleh karena itu, sejak dulu hingga sekarang, pemuda merupakan pilar kebangkitan. Dalam setiap kebangkitan, pemuda adalah rahasia kekuatannya. Dalam setiap fikrah, pemuda adalah pengibar panji panjinya.” (Hasan Al-Banna)

Mahasiswa adalah bagian dari pemuda yang memiliki ciri khas tersendiri. Sejarah mencatat peran-peran signifikan dari pergerakan mahasiswa Indonesia dalam momentum-momentum besar yang terjadi di negeri ini. Dari zaman perjuangan kemerdekaan hingga era reformasi saat ini mahasiswa memegang peranan penting bersama pergerakannya yang tak kenal henti.

“Setiap orang memiliki masa-masa kepahlawannya sendiri”  (Anis Matta)

Akan tetapi semua menjadi tidak berarti jika pemuda dalam hal ini mahasiswa diam saja. Sibuk dengan diri sendiri, angkuh, apatis, tidak peduli dengan keadaan bangsa ini minimal dengan masyarakat di sekitar rumahnya dan sombong hanya dengan titel mahasiswa yang menghiasi hatinya. Bangsa ini bak kehilangan nahkoda muda yang seharusnya menjadi pilar keadilan dan pejuang kebenaran.

Oleh sebab itu kini bangsa sedang menanti sepak terjang mahasiswa yang sangat diharapkan akan merubah bangsa ini menjadi lebih baik. Mahasiswa menjadi tumpuan berbagai pihak. Mahasiswa merupakan harapan bangsa, harapan masyarakat, harapan keluarga, dan harapan dunia.

Setidaknya ada 3 peran yang seharusnya dimiliki mahasiswa :

Pertama, mahasiswa memiliki peran sebagai intelektual akademisi. Ini memang tugas mahasiswa yang seharusnya dimiliki. Seorang mahasiswa intelektual akademisi selayaknya tidak hanya memiliki kecerdasan intelektual saja, tapi juga kecerdasan spiritual. Sebagaimana kita tahu Indonesia banyak memiliki orang-orang pintar tapi sedikit memiliki orang-orang pintar bermoral. Akibatnya kerusakan terjadi dimana-mana karena segala sesuatu tidak diseimbangkan antara fikiran logika rasional dan spiritual kepada Allah SWT.

Kinilah saatnya mahasiswa menjadi motor penggerak dan pelopor kebangkitan bangsa. Dimulai dengan serius menimba ilmu, mengentalkan islam dalam hati, dan buktikan dengan amalan terbaik. Jangan hanya sibuk mengkritik orang tapi kritik lah diri sendiri apakah sudah baik diri ini mengemban amanah sebagai mahasiswa. Jangan sibuk menjelek-jelekan orang tapi lihat diri adakah keburukan yang hendaknya tidak ada pada diri kita sebagai pemuda harapan bangsa. InsyaAllah mahasiswa muslim intelektual akan menjadi solusi dari persoalan bangsa ini.

Kedua, mahasiswa berperan sebagai agen perubahan (agent of change). Mahasiswa yang berpendidikan akan menjadi faktor peubah dalam masyarakat kedepan. Apa yang dilakukan mahasiswa saat ini akan menjadi cerminan bangsa di masa yang akan datang. Jika saat ini mahasiswa berleha-leha, malas, dan urung belajar maka hasilnya akan berakibat buruk pada masa depan bangsa. Sebaliknya jika mahasiswa rajin, terus belajar, tiada henti berjuang membela keadilan dan kebenaran maka dapat ditebak kemudian, bangsa ini akan menjadi bangsa yang jaya.

Semua itu sekali lagi bermula dari diri kita masing-masing. Maukah kita menjadi agent of change menuju kebaikan ummat? Tentu tidaklah mudah menjadi agen perubahan di tengah gejolak multidimensi seperti saat ini. Tapi inilah perjuangannya. Semakin sulit cobaan yang Allah beri maka surga adalah jaminannya. Allah tidak akan memberikan cobaan melebihi kemampuan ummatnya.

Ketiga, mahasiswa berperan sebagai calon pemimpin masa depan. Demi waktu yang terus-menerus menerjang tanpa ada yang mampu menghentikannya, maka regenerasi merupakan keniscayaan kehidupan. Demikian pula dengan kelangsungan kehidupan bangsa dan negara. Bangsa ini membutuhkan regenerasi, mengganti generasi terdahulu dengan generasi baru dengan semangat baru (arruhul jadiid). Disinilah mahasiswa disiapkan untuk menjadi pemimpin di masa yang akan datang. Mahasiswa harus siap dengan segala tuntutan yang harus dimiliki untuk mengemban amanah sebagai calon pemimpin masa depan. Pemimpin bertakwa, berwawasan luas, dan memiliki kemampuan memimpin yang baik merupakan pemimpin harapan bangsa ini.

“Pemimpin suatu kaum adalah yang paling banyak memberikan pelayanan kepada mereka yang dipimpinnya.”
(Rasulullah Muhammad SAW)

In the short, kita sebagai mahasiswa muslim harus menyadari bahwa kita memiliki amanah yang harus dilaksanakan. Banyaknya amanah yang harus kita tanggung jangan sampai melunturkan semangat juang kita. Benarlah Hasan Al-Banna bahwa kewajiban kita lebih banyak dari waktu yang kita miliki. Maka yang harus kita lakukan adalah berjuang dengan perjuangan terbaik, beribadah dengan ibadah terbaik, dan beramal dengan amalan terbaik. Semua ini tidak akan berakhir sampai kita menginjakkan kaki di surga kelak. Amin.

Untukmu Allah, Rasulullah, dan Islam! Allahuakbar!

Wallahu a’lam bishshawab

Sumber:

https://www.eramuslim.com/suara-kita/pemuda-mahasiswa/dinantikannya-peran-mahasiswa-muslim.htm#.XIdefCgzbIU

Opini & Motivasi