Rawatlah Imanmu

 

Umumnya…,
Jalan-jalan ketaatan yang Allah berikan akan mengantarkan kita pada hidayah dan keimanan yang lebih kuat.

Sebaliknya….,
Jalan-jalan keburukan dan kemaksiatan yang Allah larang, akan mengantarkan kita pada kelemahan iman dan kesesatan.

Akan tetapi…,
Jangan pernah berhenti pada kondisi yang kita alami sekarang ini.
Jika kita berada dalam hidayah, jangan sombong, seakan-akan keselamatan telah diboyong.
Sedangkan jika kita berada dalam kubangan dosa, jangan putus asa, seakan tidak ada pintu keselamatan yang terbuka.

Prinsipnya….,
Jangan pernah berhenti merawat, menjaga, menyuburkan keimanan, baik dengan doa, beribadah, meningkatkan pemahaman dan berbagai ketaatan serta menjauh dari kemaksiatan.

Sebab….,
Dalam beberapa kondisi, hidayah adalah misteri;

Nabi Musa yang diasuh Fir’aun menjadi tokoh beriman dan pejuang…..,
Namun Kan’an yang diasuh oleh Nabi Nuh alaihissalam, justeru kufur dan membangkang….

Asiah isteri Fir’aun yang tinggal di istana bersamanya, tetap istiqamah dalam iman…,
Namun isteri Nabi Nuh dan Nabi Luth justeru memilih kesesatan.

Abu Thalib yang begitu dekat dengan Rasulullah saw, meninggal tanpa membawa iman…,
Sementara Ushairam (salah seorang shahabat yang baru masuk Islam, tak lama kemudian syahid di medan juang) di kesempatan terakhir kehidupannya membawa syahid meraih impian.

Najasyi, raja Habasyah, negeri tujuan hijrah para shahabat pertama kali, dikabarkan akhirnya menerima Islam dan mati membawa keimanan…..,
Sementara Ubaidillah bin Jahsy yang hijrah bersama isterinya Ummu Habibah ke Habasyah untuk menyelamatkan imannya dari kekejaman kafir Quraisy, justeru di sana murtad, dan akhirnya mati dalam kekufuran…

Di negeri-negeri Islam, tidak sedikit generasi muslim yang kepincut dengan budaya “western”, sedikit demi sedikit menjauhi Islam sebagai pedomannya…
Sementara di Eropa-Amerika yang menjadi sumber budaya tersebut, orang kafir berbondong-bondong mempelajari Islam untuk memeluknya.

Di kantor dakwah tempat saya bekerja (dahuluh, semasa di Riyadh), hampir setiap hari ada orang mengucapkan syahadat ingin mendapatkan nikmat Islam, tapi suatu hari, saya kedatangan suami yang membawa isterinya. Dia mengadu bahwa isterinya ingin keluar dari Islam…!

Allahumma yaa muqallibal quluub, tsabbit quluubanaa alaa diinik….

Yaa Allah yang membolakbalikkan hati, tetapkan hati kami dalam agama-Mu….

Aamiin.

(Ustadz Abdullah Haidir Lc)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *