Reuni 212 2018 (1)

AlQuran iman kami
AlQuran pedoman kami
AlQuran petunjuk kami
AQuran satukan kami

Jika mendengar mars aksi bela islam, kelopak mata ini langsung panas, air mata meleleh tak terbendung, tumpah, bahagia mengharu biru. Lebay ahh, kata alnyinyirun.

Kok bisa? Padahal cuma lagu.

Inilah mungkin rasa yang teraduk bersama getaran hati yang merindukan sesuatu yang baik berlaku di negeri tercinta ini.

Bagi kamu-kamu yang tidak pernah hadir apalagi yang amat benci dengan acara 411 dan 212, mungkin acara ini adalah sesuatu yang mubadzir dan memuakkan sehingga harus dinyinyir dan dihalangi sebisa mungkin walau melukai hati nurani kamu sendiri.

Bayangkan, ada upaya persatuan dari umat suatu agama, kamu kok benci sampai ke ubun-ubun, memangnya salahnya dimana?

Coba kamu pikir dengan jernih, hukum dibagian mana yang menyatakan persatuan umat yang sedang digalang oleh para ulama pemberani adalah sebuah kesalahan dan kejahatan?

Lebih aneh lagi, yang nyinyir dan benci adalah orang-orang yang mengaku muslim. Lah yang non-muslim aja banyak yang mendukung kok… aneh bin ajaib kan.

Masih terngiang, aksi 212 yg begitu monumental dan bersejarah yg mampu menumbangkan kesombongan penguasa jakarta yang didukung kekuatan raksasa di belakangnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *