Tag Archives: Anak sholeh

Sepenggal Kisah di Tonjong

Ahad, 25 Agustus 2019 adalah hari yang amat dinanti kami sekeluarga. Ya, kami berkesempatan untuk mengunjungi dua anak bujang kami di pesantren Darul Fikri, Tonjong, Brebes.

Anak-anakku, Muhammad Izzuddin Abdurrahman & Muhammad Faiq Muntashir. Hari ini adalah hari yang sangat Ummi nanti. Karena hari ini adalah jadwal penjengukan perdana bagi kalian di pondok pesantren Darul Fiqri. Ummi rasanya ingin sekali memeluk kalian. Alhamdulillah kesampaian juga ummi memeluk kalian. Sebagai curahan kasih dan rindu Ummi padamu.

Masih terbayang dalam ingatan Ummi saat kalian masih dalam buaian dan pelukan Ummi. Rasanya semua di dunia ini tak sebanding dengan kebahagiaan yang ummi rasakan. Anak-anakku, kalianlah anugerah terbesar dan terindah dalam hidup ummi.

Masih ingatkah kalian anak-anakku, saat kita selalu bersama sepanjang waktu, seolah tak terpisahkan. Ummi ingat semua kelucuan dan kenakalanmu yang tak pernah mampu sedikitpun membuat Ummi bisa marah kepadamu. Waktu begitu cepat berlalu, saat saat kita bisa bersama mulai berkurang.

Tanpa terasa kalian telah tumbuh semakin besar dan semakin terlihat istimewa di mata ummi. Ummi selalu bangga pada kalian, karena kalian adalah permata hatiku.

Kini kalian telah tumbuh menjadi pemuda pemuda yang tampan. Terbersit rasa bangga di hati Ummi. Subhanallah betapa besar karunia dan berkah yang diberikan oleh Allah kepada Ummi. Tak pernah putus ummi bersyukur dan berdoa, agar kalian selalu dalam lindungan Allah SWT. Amiin.

Lihat postingan lain: Sekolah penghafal Al-Qur’an dan Pembibit wirausaha

Menjenguk Anak di Pesantren

25 Agustus 2019 adalah hari dimana kami para orang tua diizinkan menjenguk anak-anak kami di pesantren. Letak takhosus pesantren tempat anak-anak kami cukup jauh dari tempat tinggal kami. Kami tinggal di Cikarang, sedangkan mereka ditempatkan di Tonjong, Brebes.

Sekalipun jauh, alhamdulillah sangat dekat dengan rumah orang tua saya. Perjalanan hanya 1 jam dari rumah orang tua ke pesantren.

Akhirnya, kami memutuskan untuk pulang kampung pada tanggal 24 Agustus di hari Sabtu. Kami menginap semalam di rumah orang tua, kemudian paginya kami bersama berangkat ke pesantren. Dikarenakan jauhnya itulah para oang tua santri banyak bermalam di penginapan obyek wisata Guci.

Rasa kangen yang membuncah membuat kami seolah tidak sabar ingin segera bertemu mereka. Maklum di pesantren ini kami hanya diizinkan untuk bertemu mereka dua bulan sekali. Apalagi anak kami ada dua di sana, Rahman dan Faiq. Rahman masuk ke pesantren untuk level SMA, sedangkan Faiq level SMP.

Rasa kangen bercampur senang dan haru membuat kami seolah selalu ingin membersamai mereka di pondok. Walaupun pada akhirnya, kami harus rela berpisah setelah 2-3 jam bercengkerama dan melepas kangen.

Para orang tua lain ada yang membawa anaknya ke tempat wisata dan menginap satu malam di penginapan. Karena pesantren memang membolehkan orang tua untuk membawa anak-anaknya satu malam saja. Sedangkan kami tidak memungkinkan untuk membawa mereka dikarenakan mobil sudah penuh sesak. Hal ini dikarenakan ibu, adik dan beberapa ponakan ikut dalam satu mobil, jadi sudah penuh sesak.

Alhamdulillah, semoga mereka menjadi anak sholeh dan menjadi penerang kubur orang tuanya. Amiin.

Lihat juga: SDIT Wirausaha Indonesia