Arsip Tag: Hierarki

Organisasi

Organisasi adalah “sekumpulan orang yang bekerja bersama untuk mencapai tujuan bersama”[1]. Dalam sebuah organisasi memungkinkan orang-orang dapat melaksanakan pekerjaannya yang jauh lebih besar daripada apabila hanya diraih sendirian.

Organisasi
Membangun sistem

Setiap organisasi setidaknya memiliki tiga unsur utama dalam pengelolaannya, yaitu :

  • Maksud, yaitu organisasi memiliki tujuan untuk memproduksi barang atau jasa yang bernilai atau bermanfaat bagi pelanggannya.

Untuk membuktikan keberadaan suatu organisasi, organisasi memproduksi barang dan / atau jasa yang dapat memenuhi kebutuhan pelanggan atau rekanannya.

  • Pembagian kerja, yaitu organisasi memberikan tugas yang berbeda atas setiap orang yang mana mereka bertindak baik secara perseorangan dan / atau secara kelompok.

Orang-orang dalam organisasi melakukan banyak tugas yang berbeda, jika digabungkan semua pekerjaan tersebut secara bersama, maka harus menghasilkan produk atau jasa yang berkualitas. Pembagian kerja merupakan sebuah proses pemecahan tugas-tugas besar dan penugasan tugas-tugas yang lebih kecil kepada tiap individu atau tiap kelompok. Pembagian kerja ini tentunya harus dikoordinasikan satu sama lain agar bisa mewujudkan maksud-maksud bersama yang sudah direncanakan oleh organisasi.

  • Hierarki wewenang, yaitu dalam organisasi mengatur tingkatan-tingkatan posisi setiap orang dengan wewenang yang semakin meningkat.

Cara untuk merealisasikan pembagian tugas-tugas untuk tiap individu atau kelompok adalah hierarki wewenang, yaitu pengaturan para pimpinan di berbagai level atau jenjang kepemimpinan dengan kewenangan yang semakin besar dari bawah ke atas.

Hierarki wewenang ini harus menjelaskan pertanggung-jawaban kinerja untuk setiap karyawan kepada pimpinan yang lebih tinggi tingkatannya. Wewenang seorang pimpinan adalah untuk memberikan tugas-tugas dan mengarahkan kegiatan bawahan dengan cara yang dapat mendukung terwujudnya maksud organisasi.

Apa yang Dikerjakan Organisasi

Menurut J.R.Schermerhorn, Jr, organisasi merupakan “sebuah sistem terbuka yang berinteraksi dengan lingkungannya dalam proses yang berkelanjutan dari transformasi masukan sumber daya menjadi keluaran produk jadi dan jasa” [2].

Dalam kaitan peranan dari umpan balik pelanggan amat penting. Tanpa kesediaan pelanggan untuk menggunakan produk yang dihasilkan organisasi, maka dalam jangka panjang akan sulit untuk memperoleh keanekaragaman masukan sumber daya yang dibutuhkan guna tetap bertahan dalam bisnis.

Hal ini dapat dimaklumi mengingat menurut pandangan organisasi sebagai suatu sistem terbuka, pelanggan ditempatkan sebagai faktor yang sangat menentukan.

 

Bentuk Organisasi

Banyak bentuk kepemilikan organisasi atau perusahaan. Pemilihan bentuk kepemilikan organisasi merupakan keputusan manajemen yang amat penting. Hal ini disebabkan bentuk kepemilikan usaha yang dipilih dapat mempengaruhi tingkat keberhasilan atau kegagalan usaha yang dijalankan.

Diperlukan usaha-usaha untuk memilih bentuk organisasi dan kepemilikan yang terbaik sesuai dengan tujuan atau arah organisasi yang dibentuk. Kita harus melakukan analisis dan mempertimbangkan kelebihan dan kerugian dari setiap bentuk organisasi. Keputusan yang dibuat biasanya ditentukan atas dasar beberapa kriteria umum, sebagai berikut :

  • Jenis usaha. Perusahaan yang akan didirikan bergerak dibidang pabrikasi (manufaktur), perdagangan, atau jasa.
  • Ruang lingkup operasional. Hal ini menyangkut volume usaha dan luas wilayah yang dilayani.
  • Jumlah modal. Ketersediaan modal yang dimiliki oleh pendiri perusahaan untuk pengembangan awal dan perluasan.
  • Resiko. Maksudnya adalah sejauh mana ketersediaan pemilik untuk memikul kewajiban pribadi atas kewajiban perusahaan.
  • Tingkat pengendalian. Sampai sejauh mana pemilik menghendaki pengendalian langsung kepada karyawannya.
  • Pembagian keuntungan seperti apa yang dikehendaki oleh para pemilik usaha.
  • Umur. Berapa lama umur perusahaan yang dikehendaki pemilik perusahaan.

Macam-macam bentuk organisasi dan kepemilikan usaha dapat dibedakan atas :

  • Perusahaan perseorangan (sole proprietorship).
  • Perkongsian (general partnership).
  • Perkongsian terbatas (limited partnership).
  • Korporasi (corporations).
  • Usaha patungan (joint venture).
  • Sindikat (sindicates).
  • Koperasi (cooperatives).

Organisasi dan Lingkungannya

Dalam kerangka manajemen modern, organisasi dipandang sebagai sebuah sistem terbuka[3]. Sebuah organisasi dipengaruhi dan memengaruhi lingkungan di mana organisasi berada.

Lingkungan organisasi dapat dibedakan atas lingkungan internal dan lingkungan eksternal. Lingkungan internal meliputi faktor-faktor yang ada di dalam organisasi yang berpengaruh terhadap manajemen organisasi, sedangkan lingkungan eksternal terdiri atas faktor-faktor yang mempengaruhi organisasi dari luar batas organisasi.  Lingkungan eksternal dari sebuah organisasi pada umumnya dibedakan atas lingkungan umum yang meliputi faktor-faktor ekonomi, sosial-budaya, politik-hukum, teknologi dan alam sekitar dan  lingkungan khusus -atau bisa juga disebut lingkungan tugas- yang meliputi pemasok, pelanggan, pesaing, pembuat peraturan dan serikat pekerja. Lingkungan internal meliputi faktor-faktor seperti visi-misi, budaya perusahaan, gaya manajemen, kebijakan organisasi, karyawan, hubungan antar divisi dan organisasi informal.

Perspektif dari lingkungan internal dan lingkungan eksternal dalam hubungannya dengan organisasi dapat digambarkan sebagai berikut :

  • Lingkungan internal berpengaruh langsung terhadap tingkat kemampuan dalam proses yang meliputi ketiga subsistem yang ada di dalam sistem organisasi, yaitu masukan (input), transformasi dan keluaran (output).
  • Lingkungan eksternal sebagai sumber untuk pemasok dari sumber daya dan konsumen dari output. Seberapa besar lingkungan ini –termasuk berbagai elemen dan kekuatan di dalamnya- dapat mendukung organisasi akan membawa dampak terhadap operasi dan kinerja organisasi. Hubungan baik antara organisasi dengan para pemasok akan lebih menjamin kelancaran masuknya sumber daya yang dibutuhkan dan pelanggan yang merasa puas akan mendukung permintaan terhadap barang atau jasa yang dihasilkan oleh organisasi.

Lingkungan Umum

Keberadaan organisasi tidak akan lepas dari kondisi-kondisi lingkungan yang melingkupinya. Lingkungan umum (general environment) terdiri dari kondisi-kondisi latar belakang dalam lingkungan eksternal yang dapat berpengaruh besar terhadap kegiatan operasional dari sebuah organisasi.

  • Elemen ekonomi, yaitu keadaan umum dari perekonomian yang berkaitan dengan inflasi, konvertibilitas mata uang, suku bungan perbankan, penghasilan per kapita, produk domestic bruto, kebijakan moneter dan fiskal, sistem perpajakan, penduduk, pengangguran, tingkat upah dan indikator-indikator ekonomi lainnya tentunya yang berkaitan.
  • Elemen hukum-politik, yaitu ideology politik, partai dan organisasi politik, bentuk pemerintahan, hukum, undang-undang dan peraturan pemerintah yang mempengaruhi transaksi bisnis, perjanjian dengan Negara lain, hak paten, merek dagang dan lain-lain.
  • Elemen teknologi, yaitu kondisi umum dari pengembangan dan tersedianya teknologi di dalam lingkungan, termasuk kemajuan ilmu pengetahuan.
  • Elemen lingkungan alam, yaitu kondisi umum dari alam dan kondisi lingkungan fisik.

Kondisi dalam lingkungan umum tersebut banyak berbeda antara satu Negara dengan Negara yang lainnya. Perbedaan ini akan sangat dirasakan oleh perusahaan yang beroperasi dalam skala internasional. Para manajer yang berhasil dari perusahaan ini dapat memahami berbagai perbedaan ini dan membentu organisasi dalam membuat penyesuaian operasional yang diperlukan.

Lingkungan Khusus

Lingkungan khusus (specific environment) ini terdiri atas organisasi, kelompok dan perorangan yang aktual dengan siapa sebuah organisasi harus berinteraksi agar dapat beroperasi dan berkembang. Lingkungan ini adalah bagian-bagian lingkungan sebagai konsekuensi langsung bagi perusahaan karena beroperasi dari waktu ke waktu. Lingkungan ini seringkali disebut juga sebagai lingkungan tugas (task environment), lingkungan ini berbeda untuk setiap organisasi, tergantung pada situasi dan domain operasi yang unit dari organisasi.

Begian-bagian penting dalam lingkungan khusus dari sebuah organisasi meliputi, sebagai berikut :

  • Pelanggan, yaitu kelompok, individu dan organisasi konsumen atau nasabah tertentu yang membeli barang dari organisasi dan/atau menggunakan jasanya.
  • Pemasok, yaitu pemberi sumber daya manusia, informasi, dan keuangan serta bahan mentah tertentu yang dibutuhkan oleh organisasi untuk beroperasi.
  • Pesaing, yaitu organisasi tertentu yang menawarkan barang dan jasa yang sama atau serupa kepada kelompok konsumen atau nasabah yang sama.
  • Pembuat peraturan, yaitu badan-badan atau perwakilan-perwakilan pemerintah tertentu pada tingkat lokal (tingkat kabupaten, daerah (tingkat propinsi) dan pusat (nasional) sebagai penegak hukum dan peraturan yang berpengaruh terhadap kegiatan operasional organisasi.
  • Serikat pekerja, yaitu organisasi yang menghimpun para pekerja untuk memperjuangkan aspirasi para anggotanya.

[1] Puspopranoto, Sawaldjo. 2006. Manajemen Bisnis; Konsep, Teori dan Aplikasi. Jakarta : Penerbit PPM. Hlm.96.

[2] Sebagaimana dikutip oleh Puspopranoto, Sawaldjo. 2006. Manajemen Bisnis; Konsep, Teori dan Aplikasi. Jakarta : Penerbit PPM. Hlm.97.

[3] Puspopranoto, Sawaldjo. 2006. Manajemen Bisnis; Konsep, Teori dan Aplikasi. Jakarta : Penerbit PPM. Hlm.46.