Arsip Tag: Membangun

Suka Duka Membangun Sekolah1

Membangun lembaga bukanlah perkara yang mudah, khususnya lembaga pendidikan resmi dan formal. Membangun lembaga pendidikan memerlukan nafas panjang, wajib memiliki mental pejuang, tidak mudah menyerah dan memiliki visi yang jauh ke depan.

Kenapa?

Bagi orang-orang yang memiliki sumber daya yang cukup tentu bukanlah masalah membangun sekolah. Misalnya mereka yang berlatar belakang pengusaha sukses atau mereka yang sudah sejak lahir sudah kaya raya.

Akan tetapi, bagi orang-orang seperti saya yang bukan siapa-siapa tentu berfikir seribu kali untuk mau membangun usaha pendidikan yang nilainya tidak cukup 2 miliar ini. Jika usaha itu hanya memerlukan modal dua sampai tiga juta, tentu banyak yang berfikir bisa melakukannya.

Tetapi, bagaimana jika ingin membangun usaha dengan modal sekitar 3 miliar? Sangat banyak diantara manusia yang tidak sanggup menterjemahkan nya dalam visi dan misi hidupnya.

Caranya bagaimana?

Bagi orang yang duitnya tinggal menghitung, membangun sekolah dengan cara: membeli tanah sekian ratus meter atau sekian hektar kemudian membangun gedung sekolah di atas tanah tersebut. Langkah ini memerlukan modal awal sekitar 2-10 miliar tergantung luas lahan yang diakuisisi dan besar gedung yang dibangun. Akan tetapi langkah ini sungguh efektif untuk segera mendapatkan siswa. Karena gedung sudah ada, tinggal menerima siswa baru atau pindahan. Semakin luas dan bagus gedung sekolah, maka semakin besar pula animo masyarakat untuk menyekolahkan anak-anaknya di sekolah tersebut.

Sedangkan bagi orang yang bermodal cekak seperti saya, caranya adalah dibalik: mencari siswa dulu, baru membeli lahan dan membangun gedung sekolah. Cara ini tentu saja tidak mudah, Karena bagaimana mungkin para orang tua akan percaya dengan sekolah yang lahan dan gedungnya belum ada penampakan?

Apakah bisa? Alhamdulillah saya dan mungkin orang lain dengan kondisi yang sama sudah membuktikannya. Hanya saja dikarenakan cara yang tidak lazim ini, maka diperlukan mental yang tahan banting, tidak mudah goyah dan visi ke depan yang jelas dan terarah.

Dalam perjalanan sekolah, sangat sering orang tua murid yang menanyakan kapan gedung dibangun. Mereka sangat khawatir gedung sekolah tempat anaknya bersekolah tidak dibangun. Masyarakat sekitar juga tidak sedikit yang mencibir,  kalau tidak punya duit mbok ya jangan bikin sekolah, alah pak Ais nggak mungkin bisa membangun sekolah ini. Anggapan mereka sangat wajar. Jangankan orang lain, pengurus yayasan saja ada yang tidak yakin dengan keberlangsungan sekolah ini, dengan ide untuk membubarkan sekolah ini.

 

Tips Membangun Kepemimpinan yang Baik

Kepemimpinan dapat Anda pelajari, setahap demi setahap, maka Tingkat Ketrampilan Anda dalam memimpin makin baik.  Pengaruh Anda makin kuat dan orang secara sukarela akan mengikuti tujuan Anda membawa perusahaan sukses dalam tumbuh kembangnya.  Sebelum menjadi pemimpin yang baik, mungkin Anda mempunyai banyak pertimbangan seperti Politik, Bisnis, Religius dan lainnya.  Berikut beberapa tips yang dapat dengan cepat diadaptasi sebagai pengembangan ketrampilan Anda dalam memimpin.

Organisasi

1.  Percaya Diri.

Anda tidak akan menjadi pemimpin yang baik jika tidak mempunyai percaya diri.  Kesiapan Anda memimpin atau sekedar berbicara dalam forum akan hilang pada saat tidak adanya percaya diri.  Kembangkan ketrampilan Anda dalam berbicara atau mengemukakan pendapat di muka umum, maka secara langsung ini akan membangun rasa percaya diri yang cukup tinggi.  Percaya diri akan terbangun pada saat Anda menguasai bahan yang akan disampaikan, dan semua dapat dipersiapkan sebelumnya.  Lakukan persiapan yang matang dan kembangkan percaya diri Anda.

2.  Perilaku dan Pola Pikir Positif.

Pemimpin tidak melihat hasil buruk sebagai bencana dan kegagalan, namun selalu mencari sisi positif yang dapat menjadi pembelajaran berikutnya.  Permasalahan bukan akhir tujuan, sehingga Anda akan membuat perbedaan setelahnya.  Pikiran positif selalu melihat situasi dengan realistis dan siap menghadapi perubahan yang terjadi.

3.  Kecerdasan Emosi.

Perilaku Positif, komunikasi yang baik, sikap empati adalah ciri dari kecerdasan emosional.  Anda selalu melihat dari perspektif orang lain, sehingga akan terbangun hubungan saling mengerti.  Anda mendengarkan dan memperhatikan orang lain berbicara, bukan sekedar menunggu waktu untuk berbicara.

4.  Visi yang Jelas.

Kemampuan Anda menjelaskan visi yang akan diraih kepada setiap anggota tim.  Ketika tim mendapatkan gambaran yang jelas tentang visi dan misi organisasi, maka jelas kepemimpinan Anda telah terbentuk dengan baik.  Analogi dan cerita yang mudah dicerna menjadi salah satu cara Anda dalam menyampaikan visi.

5.  Motivasi Tim.

Pemimpin adalah orang yang berpengaruh dan mampu mengangkat moral tim, sehingga tim akan termotivasi mencapai tujuan organisasi.  Kemampuan Anda membuat tim menerima visi merupakan kejelasan ketrampilan Anda  dalam kepemimpinan.

6.  Contoh yang Baik (Role Model)

Pemimpin yang baik selalu menjadi contoh, mereka melakukan apa yang dikatakannya.  Bisa dipercaya dan penuh integritas adalah ciri pemimpin.  Keterlibatan Anda setiap hari sangat diperlukan dan kesigapan Anda melihat apa yang terjadi dalam organisasi selalu tampak.

7.  Pengelolaan Kinerja yang Efektif.

Pemimpin dapat mengelola performa timnya dengan efektif sesuai ekspektasi yang jelas dan konsisten. Setiap anggota tim mampu dengan mudah mencapai kinerja maksimal ketika mereka tahu apa yang diinginkan.  Anda pun siap dengan perubahan kinerja jika ada isu yang terjadi di lapangan.

8.  Memberikan Dukungan dan Stimulasi.

Pastinya jika Anda tidak mendukung usaha dan kerja keras tim mencapai tujuan, jelas ini bukanlah ciri seorang pemimpin.  Motivasi kerja tim akan terbangun manakala tugas dan kewajiban dapat terpenuhi setiap hari.  Tantangan dan Ketertarikan Kerja adalah acuan untuk berprestasi.

Menjadi pemimpin yang baik adalah tujuan Anda dalam mengembangkan Kepemimpinan.  Menjadi pemimpin yang baik dapat dipelajari dan diterapkan.  Hanya perlu komitmen dan konsistensi Anda dalam memimpin yang harus disiapkan.

Sumber: http://ikhtisar.com/kepemimpinan-yang-baik/