Arsip Tag: NKRI

Penjajahan, Sejarah yang Terus Berulang

Sejak ratusan tahun yang lalu, hal yang paling ditakuti para penjajah adalah persatuan umat Islam. Oleh karenanya, mereka melakukan segala cara agar kaum muslimin tidak bisa melakukan konsolidasi persatuan yang akibatnya bisa ditebak, yaitu membangun agenda bersama, yaitu mengusir penjajah dari negeri ini.

Cara yang sangat populer untuk mencegah persatuan itu adalah dengan cara memecah belah antar kekuatan umat atau kita biasa menyebutnya dengan “devide et impera”.

Ternyata penjajahan tidak berakhir begitu saja pada tanggal 17 Agustus 1945. Pada tahun-tahun berikutnya setelah merdeka negara-negara penjajah yaitu Belanda, Inggris dan sekutunya berupaya menjajah kembali negeri ini. Sampai dengan tahun 1950 yang ditandai dengan Konferensi Meja Bundar, baru penjajahan secara resmi berakhir, itu pun Belanda masih belum berlapang dada sepenuh hati untuk melepaskan negara jajahannya merdeka.

Yakinkah anda, penjajahan negara-negara barat atas negara miskin semisal Indonesia sudah berakhir? Saya tidak yakin. Sebagaimana diyakini banyak pihak, saat ini negara-negara miskin dijajah dalam wajahnya yang baru yaitu yang disebut dengan tatanan dunia baru. Yaitu penjajahan secara ekonomi, politik dan budaya.

Tatanan dunia baru yang digagas oleh negara-negara barat memungkinkan negara-negara miskin yang berada di belahan selatan bumi dapat dieksploitasi secara habis-habisan oleh negara-negara rakus dan serakah tanpa sisa. Di eksploitasi tetapi tidak berasa, hebat kan.

Lihat saja, perusahaan-perusahaan dari negara mana saja yang saat ini menguasai cadangan batu bara, emas, minyak bumi dan barang tambang lainnya?

Lihat saja, negara mana yang selalu menjadi aktor dan sponsor peperangan di berbagai negara atas nama memerangi terorisme?

Oleh karenanya, sangat tidak heran jika aksi 212 yang agenda utamanya adalah persatuan umat, akan mereka gagalkan dengan segala upaya, baik halus maupun kasar.

Semoga Alloh SWT selalu melindungi kita. Amiin.

Pejuang, Penjajah dan Penghianat

Perjuangan menegakkan dan mempertahankan kebenaran selalu mendapati halangan dan rintangan yang tidak kecil. Pada masa perjuangan memerdekakan negeri ini, penjajah men-cap para pejuang dengan sebutan “ektsrimis”. Kata ekstrimis menurut penjajah sama artinya dengan penjahat yang harus dilenyapkan dari muka bumi.

Tidak sedikit warga pribumi yang nyinyir dengan kelompok pejuang ini bahkan mereka juga rela menjadi barisan tentara belanda atau menjadi mata-mata penjajah untuk mengetahui posisi dan kekuatan persinil dan logistik yang dimiliki pejuang.

Jadi, para pejuang kemerdekaan menghadapi dua musuh utama, yaitu PENJAJAH belanda dan pribumi PENGHIANAT. Betapa berat perjuangan. Tidak heran, Belanda mampu melanggengkan kuku penjajahannya di bumi Nusantara selama 350 tahun.

Sejarah selalu terulang kembali, ada pejuang, penjajah dan penghianat. Pertanyaannya adalah, kita berada di posisi yang mana?

https://id.m.wikipedia.org/wiki/Korps_Marechaussee_te_Voet