Arsip Tag: Orang yang arogan

Empat Golongan Manusia

Yang kami inginkan dari umat adalah hendaknya mereka menjadi salah satu dari empat golongan terhadap dakwah kami:

Kumpulan Risalah Dakwah Hasan Al Banna
Buku Majmu’atur Rasail

Mukmin

Boleh jadi seorang yang meyakini dakwah kami, membenarkan perkataan kami, mengagumi prinsip-prinsip kami, dan menemukan padanya kebaikan yang dapat menenangkan jiwanya dan menentramkan nuraninya.

Kepada orang seperti ini kami mengajak untuk segera bergabung dan bekerja bersama kami, agar jumlah para mujahid semakin banyak, dan dengan suaranya, suara pada da’i akan semakin meninggi.

Orang yang Ragu

Boleh jadi ia belum mendapatkan kejelasan tentang kebenaran, dan belum mengenal makna keikhlasan, serta manfaat dibalik ucapan-ucapan kami.

Orang seperti ini kami biarkan bersama keraguannya. Disamping itu kami memberi saran kepadanya agar tetap berhubungan lebih dekat lagi dengan kami, memperhatikan kami dari dekat atau dari jauh, mengkaji tulisan-tulisan kami, mengunjungi pertemuan-pertemuan kami dan berkenalan dengan saudara-saudara kami. Setelah itu, insya Allah ia akan percaya  kepada kami. Memang begitulah keadaan orang-orang yang ragu dari kalangan pengikut rasul-rasul dahulu.

Orang Oportunis

Boleh jadi ia adalah sosok yang tidak mau memberikan dukungannya, kecuali setelah mengetahui manfaat yang dapat diperoleh dan keuntungan yang dihasilkan dari pengorbanannya.

Kami katakan kepadanya, “Kasihanilah dirimu! Kami tidak menjanjikan apa-apa, kecuali pahala dari Allah, jika anda ikhlas. Juga surga, jika Allah mengetahui ada kebaikan pada diri anda.

Orang yang Arogan

Boleh jadi seseorang yang berprasangka buruk dan ragu-ragu kepada kami. Ia tidak melihat kami, kecuali dengan kacamata hitam pekat. Ia tidak berbicara tentang kami, kecuali dengan bahasa sinis dan membuat orang ragu. Dan ia tenggelam dalam kecongkakan, silau dalam keraguannya, dan tetap bertahan pada praduga-praduganya.

Untuk orang seperti ini, kami hanya memohon kepada Allah SWT agar memperlihatkan keapda kami dan kepadanya kebenaran sebagai kebenaran dan memberi rezeki kepada kami untuk mengikutinya, serta memperlihatkan kebatilan sebagai kebatilan dan memberi rezeki kepada kami untuk menjauhinya. Juga semoga Allah mengilhamkan kesadaran kepada kami semua.

Sumber: Kumpulan Risalah Dakwah Hasan Al Banna, halaman 16-20.