Tag Archives: Pekerjaanku

Pekerjaanku: Mengurus Karyawan Tetap

Tahun 1996-1999

Saya bekerja di sebuah perusahaan yang sama, hanya saja kali ini yang saya urus adalah karyawan tetap perusahaan bagian produksi, khususnya mengolah dari bahan baku menjadi barang jadi besi yang siap jual.

Mengenal SDIT Wirausaha Indonesia

Setiap hari saya harus mencatat absensi masuk, pulang dan lembur karyawan dan membuat laporan. Laporan tersebut saya sampaikan ke bagian penggajian.

Selain itu, saya juga mengurus urusan perizinan dan cuti karyawan. Seringkali karyawan marah karena cutinya sudah habis padahal dia merasa belum menghabiskan jatah cutinya. Setelah ditelusuri, karyawan tersebut lupa kalau sudah menghabiskan sebagian atau seluruh jatah cutinya.

Mengurus manusia memang butuh kesabaran yang ekstra tinggi.

Baca juga: Alasan memilih SWI Islamic School

Pekerjaanku: Mengurus Karyawan Borong

Tahun 1994-1996

Saya bekerja di sebuah perusahaan yang memproduksi besi. Pekerjaan saya adalah kembali mengurus orang. Posisi kerja saya adalah mengurus sistem administrasi dan sistem penggajian karyawan bagian borong.

Apa yang menjadi pertimbangan orang tua dalam memilih sekolah?

Setiap hari saya harus mengkolektif dan memastikan karyawan bekerja dimana, bekerjanya apa dan siapa atasannya. Kemudian mencatat absensi masuk, pulang dan lembur karyawan. Saya membuat laporan setiap hari mengenai absensi, lembur dan pekerjaan karyawan bagian borong yang ditujukan kepada bagian penggajian karyawan.

Jadi, saya membuat laporan mengenai urusan pekerjaan, sedangkan karyawan bagian penggajianlah yang menghitung gaji atau upahnya.

Seringkali saya harus bersitegang dengan karyawan. Gara-garanya gaji atau lemburnya tidak dibayar. Beberapa kali saya diancam karena mereka beranggapan saya lah penyebab gaji atau lemburnya tidak terbayar. Padahal setelah ditelusuri, faktornya bukan karena kelalaian saya selaku pembuat laporan, tetapi salah hitung dari bagian penggajian dan lain-lain.

Itulah resiko mengurusi urusan orang lain.

Baca juga: Kenapa memilih SDIT Wirausaha Indonesia?