Arsip Tag: perubahan tidak mudah dilakukan

Tantangan Organisasi

Pertumbuhan Organisasi

Sebuah perusahaan (corporate growth) dapat tumbuh setidaknya melalui dua pintu, yaitu tumbuh secara internal melalui efisiensi operasional yang lebih tinggi sehingga mengalami perkembangan yang diinginkan, atau melalui cara menguasai atau mengakuisisi perusahaan-perusahaan lain, biasanya perusahaan-perusahaan yang menjadi pesaingnya.

Dua macam pertumbuhan yang semakin penting adalah merger dan konglomerat.

  • Merger. Adalah pembelian sebuah bisnis oleh sebuah bisnis lain yang serupa, di mana perusahaan pembeli mempertahankan independensi dan dominasinya. Kalau sebagian besar atau seluruh saham dari sebuah perusahaan lainnya, disebut anak perusahaan (subsidiary) dari perusahaan lain, sedangkan perusahaan yang memiliki disebut perusahaan induk (parent company).

 Merger dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu :

  1. Merger Horizontal, yaitu merger yang dilakukan dengan cara membeli perusahaan-perusahaan pesaing dalam industri yang sama sebagai langkah untuk menjadi perusahaan berskala besar. Salah satu tujuan dari merger semacam ini adalah untuk mengurangi persaingan.
  2. Merger Vertikal, adalah merger yang dilakukan dengan cara membeli perusahaan lain yang menjadi pemasok (suppliers) atau pelanggannya (customers). Merger dengan cara ini bertujuan untuk mengamankan jalur bahan baku dan pasar dari produk perusahaan.
  • Konglomerat. Konglomerasi merupakan hasil dari penggabungan (merging) dari dua atau lebih perusahaan yang beroperasi dalam industri-industri yang sepenuhnya berbeda dan tidak berkaitan satu sama lain.

Menuju Keberhasilan Usaha

Untuk menuju tangga keberhasilan, sampai pada tingkatan tertentu setiap perusahaan memiliki jalan atau cara yang khas yang digunakan untuk mencapai keberhasilan. Akan tetapi, ternyata ada beberapa kesamaan atau kemiripan pada cara yang dilewati oleh semua perusahaan yang berhasil.

Perusahaan yang berhasil adalah perusahaan yang produknya unggul dibandingkan dengan produk kompetitornya. Keunggulan tersebut haruslah bertahan dalam waktu yang lama atau dalam jangka waktu yang panjang. Manajer pada setiap perusahaan harus membuat keputusan yang mendasarkan pertimbangan-pertimbangan yang cermat mengenai apa yang harus ditempuh agar berhasil dan lingkungan bisnis yang dihadapi oleh perusahaan.

Jalan menuju keberhasilan usaha setidaknya ada lima unsur, yaitu :

  • Visi dan Misi perusahaan. Adalah sebuah grand design perusahaan yang dengannya pemimpin perusahaan berupaya untuk memberikan potret besar mengenai apa yang sesungguhnya akan dikerjakan dan akan menjadi seperti apa yang diharapkan. Pemimpin harus menginventarisir mengenai kemungkinan masa depan perusahaan yang dikehendaki. Dengan memiliki visi, pemimpin kemudian menyatakan mengapa perusahaan harus eksis ditengah persaingan sengit dan apa yang akan dikerjakan oleh perusahaan. Selain menetapkan sifat dan arah dari bisnis, visi dan misi juga mengindikasikan fokus relatif dari kelima indikator kunci keberhasilan perusahaan.

Gambar 9.1

  • Indikator Keberhasilan. Pembuat keputusan haruslah melihat hasil yang diinginkan atau indikator keberhasilan perusahaan. Pada gambar di bawah ini menunjukkan setidaknya ada lima macam indikator utama atau dengan kata lain sesuatu yang harus diperjuangkan untuk dicapai para pemimpin perusahaan. Setiap indikator dipandang penting karena sebuah perusahaan tidak bisa disebut berhasil apabila tidak mampu mencapai hasil-hasil yang memadai dari lima bidang tersebut. Kelima indikator tersebut adalah : kinerja keuangan, kebutuhan pelanggan, kualitas produk, kreativitas dan inovasi produk dan komitmen karyawan.

Gambar 9.2

 

Indikator-indikator keberhasilan tersebut merupakan indikator yang penting bagi perusahaan. Namun demikian, setiap perusahaan umumnya memiliki skala prioritas atau penekanan pada beberapa bidang indikator tertentu dibandingkan dengan indikator lainnya.

  • Identifikasi Pasar yang akan Dimasuki. Tahap selanjutnya ialah mengidentifikasi pasar yang akan menjadi segmen pasar yang akan dimasuki dengan cara melakukan penelitian dan pengkajian lingkungan perusahaan. Setiap informasi mengenai lingkungan bisnis dan dampaknya diperlukan manajer dalam pengambilan keputusan yang komprehensif. Kelima kekuatan kunci lingkungan pasar adalah : trend keinginan pelanggan, kekuatan ekonomi, globalisasi, hukum dan peraturan yang berlaku dan struktur industri, sebagaimana dilihat pada Gambar 9-3.

Gambar 9.3

bisnis yang merupakan pasar potensial terdiri dari faktor-faktor yang amat dapat mempengaruhi bisnis di mana perusahaan sedikit sekali dapat mengendalikannya. Para pengambil keputusan harus memahami sifat lingkungan di mana perusahaan beroperasi. Mereka harus menyadari variabel-variabel kritis dalam trend pasar dan memahami pergeseran serta pola yang terjadi.

Di sinilah sebenarnya para manajer diuji. Mereka tidak hanya dituntut untuk sadar akan kekuatan-kekuatan lingkungan pasar saja, tetapi juga harus mampu menilai dan mengambil potensi dari lingkungan tersebut terhadap bisnis.

  • Memberikan keunggulan produk. Pemikiran yang strategis harus mulai dilakukan oleh manajer, karena bagaimanapun arah strategis perusahaan tidak terjadi dengan serta merta. Arah ini harus dirumuskan melalui analisis lingkungan yang cermat dan seyogyanya tetap berpijak pada indikator-indikator keberhasilan bisnis. Dengan landasan strategis ini manajer dapat memfokuskan perhatiannya pada penciptaan nilai atas setiap produk atau jasa yang dijual kepada pelanggan. Para pemimpin harus mempelajari kebutuhan dan keinginan para pelanggan agar dapat menghasilkan produk atau jasa yang dapat memberikan kepuasan tertinggi kepada pelanggan.

Gambar 9.4

Fokus dalam pengembangan produk adalah kualitas produk dan proses yang memadai. Pengembangan kualitas produk ini amat penting artinya bagi perusahaan. Hal ini dikarenakan menentukan akan kemampuan untuk bersaing secara efektif. Setelah proses peningkatan kualitas produk sudah dilakukan, maka tugas selanjutnya para manajer adalah melakukan komunikasi intensif dengan pelanggan agar mereka mengetahui perkembangan baik atas produk yang selama ini mereka pakai. Pengkomunikasian kepada pelanggan ini penting karena, produk akan gagal pasar sekalipun produk tersebut sangat bagus manakala para pelanggan tidak mengetahui akan peningkatan mutu produk.

Selanjutnya, perusahaan harus mendapatkan sumber daya yang diperlukan untuk menghasilkan produk atau jasa. Perusahaan harus secara efektif untuk mendapatkan sumber daya tersebut. Umumnya, setidaknya ada empat jenis sumber daya atau faktor produksi bagi perusahaan, yaitu: tenaga manusia, fisik, finansial dan sumber informasi.

Untuk menggunakan sumber daya yang ada atau apapun jenis produk atau jasa yang dihasilkan dan jenis sumber daya yang masuk dalam proses produksi, keseluruhan proses harus dikelola secara secara efektif dan efisien. Karena bagaimanapun, dengan sumber daya yang terbaik pun apabila berujung pada pemborosan, akan terjadi pengelolaan yang tidak efektif dan efisien.

  • Melakukan evaluasi dan perubahan. Setiap stakeholder perusahaan tentunya menginginkan umur perusahaannya awet sepanjang waktu, bahkan dapat diwariskan kepada anak, cucu, cicit dan seterusnya. Bahkan semakin lama umur perusahaan, akan semakin banyak pihak yang merasakan kualitas dari produknya. Kunci dari survive nya perusahaan sepanjang waktu adalah adanya evaluasi dan penerimaan perusahaan terhadap setiap perubahan yang terjadi.

 Para manajer harus secara kontinyu melakukan evaluasi atas hasil-hasil kinerja dan secara gradual mengadakan perubahan yang diperlukan untuk meningkatkan hasil-hasil tersebut dan memenuhi tuntutan yang baru. Manajer harus secara terus menerus mengetahui bagaimana kinerja perusahaan sehinggan dengan demikian manajer dapat mengambil langkah-langkah korektif jika diperlukan.

Gambar 9.5

 

Seringkali manajer menemukan keadaan di mana perusahaan sudah sesuai dengan target indikator keberhasilan. Akan tetapi, lingkungan bisnis amat bersifat kompleks dan secara terus menerus berubah. Sementara para kompetitor selalu dapat menyesuaikan diri dengan perubahan, standar kualitas terus menerus ditingkatkan dan pengharapan karyawan terus meningkat.

Sebagai akibatnya, penyesuaian harus secara terus menerus dilakukan. Pengukuran merupakan hal yang sangat penting karena dengan pengukuran yang tepat, kita akan dapat menunjukkan di mana dilakukan penyesuaian.

Namun demikian, perubahan tidak dengan mudah dilakukan. Salah satu tantangan perusahaan adalah ketika ingin mengubah kebutuhan akan perubahan menjadi tindakan. Ada banyak pihak yang akan melakukan perubahan manakala perubahan dan pembaharuan dicanangkan. Dengan demikian diperlukan langkah kritis dalam merencanakan bagaimana perusahaan mendekati perubahan. Perubahan merupakan sebuah proses, hal inilah yang harus dipahami oleh pelaksana perusahaan.