Arsip Tag: pks

PKS Heran Terorisme Selalu Muncul di Tahun Politik

Aksi serangan kelompok teroris tengah gencar belakangan ini. Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera Hidayat Nurwahid mengatakan isu terorisme sangat mengganggu di tahun politik. 

“Ya mengganggu, sangat mengganggu,” kata Hidayat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 15 Mei 2018.

“Akan menghadirkan stigma, menghadirkan labelisasi. Akan menghadirkan salah paham di tingkat publik. Akan menghadirkan opini menyesatkan,” ujar Hidayat.

Menurut Wakil Ketua MPR ini, ada kajian yang menyebutkan isu terorisme selalu muncul di tahun politik. Seperti menjelang pemilihan umum atau pemilihan kepala daerah.

“Dan tahun 2013 lalu malah sudah ada kajian, menjelang tahun politik pilkada, pemilu, terorisme muncul lagi. Itu tahun 2013 loh. Dan sekarang 2018, 2019 ada pemilu. Saya berharap ini bukan pengulangan,” kata Hidayat.

Sebelumnya, serangan bom bunuh diri mengguncang Surabaya dan Sidoarjo pada Minggu dan Senin, 13-14 Mei 2018. Pada Minggu, bom bunuh diri menerjang tiga gereja berbeda di Surabaya. Malamnya, bom meledak di Rusunawa Wonocolo, Taman Sidoarjo. Senin pagi, giliran Mapolrestabes Surabaya diserang bom bunuh diri. (ase)

Sumber: https://www.viva.co.id/berita/politik/1036404-pks-heran-terorisme-selalu-muncul-di-tahun-politik

1500 Kader PKS Perempuan ikuti Penggemblengan Fisik

PKS emang keren. Betapa tidak, bukan hanya kader laki-laki nya saja yang diwajibkan untuk melaksanakan upaya penggemblengan fisik. Para kader perempuan pun tidak luput dari upaya membangun kekokohan fisik dan psikis. Pelatihan yang bertajuk LATANSA (Pelatihan Perempuan Siaga Dasar) oleh PKS Kabupaten Bekasi ini dalam rangka pembinaan jazadiyah para kader akhwat.

Pelatihan yang dilaksanakan pada hari Ahad, 11 Maret 2018 ini berlokasi di BUPERTA Cibubur dan tidak tanggung-tanggung, acara ini diikuti oleh leih dari 1.500 kader PKS perempuan dari seluruh wilayah Kabupaten Bekasi.

“PKS tidak mengabaikan pembinaan jasadiyah atau fisik para kadernya, termasuk kader-kader perempuan. Karena perempuan adalah pencetak generasi umat, pencetak para mujahid -mujahidah baru yang akan melanjutkan perjuangan kita. Dan salah satunya adalah latansa ini. Kegiatan ini wajib diikuti oleh seluruh kader perempuan secara bertahap.” papar Ketua DPD PKS Kab. Bekasi, ust Muhammad Nuh dengan bersemangat.

Selamat dan sukses untuk PKS yang sukses membangun kaderisasi partainya.

Memaknai Sebuah Kekalahan

Pendahuluan

Kekalahan dalam sebuah pertandingan bukan hal yang memalukan, apalagi merasa “kelar hidup lo”. Sebab, satu fase kekalahan merupakan salah satu tangga dalam sebuah proses yang akan melahirkan kemenangan, kesuksesan dan kejayaan.

Pahami Ilmu Input-Output

Kekalahan merupakan salah satu tangga dalam sebuah proses. Sebab, kekalahan merupakan output atas input-input yang selama ini kita lakukan. Inputnya “apa” akan menghasilkan output “apa” pula. Output akan melahirkan sekecil atau sebesar input yang dilakukan. Dengan kata lain, besarnya output yang dihasilkan bergantung besar atau kecilnya input.

Menariknya adalah, output merupakan sebuah kepastian yang Alloh SWT berikan kepada hambaNya. Hukum sebab akibat atau sunnatullah berlaku tetap dan pasti. Jika inputnya itu-itu saja, maka bisa diPASTIkan outputnya juga itu-itu saja. Contoh1: jika kita melempar bola bekel sebesar tekanan tertentu ke lantai, maka akan menghasilkan lentingan sebesar lepasan tertentu ke atas. Contoh2: jika kita menjatuhkan sebuah benda, pasti jatuhnya ke bawah bukan ke atas.

Input

Mari kita berhitung, apa saja input yang selama PKS ini berdiri dilakukan? Baksos, peduli kebakaran, peduli banjir, pengobatan gratis, bazar murah kebutuhan pokok, bazar pakaian baru/layak pakai. Apalagi? Ini belum termasuk pola rekrutmen kader yang cenderung stagnan dan pemeliharaan kader yang begitu-begitu saja.

Output

Sejak pemilu tahun 2004, suara PKS secara nasional cenderung mengalami stagnasi, bahkan turun secara prosentase. Jika pun ada kenaikan secara kuantitas suara, jumlahnya tidak signifikan. Sejak PKS mengikuti kontestasi pemilukada Kabupaten Bekasi tahun 2007 sampai hari ini, suara PKS (dan koalisi) cenderung stagnan, dua kali mengalami kekalahan.

Yang kita butuhkan dari sebuah kekalahan adalah bukan justifikasi dan apologi, bahwa kita partai dakwah, yang kita cari bukan semata suara, tetapi bla bla bla… Raihlah kemenangan sejati, yaitu pahala dari Alloh SWT. Truus, kalau kita bukan cari kemenangan pada kontestasi pemilu atau pilkad,a ngapain kita repot-repot ikut pemilu?

Yang dibutuhkan dari sebuah kekalahan adalah evaluasi secara menyeluruh atas input-input yang selama ini kita lakukan, yang hasil akhir dari evaluasi itu adalah: LOMPATAN BESAR yang akan dilakukan sebagai input-input baru ke depan. Inputan lama tetap dilakukan dengan porsi tertentu, tetapi LOMPATAN BESAR harus dilakukan dengan porsi besar dan terukur.

Ingat! Kekalahan tidak membutuhkan justifikasi atau apologi, tetapi membutuhkan sebuah langkah nyata yang berbeda dan besar dari yang selama ini kita lakukan. Langkahnya apa, besarnya seperti apa, silahkan dimusyawarahkan pada level qiyadah.

Jika kita gagal dalam mengidentifikasi LOMPATAN BESAR, maka bersiap-siaplah partai ini bubar, karena di luar sana banyak pihak yang siap membumihanguskan partai ini dengan segudang alasan yang kita sama-sama mengetahuinya. KITA AKAN MENDAPATKAN SEBESAR IMPIAN KITA.

Politik itu Menjijikan?

Ada yang bilang, politik itu menjijikkan. Kenapa? Karena tidak ada kawan atau teman dan musuh abadi.

Apabila demikian, bagaimana kita harus memaknai perjanjian Rasululloh SAW denan kabilah-kabilah Yahudi di Madinah atau perlindungan yang didapatkannya dari Muth’am bin Adhy yang musyrik?

Gedung DPP PKS

Bukankah semuanya adalah kerjasama berdasarkan sejumlah klausul perjanjian dan jika perjanjian itu dilanggar maka batallah perjanjiannya?

Dan bukankah perjanjian-perjanjian itu pada hakikatnya tidaklah beda dengan koalisi politik yang hanya bersifat strategis, bukan ideologis?

Apakah yang Rasululloh SAW perbuat itu juga menjijikkan? (Akmal S.)