Arsip Tag: Saya

PKS, bagian dari Hidup Saya

Bagi saya, PKS adalah bagian dari sejarah hidup yang sulit terpisahkan.

Jika umur saya sekarang 46 tahun, dengan umur pks yang sudah 20 tahun, berarti saya membersamai pks pada umur 26 tahun, ketika itu belum menikah dan masih kuliah.

Ketika anak masih berumur beberapa bulan sudah rajin diajak demo di kedubes amrik, al azhar dan beberapa tempat lain. Sampai demonstrasi menjadi seperti rihlah keluarga.

Yah walaupun keberadaan saya cuma sebagai simpatisan ecek-ecek dan pelengkap penderita doang😁. Itu pun sudah bikin bangga. Kayaknya sudah bisalah disebut sebagai politisi kawakan kali yah.

Dengan umur pks yang sudah 20 tahunan dan masih mendapatkan hasil yang begitu-begitu aja, saya pikir ada yang salah dalam pengelolaan organisasi ini. Apalagi saat ini ada kasus osan osin, di sini rajin berikrar, di sana rajin deklarasi.

Saya ulangi ya, di sini rajin berikrar, di sana rajin deklarasi.

Nanti ada yang berkilah, dakwah adalah sepanjang hayat, tidak bisa diukur dengan waktu. Saya tidak sedang bicara dakwah nya, tetapi tentang sebuah organisasi yang mengalami stagnasi dalam waktu yang cukup lama. Dakwah dan organisasi dua hal yang berbeda.

Nanti mungkin ada yang bertanya, memangnya ente sudah berkontribusi apa terhadap jamaah? Ini pertanyaan mirip pertanyaan cebong.

Kadang heran juga, politikus kawakan  kayak gini ketika diskusi di beberapa grup wa, dengan mudahnya diakhiri kata-kata sakti: “Sudahi obrolan ini, kita fokus pada kerja pemenangan…” alamaaak, berat nian hidup ini😁. Masa siih gegara diskusi politik, sebuah partai jadi terhalang kemenangannya, dzolim banget tuh yang berdiskusi.

Siapa yang paling bertanggung jawab atas maju mundurnya sebuah organisasi? Pimpinan, baru anak buah.