Arsip Tag: SDIT Wirausaha Indonesia

Penerimaan Peserta Didik Baru Tahun Pelajaran 2020/2021

Pendaftaran siswa baru SDIT Wirausaha Indonesia Tahun Pelajaran 2020/2021 dimulai bulan September 2019. 

Informasi pendaftaran silakan menghubungi whatsapp 0812 9363 70430813 1751 7835

Jika ingin mengetahui lebih jelas mengenai legalitas, kegiatan dan program sekolah, silakan kunjungi website resmi sekolah di: www.swi.sch.id

Silakan download brosur penerimaan siswa baru dengan klik link berikut ini: www.swi.sch.id

Alamat sekolah: Jl. Nakula Raya No.1-4 Perum. Grand Cikarang City Blok C9 Desa Karangraharja, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi 17530.

Tantangan Membangun Lembaga Pendidikan Islam (1)

Membangun lembaga pendidikan Islam khususnya dalam hal ini adalah setingkat sekolah dasar merupakan hal yang memiliki tantangan yang cukup besar. Saya mengatakan ini adalah “tantangan” untuk menggantikan kata “sulit” atau “susah” sebagaimana banyak orang mengatakannya.

Kenapa saya mengatakan tantangan yang cukup besar? Iya karena pada kenyataannya tidak semua orang mau dan mampu menghadapi tantangan sedemikian besar tersebut.

Jangankan orang lain yang tidak tahu menahu mengenai perkembangan lembaga pendidikan ini. Dari empat orang pendiri yayasan ini, dua orang mengundurkan diri dengan alasannya masing-masing. Sedangkan satu orang yang masih bersama saya sampai saat ini pernah menyarankan untuk membubarkan sekolah ini pada tahun 2014.

Apa pasal? Karena beliau tidak memiliki bayangan dana untuk membangun gedung sekolah yang nilainya tidak cukup ratusan juta rupiah. Dalam perhitungan sahabat saya ini, tidak mungkin bisa membangun gedung sekolah yang nilainya ketika itu diperkirakan akan menelan biaya sekitar 1,4 miliar. Sedangkan kami hanya karyawan biasa yang hanya mengandalkan penghasilan bulanan yang hanya cukup untuk membiaya kebutuhan keluarga sendiri.

Dalam diskusi yang dilakukan antara saya dan satu teman yang tersisa dalam kepengurusan yayasan, beliau mengungkapkan idenya untuk melakukan moratorium pendaftaran siswa baru. Dengan kata lain beliau menginginkan pembubaran lembaga yang sudah didirikan pada bulan September tahun 2011 ini.

Bagi beliau yang memang sejak awal tidak melakukan hal teknis mengenai marketing dan pemeliharaan hubungan dengan orang tua siswa, mungkin akan sangat dengan mudah melakukannya. Tetapi, bagaimana dengan saya dan istri yang sejak awal berkecimpung untuk memasarkan sekolah ini ke sekolah-sekolah TK dan para calon orang tua murid di beberapa perumahan dan dalam setiap presentasi kami selalu mengatakan gedung akan kami bangun dengan megah?

Apa reaksi para orang tua murid yang saat itu berjumlah 47 orang siswa jika tahu-tahu sekolah tempat anak-anaknya dibubarkan dengan alasan kami tidak mampu membangun gedung sekolah dan menyerah kalah? Bagi saya, tidak sesederhana itu kita mebubarkan sebuah sekolah seperti membubarkan usaha tahu krispi atau ayam goreng kaki lima gara-gara sepi pembeli.

Akhirnya, saya mengabaikan saran dari teman ini untuk membubarkan lembaga pendidikan yang sudah susah payah kami bangun dari nol. Bagi saya, saya tidak memiliki alternatif kecuali berjalan ke depan dengan tegap dan menatap masa depan yang cerah.

Tidak mudah memang, mengusahakan dana 1,4 miliar lebih untuk membangun sekolah. Segala cara saya tempuh demi mendapatkan dana untuk membangun sekolah. Dari mulai mencari investor, sampai mengajukan kredit ke perbankan. Hasilnya? NIHIL.

Investor, siapa yang mau membiayai sekolah yang dianggap tidak memiliki masa depan ini. Perbankan, kami tidak memiliki agunan cukup untuk mendapatkan pinjaman senilai miliaran.

Sedangkan dari sisi orang tua murid sudah mulai banyak yang ‘menggugat’ kami dengan menanyakan kapan pelaksanaan pembangunan gedung sekolah. Masa sekolah di rumah selama bertahun-tahun. Maklum kami menggunakan rumah sebagai sarana belajar sejak tahun 2013 sampai pertengahan tahun 2015.

Ketika saya ditanya hal itu, saya hanya menjawab, belum tahu. Insya Allah waktunya akan datang. Akan tetapi, tentu saja jawaban saya ini tidak bisa memuaskan atas pertanyaan-pertanyaan yang datang bertubi-tubi ini. Bahkan banyak orang tua yang kecewa kemudian mengeluarkan anak-anaknya untuk dipindahkan ke sekolah sebelah yang gedungnya lebih representatif.

Saya hanya pasrah saja ketika 19 siswa dari 47 itu dikeluarkan dari sekolah oleh orang tuanya. Apa mau dikata? Mereka juga tidak saya salahkan. Toh yang mereka tuntut adalah hal yang wajar, yaitu gedung sekolah yang representatif untuk anak-anak mereka. Hanya saja, diantara mereka ada yang sabar dan setia, ada pula yang tidak sabar dan ingin segera pindah ke sekolah lain.

Siswa lama 19 yang keluar, sedangkan tahun ajaran baru kami hanya mendapatkan 7 siswa. Jadi, angkatan pertama kami mendapatkan 28 siswa, angkatan kedua 31 siswa dan angkatan ketiga 7 siswa. Kelak siswa yang 28 menjadi 16, yang 31 menjadi 16 dan yang 7 menjadi 4 pada saat kelulusan kelas 6.

Jika ditanya, apakah saya sedih karena 19 siswa keluar? Banget, namanya juga manusia. Tetapi kesedihan tidak perlu berlama-lama apalagi berlarut-larut dalam kesedihan. Kejadian demi kejadian harus menjadi bahan introspeksi dan harus diambil hikmah. Yang penting adalah bagaimana kami membangun optimisme dalam hidup dan kehidupan ini.

… Berlanjut ke bagian 2

Qurban di SDIT Wirausaha Indonesia

Salah satu agenda tahunan SWI adalah pelaksanaan Qurban Sekolah. Kali ini qurban sekolah dilaksanakan pada hari Senin/11 Dzulhijjah1440 Hijriyah (12/8/2019). Kali ini sekolah menyediakan 8 ekor kambing, yakni 7 ekor disembelih di sekolah, 1 ekor disembelih di wilayah yang membutuhkan.

Apa perlunya qurban sekolah? “Salah satu tujuannya adalah memberikan pelajaran kepada siswa mengenai pentingnya ibadah qurban dan agar mereka mencintai seluruh bentuk ibadah dalam agama Islam tenpa terkecuali. Karena pada hakikatnya, ibadah qurban merupakan bentuk pengorbanan dan penghambaan seorang makhluk kepada sang Khalik”. Demikian sebagaimana dikatakan oleh ibu Nur Komariah, S.Pd.I, MM selaku kepala SDIT Wirausaha Indonesia.

Prosesi penyembelihan 7 hewan qurban dilakukan mulai pukul 08.00 sampai pukul 09.30 yang disaksikan oleh seluruh siswa. Kali ini ada 197 siswa dari kelas 1 sampai kelas 6 yang ikut menyaksikan penyembelihan qurban. Sedang pencacahan daging baru selesai dilaksanakan pada pukul 11.00. Pukul 10.00 perwakilan orang tua masing-masing kelas mengambil daging untuk dimasak dan kemudian dibagikan kepada seluruh siswa dalam bentuk matang.

Selain dibagikan dalam bentuk matang kepada seluruh siswa, daging qurban juga dibagikan dalam bentuk mentah kepada para pemimpin lingkungan, warga sekitar sekolah, guru dan karyawan sekolah.

Penerimaan Siswa Baru SDIT Wirausaha Indonesia

Sampai saat ini sudah banyak orang tua yang sedang mencari dan memilih-milih sekolah untuk anak-anaknya. Dalam beberapa hari ini saja terhitung sudah lebih dari 15 orang yang datang ke sekolah menanyakan hal itu.

Melalui website resmi sekolah www.swi.sch.id, didapat informasi bahwa, penerimaan siswa baru SDIT Wirausaha Indonesia Tahun pelajaran 2020/2021 akan dibuka mulai bulan Oktober 2019

Informasi pendaftaran silakan menghubungi whatsapp 0812 9363 70430813 1751 7835. Jika ingin mengetahui lebih jelas mengenai legalitas, kegiatan dan program sekolah, silakan kunjungi website resmi sekolah di: www.swi.sch.id

Silakan download brosur penerimaan siswa baru dengan klik link berikut ini: www.swi.sch.id

Alamat sekolah: Jl. Nakula Raya No.1-4 Perum. Grand Cikarang City Blok C9 Desa Karangraharja, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi 17530.

Senang Belajar Jarimatika

Orangtua siswa SDIT Wirausaha Indonesia (SWI) pagi ini berkumpul di aula sekolah untuk mengikuti pelatihan Jarimatika SDIT Wirausana Indonesia yang beralamat di Perum. Grand Cikarang City Jl. Nakula Raya Blok C9 No.1-4 Kec. Cikarang Utara, Bekasi pada Sabtu (10/8/19) pagi.

Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan selain menyamakan konsep Jarimatika, juga dalam rangka mempererat tali silaturahmi khususnya antar orangtua siswa SWI dan pihak sekolah.

Suasana Belajar Jarimatika

Menurut bunda Hanna, salah seorang peserta pelatihan, hal ini sangatlah bermanfaat dan sangat berharap akan sering diadakan acara-acara yang seperti ini. “Seneng banget bisa bersilaturami dengan orang tua siswa lainnya dan mendapatkan ilmu”, tutur bunda Fathan .

Kegiatan pagi tadi berlangsung dengan baik dan bu Riko salah seorang pimpinan dan pemateri dari Fajar Utama Jawa Barat sangat bersemangat melihat antusias dari para peserta yang sudah hadir setengah jam sebelum acara dimulai.

Sumber: www.swi.sch.id

Qurban di Lingkungan SDIT Wirausaha Indonesia

Masjid Baitul Jannah adalah masjid yang beralamat di Perum. Grand Cikarang City Blok C9 tepat berada di depan SDIT Wirausaha Indonesia. Sebagaimana agenda tahunan yang biasa dilakukan, pada hari Ahad, 11/8/2019 (10 Dzulhijjah 1440H) pagi dilaksanakan pemotongan hewan qurban selepas pelaksanaan shalat Iedul Adha.

Ibu-ibu Menyiapkan Konsumsi

“Tahun ini panitia qurban menerima 4 ekor sapi dan 11 ekor kambing domba” ujar pak Erwin sebagai ketua panitia qurban. Ada pun distribusi hewan qurban adalah masyarakat yang membutuhkan di lingkungan sekitar.

Dalam Al-Qu’ran surat Al-Kautsar ayat 2, yang artinya : “Maka laksanakanlah shalat karena Tuhan-mu, dan berqurbanlah (sebagai ibadah mendekatkan diri kepada Allah)”. Dengan berqurban kita dilatih untuk peka dan peduli kepada sesama, terutama di lingkungan tempat kita berada.

Panitia dan warga masyarakat begitu bersemangat melaksanakan kewajibannya dari mulai persiapan sholat Idul Adha sampai pada pendistribusian daging kurban.

Dan yang tak kalah pentingnya ibu-ibu Blok C juga sangat rajin saling bahu membahu menyiapkan konsumsi untuk bapak-bapak yang terlihat lelah dan berkeringat. Sumber: www.swi.sch.id

Tempat Pendaftaran SWI Pertama Kali

Sebagai sekolah yang belum memiliki gedung, kami sebagai pengelola sekolah tentu saja bingung. Iya bingung menentukan di mana tempat yang akan digunakan untuk memulai pendaftaran murid baru.

Aneh ya, mau menerima pendaftaran siswa baru kok bingung. Lagian tidak memiliki gedung kok nekad mendirikan sekolah? Begitu mungkin gumam-an dan ketidakmengertian banyak orang yang menyaksikan kenekadan kami mengelola sekolah tanpa gedung.

Di mana-mana, orang yang mendirikan sekolah ya membangun gedung sekolah nya dahulu, baru kemudian memasang spanduk penerimaan murid baru. Lah ini, gedung sekolah belum kelihatan sudah nekad bikin sekolah. ‘Gila’.

Ini dia penampakan tempat pendaftaran murid baru SDIT Wirausaha Indonesia Tahun Pelajaran 2012/2013. Kami membayar sewa toko ini untuk 6 bulan, alhamdulillah baru dipakai selama satu bulan, kami mendapatkan ruko untuk disewa selama satu tahun di Blok F1R No.33.

Visitasi Akreditasi SDIT Wirausaha Indonesia

Alhamdulillah, sampai pada perjalanan yang amat bersejarah bagi sekolah kami. Persiapan akreditasi sekolah dasar untuk yang pertama kali. Suatu fase yang membuat kami akan terus berbenah untuk menjadi lebih baik lagi ke depan.

Proses visitasi akreditasi diwarnai dengan suasana keakraban, keramahtamahan dan persahabatan serta penularan ilmu oleh para pejabat visitasi yang sudah senior kepada kami para guru yang masih sangat junior.

Kami sangat berterima kasih sekali atas kesempatan yang teramat berharga ini. Sukses untuk semua. Mohon doanya agar kami menjadi lebih baik.

Di Sekolah ini, Anak Yatim Tidak Perlu Membayar

Gedung Sekolah

Akhir tahun ini sekolah-sekolah swasta sudah mulai berancang-ancang untuk hajat tahunan, yaitu penerimaan peserta didik baru. Pun di sekolah kami. Kami sudah menyiapkan berbagai perlengkapan untuk menyambut datangnya calon siswa baru.

Banyak yang bertanya mengenai biaya. Kami selalu mengatakan bahwa masalah biaya, kami pastikan bahwa di sekolah biaya yang terrendah khususnya jika dibandingkan dengan sekolah Islam di kawasan yang sama.

Bahkan untuk anak yatim, kami gratiskan alias tidak perlu membayar biaya sepeser pun baik untuk uang pangkal, uang kegiatan tahunan maupun SPP dan biaya ekstrakurikuler.  Mereka hanya kami minta untuk fokus belajar dan belajar.

Kami bahkan sangat bersyukur dan bangga jika ada anak yatim yang bersekolah di sekolah kami. Kenapa? Karena kami berkeyakinan, merekalah yang menjadikan keberkahan dan kemajuan sekolah ini dapat dirasakan hingga saat ini.

Kelas Khusus Anak Inklusi

Di sekolah ini ada kelas khusus untuk anak-anak inklusi. Kelas ini beranggotakan 6 siswa yang merupakan anak-anak berkebutuhan khusus.

Kelas ini diampu oleh satu orang guru kelas, kelas ber Ac dan hanya belajar dari pukul 07.00 sampai pukul 11.00. Siswa lain pulangnya pukul 14.00/15.00.

Kelas ini kami adakan karena banyaknya permintaan dari org tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus, sementara sangat jarang sekolah mau menerimanya dengan berbagai alasan.

Para orang tua siswa inklusi ini merasa bersyukur anaknya bisa diterima di sekolah sebagaimana anak-anak lainnya bersekolah.

Mereka ini sesungguhnya memiliki kecerdasan tertentu, hanya saja kita perlu kesabaran untuk mengeksplorasi sisi kecerdasan yang dimiliki si anak khusus ini.

Gedung Sekolah

Sekedar informasi, tahun ini kami meluluskan siswa untuk pertama kalinya. Diantara mereka terdapat siswa inklusi dan mendapatkan peringkat 1 utk test masuk jenjang SMP Islam pavorit. Alhamdulillah.

Semoga sekolah ini semakin berkembang, maju dan berkah sehingga banyak masyarakat yg merasakan semangat pengabdian dari sekolah ini.