Arsip Tag: Sekolah

Di Sekolah ini, Anak Yatim Tidak Perlu Membayar

Gedung Sekolah

Akhir tahun ini sekolah-sekolah swasta sudah mulai berancang-ancang untuk hajat tahunan, yaitu penerimaan peserta didik baru. Pun di sekolah kami. Kami sudah menyiapkan berbagai perlengkapan untuk menyambut datangnya calon siswa baru.

Banyak yang bertanya mengenai biaya. Kami selalu mengatakan bahwa masalah biaya, kami pastikan bahwa di sekolah biaya yang terrendah khususnya jika dibandingkan dengan sekolah Islam di kawasan yang sama.

Bahkan untuk anak yatim, kami gratiskan alias tidak perlu membayar biaya sepeser pun baik untuk uang pangkal, uang kegiatan tahunan maupun SPP dan biaya ekstrakurikuler.  Mereka hanya kami minta untuk fokus belajar dan belajar.

Kami bahkan sangat bersyukur dan bangga jika ada anak yatim yang bersekolah di sekolah kami. Kenapa? Karena kami berkeyakinan, merekalah yang menjadikan keberkahan dan kemajuan sekolah ini dapat dirasakan hingga saat ini.

Suka Duka Membangun Sekolah1

Membangun lembaga bukanlah perkara yang mudah, khususnya lembaga pendidikan resmi dan formal. Membangun lembaga pendidikan memerlukan nafas panjang, wajib memiliki mental pejuang, tidak mudah menyerah dan memiliki visi yang jauh ke depan.

Kenapa?

Bagi orang-orang yang memiliki sumber daya yang cukup tentu bukanlah masalah membangun sekolah. Misalnya mereka yang berlatar belakang pengusaha sukses atau mereka yang sudah sejak lahir sudah kaya raya.

Akan tetapi, bagi orang-orang seperti saya yang bukan siapa-siapa tentu berfikir seribu kali untuk mau membangun usaha pendidikan yang nilainya tidak cukup 2 miliar ini. Jika usaha itu hanya memerlukan modal dua sampai tiga juta, tentu banyak yang berfikir bisa melakukannya.

Tetapi, bagaimana jika ingin membangun usaha dengan modal sekitar 3 miliar? Sangat banyak diantara manusia yang tidak sanggup menterjemahkan nya dalam visi dan misi hidupnya.

Caranya bagaimana?

Bagi orang yang duitnya tinggal menghitung, membangun sekolah dengan cara: membeli tanah sekian ratus meter atau sekian hektar kemudian membangun gedung sekolah di atas tanah tersebut. Langkah ini memerlukan modal awal sekitar 2-10 miliar tergantung luas lahan yang diakuisisi dan besar gedung yang dibangun. Akan tetapi langkah ini sungguh efektif untuk segera mendapatkan siswa. Karena gedung sudah ada, tinggal menerima siswa baru atau pindahan. Semakin luas dan bagus gedung sekolah, maka semakin besar pula animo masyarakat untuk menyekolahkan anak-anaknya di sekolah tersebut.

Sedangkan bagi orang yang bermodal cekak seperti saya, caranya adalah dibalik: mencari siswa dulu, baru membeli lahan dan membangun gedung sekolah. Cara ini tentu saja tidak mudah, Karena bagaimana mungkin para orang tua akan percaya dengan sekolah yang lahan dan gedungnya belum ada penampakan?

Apakah bisa? Alhamdulillah saya dan mungkin orang lain dengan kondisi yang sama sudah membuktikannya. Hanya saja dikarenakan cara yang tidak lazim ini, maka diperlukan mental yang tahan banting, tidak mudah goyah dan visi ke depan yang jelas dan terarah.

Dalam perjalanan sekolah, sangat sering orang tua murid yang menanyakan kapan gedung dibangun. Mereka sangat khawatir gedung sekolah tempat anaknya bersekolah tidak dibangun. Masyarakat sekitar juga tidak sedikit yang mencibir,  kalau tidak punya duit mbok ya jangan bikin sekolah, alah pak Ais nggak mungkin bisa membangun sekolah ini. Anggapan mereka sangat wajar. Jangankan orang lain, pengurus yayasan saja ada yang tidak yakin dengan keberlangsungan sekolah ini, dengan ide untuk membubarkan sekolah ini.