Tag Archives: silaturahim

Menjaga Silaturahim, Menggapai Sejahtera

Hari ini saya dan keluarga melakukan serangkaian silaturahim ke daerah pondok ungu. Perjalanan dari Cikarang ke Bekasi memakan waktu sekitar 1.5 jam. Kami berangkat pukul 07.15, sampai pukul 8.45.

Keluarga pertama yang kami kunjungi adalah keluarga bapak H. Wasiun yang tinggal di Perumahan Pondok Ungu Permai. Disamping bersilaturahim, kami meminta petuah kepada beliau khususnya nasihat untuk putri kami yang akan berangkat ke Turky pada 10 September 2019.

Secara hubungan darah, bapak H. Wasiun adalah sepupu dari ibu saya. Banyak wejangan, motivasi dan inspirasi yang membuat kami merasakan semangat untuk menyekolahkan anak ke Turky. Alhamdulillah tanpa diduga beliau menitipkan uang dollar sebesar US 100.

Silaturahim berikutnya adalah ke rumah bapak Zaenal, kemudian ke rumah bapak Sularto dan berkunjung ke rumah bapak Subaryanto.

Mereka sangat antusias menerima kami sebagai mantan tetangga dan teman se pekerjaan, apalagi setelah selama 10 tahun kami berpisah, kami saat ini di Cikarang.

Pada silaturahim kali ini ada istimewa, yaitu kami berfoto di depan mantan rumah kami. Kami sekeluarga merasa sangat senang dan berbahagia dapat bersilaturahim ke teman-teman lama.

Silaturahim terakhir adalah ke rumah bapak Bayu. Disamping bersilaturahim, kami juga berbelanja pakaian untuk anak dan istri. Alhamdulillah pak Bayu adalah pengusaha toko pakaian muslimah yang sudah sukses.

Baca: Bersekolah di sekolah keren

Kok ‘Rebutan Masjid’?

Bingung dengan judul diatas? Nggak usah bingung. Terkadang kejadian-kejadian di lingkungan sekitar itu membuat kita tersenyum sendiri.

Bermunajad kepada Alloh

Bagaimana tidak. Ketika masjid belum ada, masyarakat merindukan adanya tempat beribadah bersama, tempat yang bisa dijadikan sebagai sarana penguat silaturahim dan persatuan ummat.

Akan tetapi, justru ketika masjid sudah didirikan dengan susah payah, masjid menjadi sarana perpecahan diantara kelompok masyarakat.

Diantara pengurus DKM itu yang saling berebut pengaruh dalam memanfaatkan masjid. Pengurus yang satu memiliki agenda sesuai keinginan kelompoknya. Sementara kelompok pengurus yang lain juga memiliki agenda tensendiri.

Termasuk dalam membangun penambahan fasilitas masjid juga masing-masing kelompok melakukan penggalangan dana sendiri dan uang nya tidak mau digabung dengan kas masjid. Lucu ya. Maksudnya apa ya?

Entah apa niatnya. Akan tetapi, apabila niatnya semata-mata karena Alloh dan berfastabiqul khoirot, tentu tidak harus saling berebut pengaruh, apalagi kesannya seolah ingin diakui keberadaannya di tengah jamaah masjid.

Hal ini yang membuat saya ingin tertawa sendiri. Kelihatannya ingin memakmurkan masjid tapi, kesan yang tampak malah ingin menonjolkan kemampuan kelompoknya. Yang seperti ini, apakah mereka tidak sadar bahwa Alloh SWT tidak menyukainya? Melakukan sesuatu yang tidak ikhlas karenaNya semata.

Membangun keikhlasan memang tidak mudah. Perlu cara dan waktu yang panjang untuk bisa melakukannya dengan baik. Semoga kita menjadi orang yang selalu melakukan muhasabah dan introspeksi atas amalan-amalan kita.