Tanya Jawab Asuransi Syariah

Pertanyaan :
Assalm. Pak saya termasuk awam dalam hal asuransi syariah. yang saya tau asuransi syariah perbedaannya dengan konvensional adalah di asuransi syariah ada dana tabaru dimana dana tersebut tidak bisa diambil jika tidak ada claim. selain itu ada pula dana investasi . sehingga jika nasabah berhenti dari membayar premi nasabah masih bisa mengambil dana tabungan yang ada. yang mau saya tanyakan adalah apakah asuransi syariah membatasi berapa persen untuk tabungan dan berapa persen untuk tabaru?atau hal tersebut bisa disepakati terlebih dahulu antara nasabah dan pihak asuransi??

Jawaban :
Wa’alaikumussalam Wr Wb.

Terima kasih atas minat para pembaca untuk mengetahui lebih jauh mengenai asuransi syariah.

Konsep asuransi syariah berawal dari prinsip saling tolong-menolong sesama peserta. Perusahaan hanya berfungsi sebagai pengelola dana peserta yang dikelola sesuai peruntukannya, diantaranya untuk pengelolaan risiko (dana tabarru) atau sebagai tabungan peserta (dana tabungan). Sebagai pengelola, perusahaan mengambil upah (ujroh) dan atau bagi hasil dari pengelolaan dana tersebut. Secara pembukuan, kontribusi (sebutan untuk premi dalam asuransi syariah) yang diterima dari peserta, dipisahkan dalam 3 pundi dana, yaitu: dana tabarru, dana tabungan dan dana pengelola.

Sebelum perjanjian disepakati, disampaikan kepada peserta, berapa besaran kontribusi yang harus dibayarkan, terdiri dari berapa besaran premi tabarru, dana yang disisihkan untuk tabungan peserta dan biaya pengelolaan. Proporsi pemisahan masing – masing dana ini, tergantung dari jenis produknya. Penentuan besaran dana tabarru didasarkan data statistik pengelolaan risiko internal maupun eksternal. Besaran dana Investasi tergantung permintaan peserta; sedangkan besaran biaya pengelolaan sudah ada perhitungan standarnya.

Semoga penjelasan singkat ini dapat menjawab pertanyaan bapak/ibu. Terima kasih.

Wassalamu’alaikum Wr Wb

Ernawan Priarto
Corporate Secretary
PT Asuransi Takaful Keluarga

Sumber: http://www.ekonomisyariah.org/konsultasi-list/asuransi-syariah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *